Usai Pleno Penetapan KPU Malaka, Bupati Terpilih: 100 Hari Pertama Fokus Lakukan Audit | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Usai Pleno Penetapan KPU Malaka, Bupati Terpilih: 100 Hari Pertama Fokus Lakukan Audit


HASIL PLENO. Komisioner KPU Malaka menyerahkan hasil pleno penetapan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2020 kepada Bupati Malaka terpilih, Simon Nahak (kiri) bertempat aula Susteran SSPs, Betun, Senin (22/3). (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

POLITIK

Usai Pleno Penetapan KPU Malaka, Bupati Terpilih: 100 Hari Pertama Fokus Lakukan Audit


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka melakukan pleno terbuka penetapan Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Malaka terpilih hasil Pilkada serentak 2020 lalu, yakni Dr. Simon Nahak, SH., MH., dan Louise Lucki Taolin (SN-KT). Pleno penetapan itu berlangsung di aula Susteran SSPs, Betun, Senin (22/3).

Pleno penetapan ini dilakukan KPU Malaka setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan paslon Stefanus Bria Seran-Wendelinus Taolin (SBS-WT) dalam sidang pembacaan putusan Kamis (18/3) lalu.

Bupati Malaka terpilih, Simon Nahak usai pleno terbuka mengatakan bahwa setelah dirinya dilantik sebagai kepala daerah, dalam 100 hari pertama, pekerjaan yang ia fokuskan adalah melakukan audit terhadap seluruh instansi pemerintah hingga ke tingkat desa.

“Suka tidak suka, mau tidak mau, 100 hari pertema bekerja, saya akan adakan audit. Saya ingin meluruskan yang bengkok menjadi lurus, karena kita ingin kerja yang lurus dan bersih,” ungkap Bupati Malaka terpilih, Simon Nahak.

Simon menegaskan bahwa ia ingin bekerja secara lurus dan bersih, karena selama mengenyam pendidikan bahkan hingga bangku kuliah, ia tidak diajarkan untuk berbuat yang aneh-aneh atau bekerja tidak sesuai aturan.

Simon mengatakan, untuk melahirkan sebuah aturan di Malaka, prosesnya harus jelas. Misalnya membuat peraturan daerah (Perda), harus melalui tahapan dan kajian yang matang. Libatkan para ahli baru kemudian keluarkan keputusan, termasuk menerbitkan yang namanya peraturan bupati (Perbup). “Tahapan itu harus jelas, jika tidak minta maaf,” tandasnya.

Terkait dengan penetapan dirinya bersama Louise Lucki Taolin sebagai Bupati-Wabup Malaka terpilih, Simon Nahak menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU Malaka yang sudah bekerja keras sehingga hari ini (22/3), bisa sampai pada pleno penetapan.

                                                                      (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)
“Suka tidak suka, mau tidak mau, 100 hari pertema bekerja, saya akan adakan audit. Saya ingin meluruskan yang bengkok menjadi lurus, karena kita ingin kerja yang lurus dan bersih.” Bupati Malaka Terpilih, Simon Nahak.

“Terima kasih juga kepada semua keluarga dan masyarakat Kabupaten Malaka, terutama kepada Tuhan yang Maha Esa dan kepada leluhur serta alam semesta juga semua tim, juga teman-teman media, yang cukup agresif membangun opini yang begitu bagus sehingga bisa meraih kemenangan dalam Pilkada ini,” ungkapnya.

Dirinya berharap ke depan agar media bisa bekerjasama agar sama-sama mengawal pembangunan, karena membangun Malaka bukan hanya tugas Bupati sendiri, tetapi butuh keterlibatan semua pihak.

BACA JUGA: SN-KT Menang Sengketa Pilkada Malaka, SBS: Kita Bertemu Lagi 2024

BACA JUGA: Hasil Pleno PPK Tak Berubah, SN-KT Kalahkan SBS-WT di Malaka

BACA JUGA: Unggul Tipis, SN-KT Kuasai 8 Kecamatan, SBS-WT Cuma 4 Kecamatan

Simon Nahak juga menegaskan bahwa apa yang diplenokan oleh KPU hari ini bukan merupakan kemenangan paslon Simon Nahak-Louise Lucki Taolin semata, namun merupakan kemenangan seluruh rakyat.

“Perhelatan politik Pilkada Malaka sudah selesai, yang berlalu biarlah berlalu, bagaimana saat ini kita fokus ke depan untuk membangun Kabupaten Malaka,” cetusnya.

Simon Nahak secara khusus menyampaikan terima kasih kepada dr. Stefanus Bria Seran yang sudah memimpin dan membangun Malaka selama 5 tahun. Simon berjanji, hal yang baik yang dibangun Stef Bria Seran akan ia pertahankan, lestarikan, dan dijaga, sedangkan yang belum atau yang salah, dirinya akan luruskan.

“Ini penegasan saya supaya tidak salah persepsi. Kita sekarang bersaudara, bersahabat dengan semua stakeholder yang ada, serta semua golongan masyarakat. Sekarang tidak ada lagi nomor satu dan dua, dan sekarang kita satu bersaudara, satu untuk membangun Malaka dengan semangat yang ada sehingga betul-betul program Sakti yang ingin diwujudkan tidak hanya di bibir saja,” tandas Simon Nahak.

Sementara itu, Juru Bicara KPU Malaka, Yoseph Nahak mengatakan, pleno penetapan kepala daerah terpilih hari ini (22/3) secara formal mengacu pada landasan hukum yaitu Peraturan KPU Nomor 5 tahun 2020, tentang tahapan program dan jadwal pemilihan. Selain itu mengacu pada putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan Bupati-Wabup Malaka serta surat MK perihal penyampaian putusan MK ke KPU Malaka.

Atas dasar sejumlah ketentuan di atas, pleno penetapan paslon terpilih hari ini mengacu kepada keputusan KPU tentang rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara yang pernah dilakukan pada 16 Desember 2020.

Jadi berdasarkan keputusan KPU tentang rekapitulasi hasil, maka hari ini KPU menetapkan paslon yang memiliki suara terbanyak, sebagai pasangan calon terpilih. Dengan demikian, paslon yang ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih adalah Dr. Simon Nahak SH., MH., M.Hum-Louise Lucki Taolin (SN-KT) sebagai paslon peraih suara terbanyak.

Yoseph Nahak menambahka, setelah penetapan ini, pihaknya langsung menyampaikan hasil pleno ini ke DPRD Malaka untuk selanjutnya dikirim ke Mendagri melalui Gubernur NTT untuk proses pelantikan.

“Kami akan menindaklanjuti keputusan hari ini dengan menyampaikan dokumen-dokumen untuk usulan pengesahan dan pelantikan ke DPRD Malaka,” jelasnya. (mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top