Julie Laiskodat: Cegah ASF, Belajar dari Peternak Bali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Julie Laiskodat: Cegah ASF, Belajar dari Peternak Bali


BIMTEK. Sebanyak 70 petani/peternak dan penyuluh saat mengikuti Bimtek di Hotel Pelangi, Labuan Bajo, Jumat (19/3). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Julie Laiskodat: Cegah ASF, Belajar dari Peternak Bali


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat meminta para peternak atau pemilik ternak babi di wilayah Flores agar meniru cara yang dilakukan peternak di Bali, bagaimana menghindarkan piaraan mereka dari ancaman virus babi atau penyakit African Seine Fever (ASF) yang kini menyerang ternak babi di Flores.

Julie Sutrisno menyebut, salah satu hal yang ia perhatikan adalah, pakan ternak sebelum diberikan ke babi, terlebih dulu dimasak dan selalu menjaga kebersihan kandang ternak.

“Sebagai pengalaman yang saya lihat dan peroleh seperti di Bali, pakan ternak babi selalu dimasak terlebih dahulu baru diberi makan,” ujar politikus Dapil Flores-Lembata-Alor ini saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian dan Penyuluh yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) di Hotel Pelangi Labuan Bajo, Jumat (19/3).

Politikus Partai Nasdem yang akrab disapa Bunda Julie itu memberi sambutan secara virtual (Daring) untuk peserta Bimtek yang mengikuti dari Hotel Pelangi Labuan Bajo.

Menurut Bunda Julie, penyakit ASF yang menimpa ribuan ternak babi sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Karena itu, hal yang harus dilakukan para peternak atau pemilik ternak babi adalah berupaya mengolah pakan ternak secara baik dan menjaga kebersihan kandang babi. Begitupun dengan pandemi Covid-19 saat ini, salah satu cara mencegah penyebaran adalah memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara baik.

“Penyakit ASF ini harus ada upaya kita untu menghindari dengan cara seperti membersihkan kandang secara rutin lalu pakan ternak itu terlebih dahulu dimasak sebelum dikasih makan. Itu yang saya lihat di Bali,” jelas Bunda Julie.

Bunda Julie mengatakan, jika virus ini tidak ditangani dan dihindari dengan baik maka kehidupan manusia pasti terganggu. Dia mengaku selalu membangun koordinasi yang baik dengan dinas bagaimana penanganannya.

Bunda Julie mengharapkan kendala dan masalah yang dihadapi para petani dan peternak adalah belajar, termasuk belajar dari kesempatan mengikuti bimbingan teknis ini agar dapat berguna dan bermanfaat dalam hidup.

“Saya berpesan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tetap memperhatikan imbauan pemerintah untuk taat pada protokol kesehaatan dengan baik,” pesan Bunda Julie.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, drh. Bambang Hariyanto berharap dengan bimtek yang diikuti 70 petani, peternak, dan penyuluh dari Flores Timur hingga Manggarai Barat mampu menghadapi masalah di masyarakat, khususnya dalam menghadapi penyakit ASF yang menyerang ternak babi.

Menurut dia, cara lain megatasi persoalan virus babi adalah penanganan bio security. Artinya ternak babi betul-betul dijaga kebersihan, memutus jalur didistribusi keluar masuk ternak babi.

Dikatakan, tingkat penyebaran penyakit ASF ini juga masih tinggi di NTT. Guna mengatasi hal ini, kata drh. Bambang, instansinya tahun 2020-2021 ini telah merekrut 30 petani untuk magang ke Jepang.

“Untuk magang ini kita laksanakan seleksi. Dari NTT, ada 171 orang yang daftar, kita lakukan seleksi administrasi, lalu IQ, melatih pengetahuan Bahasa Inggris, tes fisik supaya peserta jangan sampai terkena penyakit, tes wawancara untuk tahu motivasi sehingga menjadi pegangan hidup ketika berada di Jepang. Kita seleksi secara ketat, dan punya komitmen untuk bekerja, jadi tidak sekadar mau jalan-jalan ke luar negeri,” tambahnya. (krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top