Pelayan Gereja Positif Covid-19, 38 Warga JIO Swab-PCR Gratis | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pelayan Gereja Positif Covid-19, 38 Warga JIO Swab-PCR Gratis


POOL-TEST. Tim kesehatan Lab Biokesmas NTT melakukan pemeriksaan swab massal di Jemaat GMIT Imanuel Oepura, Kupang-NTT, Jumat (19/3). Tes massal ini dilakukan setelah diketahui ada dua pelayan gereka setempat yang terkonfirmasi postif Covid-19. (FOTO: DOK. Lab Biokesmas NTT)

KABAR FLOBAMORATA

Pelayan Gereja Positif Covid-19, 38 Warga JIO Swab-PCR Gratis


Dilakukan Tim Lab Biokesmas Provinsi NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tim Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat (Lab Biokesmas) Provinsi NTT kembali melakukan tes swab massal dengan melibatkan jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Oepura (JIO), Jumat (19/3).

Tim kesehatan Lab Biokesmas melakukan tes swab massal atas permintaan Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Oepura, pasalnya terdapat dua orang pelayan gereja setempat yang aktif melayani, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk mencegah penularan, tes massal dilakukan terhadap 38 warga jemaat dan karyawan GMIT JIO yang masuk dalam kategori kontak erat.

Permohonan untuk mendapatkan tes massal gratis ini tergolong cepat ditanggapi, sebab hanya berselang satu hari setelah surat permohonan diterima, Tim Lab Biokesmas langsung turun melakukan swab massal.

Koordinator Humas Lab Biokesmas NTT, Theodor Bolle mengungkapkan, gerak cepat ini perlu agar lebih dini mengetahui ada tidaknya penularan Covid-19 terhadap karyawan dan beberapa jemaat yang berkontak erat dengan dua pendeta yang sudah terkonfirmasi positif itu.

“Dengan memeriksa sejak dini melalui pool-test, kita mengantisipai penularan, tidak menunggu sampai ada yang sakit baru periksa. Ini juga untuk memastikan agar lingkungan ibadah tetap aman sehingga kegiatan di lingkungan gereja berjalan nyaman dan aman tanpa rasa kekhawatiran ada yang tertular,” ungkap Theo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3).

Menurut Theo, hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Ketua Majelis JIO yang mengapresiasi kerja cepat Tim Lab Biokesmas NTT.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi khususnya Tim Lab Biokesmas karena memberikan tanggapan cepat kepada kami ketika ada yang terkonfirmasi positif. Kami berterima kasih juga karena tes massal ini dilakukan secara gratis. Ini sangat meringankan kami,” kata Pdt. Anthoneta Mapusa, Ketua Majelis Jemaat GMIT Imanuel Oepura, Kota Kupang.

BACA JUGA: Test Swab Massal dan Gratis di NTT

BACA JUGA: Persiapkan Kuliah Offline, Lab Biokesmas Swab Massal di Politani

Pdt. Anthoneta berharap dengan tes semacam ini, lingkungan gereja tetap kondusif dan tidak menjadi tempat penularan baru. “Kami turut berdoa untuk Tim Lab Biokesmas agar tetap sehat sehingga dapat melayani,” kata Pdt. Anthoneta.

Ketua Tim Pool Test Lab Biokesmas NTT, Dr. Fima Inabuy, menyatakan bahwa tim yang ia pimpin itu membuka layanan tes swab massal sebagai bagian dari kerja pengawasan terhadap seluruh warga.

“Layanan ini kami berikan gratis, dan tanpa pilih-pilih. Cukup bersurat kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, dan dengan tembusan kepada tim Lab Biokemas, maka kami akan segera kerja,” kata Fima.

“Singkatnya, ketika orang datang ke rumah ibadah, mereka ingin beribadah dengan rasa aman. Lewat pool-test, kita menjamin agar orang dapat tetap beribadah di rumah-rumah ibadah tanpa khawatir tertular Covid-19, dan ini lah manfaat dari surveillance,” jelas doktor biomolekuler tamatan Amerika Serikat ini.

Fima juga menegaskan bahwa tidak hanya jemaat gereja yang dilayani untuk pemeriksaan. “Bagi umat beragama lain, kami siap datang melayani juga di masjid-masjid, pura, dan vihara. Silakan menyampaikan jika ada kebutuhan pemeriksaan secara massal,” ujar Fima.

Doktor Fima menegaskan bahwa efektivitas pemeriksaan massal ini terbilang baik sekali dalam mendukung pemulihan aktivitas warga. Misalnya, kegiatan serupa yang menjangkau lingkungan perguruan tinggi dalam pekan ini, di Politani Kupang, dimana dari 57 orang yang diperiksa terdapat 4 orang yang positif.

“Dengan tes massal dalam dua hari sudah bisa diketahui siapa saja yang positif. Kami berkomitmen mengawal aktivitas masyarakat agar dapat berjalan aman,” kata Fima yang menyatakan arti penting pool-test, dimana menurutnya wajib dijalankan bersamaan dengan upaya vaksinasi. “Dengan tes dan vaksin, kita berharap efek pandemi semakin bisa diminimalisir,” pungkasnya. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top