Pengadilan Australia Menangkan Gugatan Rakyat NTT Korban Montara | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pengadilan Australia Menangkan Gugatan Rakyat NTT Korban Montara


PETAKA MONTARA. Saat Blok Atlas Barat meledak dan menyemburkan minyak mentah ke laut yang mencemari hingga perairan Indonesia di wilayah NTT pada 21 Agustus 2009 lalu. (FOTO: theaustralian.com.au)

PERISTIWA/CRIME

Pengadilan Australia Menangkan Gugatan Rakyat NTT Korban Montara


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setelah menanti lebih kurang 11 tahun 7 bulan, Pengadilan Federal Australia di Sidney memutus perkara atas gugatan class action yang diajukan Daniel Senda, petani rumput laut asal Pulau Rote yang mewakili sekira 15.500 nelayan dan petani rumput laut di wilayah Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Kupang.

Gugatan yang diajukan sejak 3 Agustus 2016 itu akhirnya diputuskan hari ini, Jumat (19/3) dalam sidang putusan yang dibacakan hakim tunggal David Yates. Hadir saat pembacaan putusan itu, pengacara Ben Slade dari kantor pengacara Maurice Blackburn.

Untuk diketahui gugatan class action itu melawan Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production (PTTEP) Australasia, perusahaan minyak asal Thailand yang mengelola anjungan Montara yang meledak pada 21 Agustus 2009 silam, dimana minyak mentah yang menyembur keluar tidak cuma mencemari perairan sekitar, namun menyebar hingga ke Laut Timor.

“Kami atas nama rakyat NTT mengucap syukur dan berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta Langit dan Bumi atas semua pertolongan-Nya sehingga kami bisa memenangkan gugatan ini. Terima kasih juga untuk Bapak Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang telah menyuport dan memberi perhatian serius sehingga perjuangan para petani rumput laut dan nelayan di NTT bisa membuahkan hasil,” ungkap Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni kepada TIMEX, Jumat (19/3) petang usai menerima informasi hasil putusan sidang dari Sidney.

BACA JUGA: Tuntaskan Kasus Montara, Rakyat NTT Tuntut Australia USD 15 Miliar ke PBB

BACA JUGA: 11 Tahun Berlalu, Australia Tutupi Tumpahan Minyak di Laut Timor

BACA JUGA: Ferdi Tanoni: Pencemaran Laut Timor Tanggung Jawab Mutlak Australia

Ferdi yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) ini sejak awal memang getol dan pantang menyerah bersama para petani rumput laut serta nelayan memperjuangkan agar PTTEP harus bertanggungjawab atas petaka pencemaran Laut Timor ini.

“Perkara ini diajukan rakyat NTT melawan PTTEP Australasia, dan syukur hari ini sesuai putusan hakim dimenangkan oleh rakyat NTT, dipimpin Daniel Sanda dari Rote,” jelas Ferdi.

Ferdi menjelaskan, sekitar lima tahun lalu, pada 2016, pihaknya mengambil keputusan untuk mengajukan gugatan kepada PTTEP Australasia. “Walaupun yang digugat itu baru di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao dengan jumlah penggugat sekitar 15.500 orang petani rumput laut, dan persentasenya hanya sekitar 3-5 persen saja, tetapi saya merasa, kami telah berbuat yang terbaik bagi rakyat, bangsa, dan NKRI,” tutur Ferdi.

Dengan putusan ini, lanjut Ferdi, sebagai Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, pihaknya menunggu sikap resmi dari PTTEP mengenai langkah selanjutnya. “Kita akan melihat langkah selanjutnya, bagaimana PTTEP menyikapi putusan ini,” kata Ferdi.

Ferdi menambahkan bahwa hasil putusan ini juga sudah dia sampaikan ke ketua dan anggota Tim Task Force bentukan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk mengawal penyelesaian petaka Pencemaran di Laut Timor ini. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top