Polisi Berhati Mulia, Ada Anak Piatu Tertangkap Mencuri, Tak Dihukum Malah Diberi Bantuan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Berhati Mulia, Ada Anak Piatu Tertangkap Mencuri, Tak Dihukum Malah Diberi Bantuan


POLISI BERHATI MULIA. Aipda Bill Joozteen (kanan) saat nenyerahkan bantuan kepada Egi, anak yatim yang sempat mencuri di Mom's Cafe, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Senin (22/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Berhati Mulia, Ada Anak Piatu Tertangkap Mencuri, Tak Dihukum Malah Diberi Bantuan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-ER alias Egi, 17, warga Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, diamankan warga karena kedapatan mencuri di Mom’s Cafe, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Senin (22/3).

Egi yang putus sekolah di kelas II SMP ini nekat mencuri topi dan handphone di kafe milik anggota Polri itu karena ingin memiliki barang berharga tersebut namun sulit akibat kondisi ekonomi yang tidak mendukung.

Melihat keadaan anak yang terpaksa melancarkan aksi tak terpuji itu, pemilik Mom’s Cafe, Aipda Bill Joozteen merasa iba dan memilih memaafkan perbuatan pelaku. Aipda Bill Joozteen boleh dikata seorang polisi berhati mulai. Pasalnya ia tak cuma memaafkan pelaku, namun dia juga membantu Egi dengan memberikan bantuan uang, handphone, beras, dan mi instan.

Egi sendiri mengaku mencuri karena ingin memiliki topi dan selama ini belum memiliki handphone. Ia mengaku, sejak Minggu (21/3) petang ia menginap di rumah kerabatnya di sekitar lokasi kafe di pantai warna Kelurahan Oesapa.

Baru pada hari Senin (22/3) pagi, ia masuk ke lokasi kafe. Awalnya ia mencuri topi milik pekerja kafe. Selanjutnya ia mencuri handphone Samsung milik salah seorang pekerja kafe lalu kabur ke Pantai Warna Oesapa.

Aksinya diketahui pekerja di kafe itu, dan mereka mencari Egi. Egi ditemukan di sekitar pasar Oesapa dan diamankan kemudian dibawa ke Mom’s Cafe. Pekerja kafe kemudian menghubungi Aipda Bill Joozteen yang kebetulan sudah ke tempat tugasnya di Polsek Alak, Polres Kupang Kota.

Aipda Bill Joozteen yang sehari-hari merupakan Kasi Humas Polsek Alak meminta anak buahnya itu untuk tidak memukul Egi dan ia pun langsung mendatangi kafe miliknya.

“Saya iba dan kasihan setelah mendengar cerita dan kehidupannya,” ujar Aipda Bill Joozteen saat ditemui, Senin (22/3).

Kepada Aipda Bill Joozteen, Egi menceritakan kalau sejak usia 11 tahun atau saat duduk di bangku kelas V sekolah dasar, ibu kandungnya meninggal dunia pasca pulang bekerja dari Jakarta.

Egi bersama kakak dan adiknya akhirnya tinggal bersama kakek dan nenek mereka di Desa Oeltua. Egi pun membantu kakeknya berkebun karena sang nenek sakit-sakitan. Sementara ayahnya sibuk melaut karena bekerja sebagai nelayan dan ikut dengan kapal milik orang lain.

Egi mengaku kalau ia terpaksa putus sekolah karena ketiadaan biaya dan ia juga fokus membantu sang kakek mengolah kebun dan sawah.

Saat ini, Egi yang menjadi piatu masih memiliki niat dan tekad melanjutkan pendidikannya. Menyikapi itu, Aipda Bill Joozteen pun siap memfasilitasi dan membantu Egi untuk mengikuti program paket B setara SMP sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

“Saya siap membantu menyekolahkan Egi asalkan Egi tidak lagi mengulangi perbuatannya mencuri baik di kafe milik saya maupun di tempat lain. Egi harus berubah karena kamu memiliki masa depan,” ujarnya.

Ia juga menawarkan agar Egi bekerja sebagai petugas kebersihan di kafe sehingga bisa membiayai sekolah dan juga membantu kakek dan neneknya.

Aipda Bill Joozteen mengaku tidak tega memproses hukum Egi yang sudah mencuri. “Selain karena kasihan, saya juga iba dengan kehidupannya. Saya maafkan perbuatannya dengan harapan ia bertobat dan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” tandasnya.

Aipda Bill berharap dengan bantuan bahan makanan bisa membantu kehidupan Egi dan bantuan handphone serta uang juga membantu Egi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Egi juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap meneruskan pendidikannya serta tidak akan mencuri lagi. Ia juga menyesali perbuatannya. “Saya memang mencuri karena saya tidak ada handphone,” kata Egi. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top