Jaksa Datangkan Tim Ahli PNK Periksa Bronjong Kali Maslete | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Datangkan Tim Ahli PNK Periksa Bronjong Kali Maslete


PULBAKET. Kejari TTU dan Tim Ahli PNK melakukan pengukuran terhadap pekerjaan bronjong Kali Maslete, Minggu (21/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Datangkan Tim Ahli PNK Periksa Bronjong Kali Maslete


Puldata dan Pulbaket untuk Hitung Kerugian Negara dari Kerusakan Itu

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim Penyidik Kejaksaan Negeri TTU mendatangkan Tim Ahli Politeknik Negeri Kupang (PNK) guna melakukan perhitungan kerugian negara yang timbul dari pelaksanaan proyek pembangunan brojong di bantaran Kali Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, tahun anggaran 2019 lalu.

Pemeriksaan dilakukan tim ahli PNK menyusul ambruknya Bronjong yang dikerjakan tahun 2019 oleh CV. Tapak Saron, milik Jimmy Yap itu. Bahkan sejak dibangun, bronjong itu sudah dua kali mengalami kerusakan usai dikerjakan.

Terpantau TIMEX, Minggu (21/3), tampak sebuah ekskavator mini yang digunakan oleh Tim Ahli PNK untuk mengetahui kedalaman, jumlah susunan bronjong, jenis batu serta hal lainnya yang berhubungan dengan mutu pengerjaan tersebut.

Pemeriksaan itu menghadirkan dinas teknis, yakni Kadis PUPR, Yanuarius Salem dan PPK Petrus Kanisius Kosat. Sementara dari unsur kejaksaan dipimpin Kepala Seksi Intelijen Kejari TTU, Benfrid C. Foeh.

Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Foeh, kepada TIMEX, Minggu (21/3), mengatakan, pemeriksaan oleh Kejaksaan dan tim ahli PNK dilakukan menyusul adanya kerusakan bronjong Kali Maslete.

Dikatakan, tujuan pemeriksaan tersebut sebagai langkah awal pihaknya mengumpulkan bahan dan keterangan atas kerusakan pekerjaan proyek bernilai ratusan juta tersebut.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, demikian Benfrid, akan dianalisa untuk memastikan apakah kerusakan disebabkan karena force majeure atau karena faktor kualitas pekerjaan yang tidak sesuai. Namun, untuk memastikan hal tersebut, pemeriksaan oleh tim hari akan menjadi rujukan.

BACA JUGA: Sejak Dikerjakan 2019, Bronjong Kali Maslete Sudah Ambruk 2 Kali

“Ini langkah awal Puldata dan Pulbaket di lapangan. Nanti hasil pemeriksaan akan dianalisa apakah karena faktor alam atau karena mutu pekerjaan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas PUPR, Yanuarius Salem, mengatakan bronjong Kali Maslete dikerjakan oleh CV Tapak Saron pada 2019. Bronjong tersebut dibangun dengan pagu Rp 1.000.000.000, dan harga pelelangan sebesar Rp 800.000.000 lebih. Setelah itu dilakukan addendum sebesar Rp 965.000.000.

Dikatakan, pertimbangan addendum dilakukan karena situasi di lapangan membutuhkan addendum. Pada awal perencanaan tinggi bronjong 2,5 meter. Namun, keluhan warga sepanjang bantaran kali, kemudian volume pekerjaan sebagian bronjong dinaikkan menjadi 3 meter.

Pasalnya, warga setempat mengaku banjir akibat luapan air kali selalu menggenangi rumah warga yang ada di bantaran Kali Maslete. Bahkan, tinggi luapan air bisa mencapai pinggang orang dewasa.

“Benar ini proyek dari Bidang Pengairan PUPR Kabupaten TTU yang dikerjakan oleh CV Tapak Saron pada tahun 2019 dengan harga pelelangan sebesar Rp 800.000.000 lebih. Dan setelah itu dilakukan addendum sebesar Rp 965.000.000,” ungkap Yanuarius Salem.

Menyinggung terkait pemeriksaan oleh Kejari TTU dan tim ahli PPNK atas kerusakan Bronjong tersebut, Yanuarius Salem mengaku, hal itu merupakan langkah pengumpulan data dan keterangan atas pekerjaan bronjong tersebut. “Penyebab kerusakan masih akan dianalisa dan akan diputuskan, apakah karena faktor alam atau karena mutu pekerjaan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi pekerjaan Bronjong di bantaran Kali Maslete, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu yang dikerjakan oleh CV Tapak Saron pada 2019 dipertanyakan kualitasnya. Pasalnya, bangunan Bronjong yang rampung dikerjakan pada akhir pada tahun 2019 lalu itu sudah kembali ambruk sebanyak dua kali.

Proyek itu dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 800.000.000. Lalu kemudian dilakukan addendum sebesar Rp 965.000.000 yang bersumber dari Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten TTU. Diduga kuat proyek tersebut dikerjakan asal jadi dan amburadul. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top