Jabatan Kepala DKP di Pemkot Tanpa Peminat, Begini Pesan Sekda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jabatan Kepala DKP di Pemkot Tanpa Peminat, Begini Pesan Sekda


SELEKSI. Pembukaan Proses seleksi pengisian jabatan tinggi pratama lingkup Pemkot Kupang, di Hotel Naka, Senin (22/3). Tampak Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay (depan kiri). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Jabatan Kepala DKP di Pemkot Tanpa Peminat, Begini Pesan Sekda


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Delapan jabatan tinggi pratama yang dibuka untuk dilelang, sampai pada hari pelaksanaan seleksi, ternyata ada satu jabatan yang tak ada peminatnya. Jabatan itu adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang.

Memang sebelumnya ada satu pelamar yang mendaftar, namun tak memenuhi syarat administrasi, akhirnya gugur di awal. Demi memberi kesempatan kepada para calon pelamar, Pemkot Kupang bahkan sempat memperpanjang proses penerimaan calon. Namun karena tak ada yang melamar maka, jabatan ini akan dibuka kembali sampai pembukaan seleksi pengisian jabatan selanjutnya.

Jadi, Pansel dan Assesor hanya melakukan seleksi untuk 7 jabatan saja, yaitu Kepala Dispendukcapil, Kepala Dinas Pariwisata, Inspektorat Daerah, Sekretaris DPRD, Kepala Sat Pol PP, dan 2 jabatan staf ahli.

Pemkot Kupang juga memulai seleksi terbuka untuk pengisian tujuh jabatan tinggi pratama yang sempat tertunda beberapa waktu lalu.

Proses seleksi yang berlangsung di Hotel Naka itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, Senin (22/3).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut panitia seleksi antara lain; akademisi Hendrik Ndolu, SH, M.Hum., Dr. Stanis Man, M.Si., mantan Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Thomas J. Ga, MM., serta para tim penilai kompetensi dan beberapa pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Sekda dalam sambutannya menyampaikan bahwa seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Kupang kali ini adalah seleksi untuk mengisi jabatan lowong yang dilaksanakan secara selektif, sesuai tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan seleksi terbuka ini telah dimulai dengan seleksi administrasi dan pada saat ini dilanjutkan dengan pelaksanaan uji kompetensi manajerial oleh pansel.

Seleksi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional untuk menghasilkan calon-calon pejabat yang berkualitas sesuai berkompeten di lingkungan Pemkot Kupang.

Pengisian jabatan lowong di setiap instansi pemerintah merupakan bagian dari dinamika yang dibutuhkan organisasi pemerintahan sekaligus dalam rangka pengembangan dan peningkatan karier bagi ASN.

BACA JUGA: Pemkot Kupang Umumkan Seleksi 8 Jabatan Eselon II, Ini Syaratnya

Hal ini dimaksudkan untuk lebih melancarkan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya kegiatan seleksi ini hendaklah dimaknai sebagai suatu kepentingan organisasi, bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan apalagi demi kepentingan-kepentingan tertentu.

“Pertimbangan utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai adalah sesuai kompetensi, pengabdian/loyalitas, dan komitmen terhadap tugas serta tanggung jawab kepada negara,” katanya.

Oleh karenanya, Sekda berpesan, setiap pejabat hendaknya mempunyai kemauan yang kuat untuk mengembangkan kemampuan dan wawasannya sehingga dapat merumuskan dan melaksanakan seluruh tugas dan kebijakan. Dengan demikian, diharapkan para pejabat dapat menjadi roda penggerak organisasi.

“Para peserta, saya harap bersungguh-sungguh mengikuti setiap tahapan seleksi, karena panitia seleksi tidak menyeleksi karena faktor belas kasihan. Kalau nanti dipercayakan pimpinan untuk menjabat, harus bisa menjaga amanah jabatan, bebas dari KKN dan bekerjalah dalam spirit ayo terus berubah,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe menjelaskan saat ini ada 23 peserta yang telah mengikuti seleksi administrasi dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan uji kompetensi manajerial dan bidang oleh tim penilai kompetensi.

Seleksi kemudian akan dilanjutkan dengan wawancara akhir oleh panitia seleksi. Adapun metode seleksi yang digunakan antara lain, penulisan dan presentasi makalah, wawancara, pengamatan/rekam jejak, diskusi dan bedah kasus.

Ade menjelaskan, dari semua peserta, ada 1 peserta yang tidak mengikuti seleksi, yaitu Matheos Maahuri, karena berhalangan. Sehingga dinyatakan gugur.

“Hari ini pembukaan seleksi sekaligus tes kompetensi dari tim asesor, dan hari berikutnya akan dilanjutkan dengan tes wawancara, dan nantinya tim panitia seleksi atau pansel akan mulai pada hari Rabu sampai Sabtu, jadi waktunya satu minggu,” kata Ade.

Dikatakan, untuk menduduki jabatan tinggi Pratama, harus memiliki pangkat terendah IVB, kalau pangkatnya IVA, maka yang bersangkutan akan duduk di jabatan tinggi Pratama dengan status pejabat sementara atau PJS, dan belum bisa langsung definitif, tetapi kewenangannya sama dengan pejabat definitif.

Ade mengaku, sebenarnya Pemkot Kupang memiliki banyak pejabat yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi pengisian jabatan tinggi Pratama ini, tetapi kembali lagi ke pribadi masing-masing, mau mengikuti seleksi atau tidak. “Di dalam aturan, untuk mengikuti seleksi pengisian jabatan tinggi Pratama umur maksimal 56 tahun, jadi sebenarnya banyak pejabat yang memenuhi syarat, tetapi mereka tidak mendaftar,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top