STMK Nenuk Ujian Tatap Muka, Plh Bupati Belu Pantau Penerapan Prokes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

STMK Nenuk Ujian Tatap Muka, Plh Bupati Belu Pantau Penerapan Prokes


TINJAU. Plh. Bupati Belu, Frans Manafe didampingi Kepala STM Katolik Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD, sedang memantau aktifitas ujian semester tatap muka di sekolah itu, Rabu (17/3). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PENDIDIKAN

STMK Nenuk Ujian Tatap Muka, Plh Bupati Belu Pantau Penerapan Prokes


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Pelaksana harian (Plh) Bupati Belu, Frans Manafe, turun memantau langsung pelaksanaan ujian semester yang dilaksanakan Sekolah Teknik Menengah (STM) Katolik St. Yoseph Nenuk, Rabu (17/3) pagi.

Kunjungan Plh Bupati Belu itu untuk memantau penerapan protokol kesehatan saat berlangsungnya Ujian Sekolah para siswa di sekolah itu. Hasil pantauan, kata Frans Manage, Kelas XII untuk 5 jurusan dengan jumlah 102 siswa, berlangsung aman. Semuanya mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Saya datang pantau langsung. Karena saya dengar dari semua sekolah di Belu, STM Katolik St. Yoseph Nenuk yang ujian tatap muka. Sementara sekolah lain ujian secara online,” ujar Frans Manafe yang juga Penjabat Sekda Belu ini.

Frans mengaku, sesuai hasil pantauannya, pelaksanaan ujian di sekolah tersebut tidak ada masalah. Semua siswa ujian menjalani ujian dengan mematuhi protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak duduk, dan semua siswa bermasker. Termasuk standar prokes lainnya.

“Kita apresiasi STM Katolik Nenuk yang sudah menjalankan prokes Covid-19 dalam pelaksanaan ujian semester ini. Tentunya kita senang pelaksanaannya mematuhi prokes,” ujar Frans.

Pada kesempatan itu, di hadapan kepala sekolah dan para guru, Frans Manafe menyarankan agar sekolah teknik lebih memikirkan enterpreneurship. Sekolah Teknik yang lebih produktif untuk menghasilkan sesuatu. Juga SMK bisa mempertimbangkan jenjang pendidikan 4 tahun dengan langsung mendapatkan sertifikat setara dengan Diploma satu (D1).

Kepala STM Katolik St. Yoseph Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD, S.Fil; M.Sc mengaku bangga atas kunjungan Plh Bupati Belu. Kegiatan ujian semester dengan tatap muka tentunya mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah. Seperti mewajibkan rapid test atau swab bagi siswa yang masuk asrama, menjaga jarak duduk, dan mencuci tangan.

“Jadi Pak Plh Bupati selain pantau prokes juga membuka wawasan kami agar sekolah teknik bisa memikirkan enterpreneurship sehingga lebih produktif. Sekarang tinggal bagaimana caranya kita kemas apa yang menjadi kekhasan dan ciri khas dari Kabupaten Belu,” tandasnya.

Pater Petrus menyebutkan, misalnya membuat gantungan kunci, dan keunikan ketrampilan lainnya. Seperti jurusan permesinan, desain-desain bangunan yang unik dari jurusan bangunan serta ketrampilan unik dari jurusan lainnya. Pola yang dilakukan dibuat sehingga menjadi ciri khas dari Kabupaten Belu.

“Luar biasa kunjungan Plh Bupati Belu. Ada banyak masukan untuk kami, termasuk sinyal hijau STM Katolik St. Yoseph Nenuk untuk membangun kerjasama dengan pemerintah daerah,” sebutnya.

Menurut Pater Petrus, lembaganya merespon saran Plh Bupati terkait jenjang pendidikan di STM Katolik St. Yoseph Nenuk agar dikembalikan seperti semula jenjang pendidikan 4 tahun. Sehingga rencananya untuk tahun ajaran baru pihaknya memulai jenjang pendidikan 4 tahun.

“Tahun ajaran baru kita bisa memulai jenjang pendidikan ini. Tahun keempat sesuai petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi, siswa akan mendapatkan sertifikat, setara Diploma satu (D1). Jadi kita punya keuntungan disitu,” tandasnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top