Dalam 3 Tahun, 312 Ribu Ha Lahan di NTT Terbakar, Begini Respon Wagub | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dalam 3 Tahun, 312 Ribu Ha Lahan di NTT Terbakar, Begini Respon Wagub


Wagub NTT, Josef Nae Soi, Kapolda Irjen Pol. Lotharia Latif, Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Wadan Lantamal VII Kupang, Kadispers Lanud El Tari Kupang serta unsur Forkopimda lainnya foto bersama usai memantau Posko Presisi penanganan bencana, di Mapolda NTT, Senin (21/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dalam 3 Tahun, 312 Ribu Ha Lahan di NTT Terbakar, Begini Respon Wagub


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Dalam tiga tahun terakhir, terdata sebanyak 312.067 hektare lahan di Provinsi NTT mengalami kerusakan akibat bencana kebakaran. Mirisnya, setiap tahun ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), luasan lahan yang terbakar pun terus meningkat.

Mengantisipasi hal itu, Polda NTT membentuk posko terpadu penanganan Karhutla di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah hukum Polda NTT.

Kapolda NTT Irjen Pol. Lotharia Latif menjelaskan, keberadaan Posko Presisi Polda NTT bertujuan memantau dan memonitoring program pemerintah, salah satunya adalah penanganan masalah Karhutla di wilayah Provinsi NTT.

“Posko Presisi Polda NTT ini guna memantau program prioritas Kapolri serta penanganan Covid 19 dan penganan Karhutla (Mitigasi Hotspot) di seluruh NTT kuhususnya di wilayah NTT,” ujar Irjen Latif saat meninjau Posko Presisi Polda NTT usai apel kesiapan Penanggunalangan Bencana Alam dan Penanggulangan Karhutla, di Lapangan Mapolda NTT, Senin (22/3).

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi yang bersama Danrem 161 Wirasakti, Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Wadan Lantamal VII Kupang, Kadispers Lanud El Tari Kupang serta Forkopimda lainnya berkesempatan meninjau pos Presisi di Mapolda NTT.

BACA JUGA: Polda NTT Bentuk Posko Presisi, Ini Tujuannya

Wagub Nae Soi mengapresiasi upaya Polri dalam rangka pencegahan bencana di daerah.

Dikatakan dari 14 jenis bencana alam, 10 lainnya berpotensi terjadi di wilayah NTT. Oleh karena itu mesti ada persiapan seperti yang dilakukannya Polri sehingga mengingatkan kembali masyarakat terkait kesiap-siagaan.

“Kegiatan ini sangat positif karena menghadapi bencana harus ada sejumlah tahapan seperti mitigasi, peringatan dini, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Apel hari ini bertujuan agar mengingatkan kepada semua instansi untuk berkolaborasi dalam menangani bencana alam,” katanya.

Dikatakan disetiap bencana mesti menghindari kefatalan. Dengan alat yang disediakan dapat menghindari banyaknya korban jiwa.

Untuk diketahui, bencana alam yang terjadi di NTT paling banyak adalah kekeringan, lalu diikuti dengan penanganan pemerintah daerah sehingga bisa meminimalisir bencana lainnya.

Terhadap kebakaran hutan, kata Wagub, masyarakat NTT mayoritas berpofesi sebagai petani dan sering membuka lahan baru, membakar lahan. Selain itu aksi para oknum yang dilakukan dengan sengaja membakar lahan.

“Ke depan kita terus melakukan upaya sosialisasi terhadap masyarakat untuk tidak membakar sembarangan lahan karena berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat itu sendiri,” tandasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top