Sejak Dikerjakan 2019, Bronjong Kali Maslete Sudah Ambruk 2 Kali | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sejak Dikerjakan 2019, Bronjong Kali Maslete Sudah Ambruk 2 Kali


AMBRUK. Kondisi Bronjong Kali Maslete yang ambruk setelah diterpa banjir belum lama ini. Gambar diabadikan, Sabtu (20/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sejak Dikerjakan 2019, Bronjong Kali Maslete Sudah Ambruk 2 Kali


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Mutu pekerjaan bronjong di bantaran Kali Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu yang dikerjakan CV. Tapak Saron pada 2019 dipertanyakan. Pasalnya, bangunan bronjong yang rampung dikerjakan pada akhir 2019 lalu itu kembali ambruk untuk yang kedua kalinya.

Bangunan yang dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 800.000.000 dan setelah dilakukan addendum sebesar Rp 965.000.000 dengan dana yang bersumber dari Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) TTU tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi.

Pantauan Timor Express, Sabtu (20/3), terdapat kurang lebih 20 meter bangunan bronjong itu hanyut terbawa arus banjir. Dari kerusakan tersebut, membuat warga yang bermukim di bantaran Kali Maslete resah lantaran pemukiman mereka terancam diterjang banjir seperti sebelum dibangunnya bronjong penahan tersebut.

Warga bantaran Kali Maslete, Yohanes Anapah, ketika diwawancarai media ini, Sabtu (20/3) menuturkan, bronjong sepanjang 20 meter itu roboh setelah turun hujan terus-menerus selama satu minggu. Bronjong yang dibangun tahun 2019 itu pernah mengalami kerusakan tahun 2020, dan sudah diperbaiki. Tahun ini, bronjong tersebut kembali roboh, bahkan kondisinya lebih parah dari kerusakan pertama.

Dikatakan, robohnya bronjong penahan itu membuat warga yang bermukim di bantaran Kali Maslete sangat resah. Pasalnya, sebelum bronjong tersebut dibangun, banjir akibat luapan air kali selalu menggenangi rumah warga. Bahkan, tinggi luapan air bisa mencapai pinggang orang dewasa.

BACA JUGA: Belum Setahun, Bronjong di Seunbam-TTU Ambruk

“Bronjong itu dibangun tahun 2019. Sebelum ada bronjong penahan, rumah kami selalu kebanjiran. Airnya tinggi hingga ke pinggang. Kadang kami tidak bisa tidur pada musim hujan karena takut terjadi banjir. Setelah ada bronjong, kondisi kami sudah lumayan baik. Tapi, bronjong ini kembali roboh dan kami sangat khawatir,” ungkapnya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Petrus Kanisius Kosat, ketika hendak dikonfirmasi media belum berhasil. Berulangkali dihubungi pertelepon berhasil masuk namun enggan merespon. Ketika dikirimkan pesan via SMS dan WhatsApp pun berhasil masuk namun tidak direspon.

Kepala Bidang Pengairan PUPR, Pius Wende Laka, ketika dikonfirmasi terpisah membenarkan peristiwa robohnya bronjong di Kali Maslete itu. Bronjong tersebut roboh karena terjangan banjir setelah hujan deras yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Pihaknya telah turun dan melakukan pemantauan lapangan.

Pius Laka menjelaskan, bronjong tersebut dibangun tahun 2019 dan merupakan paket pekerjaan dari Bidang Pengairan PUPR. Ketika ditanyai terkait tindak lanjut yang akan diambil, Pius Laka meminta media ini untuk langsung menghubungi PPK, Kanis Kosat. Sayangnya, PPK yang dihubungi media ini per telepon tidak memberikan respon.

“Memang itu bronjong kegiatan dari Bidang Pengairan PUPR Kabupaten TTU yang dikerjakan pada tahun 2019 namun untuk hal teknis langsung ke PPK saja,” pintanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top