Cegah Penyebaran Covid-19 dan ASF, Camat Golewa Perketat Pintu Masuk | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cegah Penyebaran Covid-19 dan ASF, Camat Golewa Perketat Pintu Masuk


PERKETAT BATAS. Camat Golewa, Kanisius Logo memberi arahan untuk pelaku perjalanan yang melintasi wilayah itu di Posko Perbatasan Paubuku, Desa Sarasedu 1, Kecamatan Golewa, Sabtu (20/3). (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Cegah Penyebaran Covid-19 dan ASF, Camat Golewa Perketat Pintu Masuk


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada memperketat pintu-pintu masuk ke wilayah itu demi mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) dan virus babi atau African Swine Fever (ASF). Sebagaimana diketahui, di tengah upaya pemerintah melakukan penanganan pencegahan Covid-19, di wilayah Flores, ribuan ternak babi mati mendadak akibat terserang virus ASF.

Menindaklanjuti seruan Pemkab Ngada melalui surat edaran Bupati Ngada Paru Andreas, SH., MH dengan Nomor: 360/GT-BPBD/104/03/2021, perihal pengaktifan kembali posko-posko Covid-19, Camat Golewa turun langsung memantau pengawasan wilayah perbatasan di Paubuku, Desa Sarasedu 1, Kecamatan Golewa, Sabtu (20/3).

Surat edaran tersebut berisi perintah agar seluruh jajarannya memastikan agar pelaku perjalanan wajib menunjukan surat rapid test antigen yang berlaku tiga hari. Jika ada perlaku perjalanan tidak menunjukan surat rapid test antigen, maka wajib melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan test antigen. Pendatang wajib menggikuti protokoler kesehatan Covid-19. Edaran Bupati itu juga melarang warga membawa ternak babi dari luar Kabupaten Ngada masuk wilayah itu.

Camat Golewa, Kanisius Logo mengatakan, Sabtu (20/3), Satgas Covid-19 Kecamatan Golewa mendapatkan dua orang pelaku perjalanan asal Bone yang melintas di pos perbatasan Paubuku dengan menunjukan hasil rapid test yang sudah kadaluwarsa.

“Tim satgas mengarahkan agar mereka langsung berangkat ke Larantuka dan tidak kembali ke wilayah Kabupaten Ngada,” kata Camat Kanisius.

Selain fokus pada pencegahan virus korona, kata Kanisius, pihaknya juga fokus melarang pelaku perjalanan yang mungkin membawa ternak babi dari daerah lain untuk masuk wilayah Ngada. Hal ini demi mencegah penyakit AFS pada babi yang bisa menyebabkan babi mati mendadak.

“Saya berharap masyarakat yang melintasi atau masuk wilayah Kecamatan Golewa agar patuh dan taat aturan. Karena ini adalah upaya pemerintah memberantas Covid-19 dan ASF demi kebaikan dan kesehatan masyarakat Kabupaten Ngada,” tegasnya.

Kanisius menyatakan bahwa jika virus ini menyebar di Ngada, sudah pasti akan berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat, terutama memperngaruhi penurunan ekonomi masyarakat. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top