Susun RPJMD Bidang Pendidikan, Bappeda Sumba Barat Gandeng Inovasi Bikin Lokakarya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Susun RPJMD Bidang Pendidikan, Bappeda Sumba Barat Gandeng Inovasi Bikin Lokakarya


LOKAKARYA PENDIDIKAN. Bappeda Sumba Barat dan Dinas Pendidikan bersama INOVASI menggelar lokakarya dalam rangka mencari arah penyusunan RPJMD Bidang Pendidikan 2021-2026 bertempat di aula Bappeda Sumba Barat, Kamis (18/3). (FOTO: FREDI BULU LADI/TIMEX)

PENDIDIKAN

Susun RPJMD Bidang Pendidikan, Bappeda Sumba Barat Gandeng Inovasi Bikin Lokakarya


WAIKABUBAK, TIMEXKUPANG.com-Tingkat partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sumba Barat masih sangat rendah. Menyikapi hal itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat mengelar kegiatan lokakarya dalam rangka penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Lokakarya yang dilakukan bekerjasama dengan INOVASI ini berlangsung selama dua hari, Kamis (18/3) hingga Jumat (19/3) bertempat di aula kantor Bappeda Sumba Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumba Barat, Sairo Umbu Awang dalam sambutannya berharap agar lokakarya tersebut dapat memberikan dampak terhadap kemajuan pendidikan di Sumba Barat.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah dilihat dari kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakatnya. Oleh karena itu, kata Umbu Awang, dengan lokakarya ini penetapan rancangan awal RPJMD Bidang Pendidikan akan memberikan arah yang sesuai dengan program-program Bupati-Wakil Bupati Sumba Barat lima tahun ke depan.

Umbu Awang mengaku bahwa selama ini partisipasi PAUD di Sumba Barat masih sangat rendah, sehingga melalui penetapan indikator-indikator utama pendidikan akan memudahkan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan ke depan.

“Saya berharap bapak-ibu yang hadir pada kesempatan ini bisa menetapkan rancangan awal RPJMD Bidang Pendidikan dengan menetapkan indikator-indikator utama yang bisa diukur untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumba Barat,” pinta Umbu Awang saat pembukaan lokakarya, Kamis (18/3).

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumba Barat, Titus Diaz Liurai mengatakan, pelaksanaan lokakarya dengan mengandeng INOVASI karena lembaga ini sangat paham dengan kondisi pendidikan di lapangan.
Menurut Diaz, INOVASI mempunyai kelebihan sebagai pihak swasta yang betul-betul bisa menemukan akar persoalan sehingga selama ini Bappeda Sumba Barat selalu mengandeng NJO untuk merumuskan rancangan awal RPJMD.

“Pemerintah selama inikan selalu diperhadapkan dengan alasan kurangnya pendanaan, padahal dengan merumuskan rancangan awal RPJMD, akan sangat memudahkan kita untuk menetapkan arah pembangunan. Selama ini, kalau bicara soal kesehatan, kami (Bappeda Sumba Barat, Red) mengandeng Save The Children, dan kalau bicara pendidikan kami mengandeng INOVASI sebagai mitra pemerintah dalam menyusun arah pembangunan pendidikan,” terang Diaz.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Sumba Barat, Lukas Lebu Gallu dan Sekretaris Komisi C, Dominggus Bayo saat kegiatan lokakarya berharap agar pemerintah serius memperhatikan pendidikan di Sumba Barat. Termasuk di dalamnya kesejahteraan para guru.

Dua politisi itu juga meminta agar pembangunan mess guru yang tidak dimanfaatkan supaya menjadi fokus pemerintah. Sebagai anggota DPRD, dua legislator yang membidangi pendidikan itu menyetujui anggaran yang besar untuk kemajuan pendidikan di Sumba Barat.

Mus Mualim, Direktur System and Policy Specialist INOVASI yang memandu kegiatan tersebut memberi arahan kepada para peserta agar mudah dalam merumuskan perencanaan indikator pendidikan.

“Kita harus perhatikan data di lapangan sehingga kita bisa merumuskan RPJMD. Kita juga harus mampu menganalisis data dan merumuskan kebijakan serta menetapkan indikator rencana kerja. Sehingga perencanaan bidang pendidikan melalui RPJMD bisa tercapai tujuan yang diharapkan, yaitu merumuskan kebiajakan di bidang pendidikan,” jelasnya. (mg34)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top