Ketua KPU Belu: Angka 18 Sejarah Luar Biasa untuk Belu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ketua KPU Belu: Angka 18 Sejarah Luar Biasa untuk Belu


PLENO TERBUKA. Ketua KPU Belu, Mikhael Nahak menyerahkan berita acara penetapan paslon Bupati-Wabup Belu dalam pleno terbuka di Hotel Matahari Atambua, Senin (22/3). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Ketua KPU Belu: Angka 18 Sejarah Luar Biasa untuk Belu


Paslon Agustinus Taolin-Aloysius Haleserens Resmi Bupati-Wabup Terpilih

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Belu akhirnya punya pemimpin terpilih yang baru, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat menetapkan pasangan calon (Paslon) Agustinus Taolin-Aloysius Haleserens (Sehati) sebagai Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Belu terpilih hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

Pleno terbuka penetapan paslon Bupati-Wabup Belu itu di lantai II Balroom Hotel Matahari, Senin (22/3). Pleno terbuka penetapan ini merupakan tindak lanjut atas perintah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan permohonan paslon nomor urut 02, Willybrodus Lay-J. T. Ose Luan pada sidang putusan Kamis (18/3) lalu.

Ketua KPU Belu, Mikhael Nahak dalam sambutannya mengatakan, pleno terbuka penetapan paslon Bupati-Wabup Belu terpilih merupakan suatu proses panjang, di mana sejak pleno rekapitulasi di tingkat kebupaten 16 Desember 2020, hasilnya tidak diterima sehingga berbuntut sengketa ke MK.

“Hari ini (Senin, 22/3, Red) sudah selesai setelah kita memulai babak baru pleno rekapitulasi KPU Kabupaten dan harus diputuskan di MK. Tapi itu hal yang biasa dalam proses demokrasi ini berupa angka unik. Bagaimana tidak, momentum yang luar biasa ini bertepatan ketika sengketa didaftarkan dengan nomor urut 18 pada tanggal 18. Putusannya pun juga berakhir di tanggal 18 bahkan nomor putusan juga tanggal 18. Ini suatu sejarah yang luar biasa, makna dari tanggal 18 ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa untuk Belu,” tandas Mikhael.

Dikatakan, setelah putusan MK, KPU Belu mendapat perintah untuk segera melakukan penetapan melalui pleno terbuka paslon Bupati-Wabup Belu terpilih yang dilakukan kemarin. Ini sesuai aturan bahwa pleno penetapan dilaksanakan paling lambat lima hari setelah salinan putusan MK diterima.

Dikatakan, putusan MK bersifat final dan mengikat, dimana kemenangan KPU adalah kemenangan bersama, kemenangan semua dan kemenangan pemilih di Belu. Sehingga setelah dilakukan pleno hasil dokumen penetapan paslon terpilih diserahkan kepada DPRD Belu, untuk selanjutnya dilakukan paripurna.

” Besok (Hari Ini, Red) kami akan menyerahkan semua dokumen kelengkapan paslon kepada DPRD Belu. Selanjutnya DPRD akan melakukan rapat paripurna untuk mengusulkan paslon terpilih kepada Kementerian Dalam Negeri untuk persiapan pelantikan,” tandasnya.

Menurut Mikhael, dengan diserahkannya dokumen kelengkapan paslon terpilih ke DPRD, maka tugas penyelenggara pun berakhir. Oleh karena itu, Mikhael mengajak semua untuk mengakhiri perbedaan politik di Rai Belu.

“Tugas kami sampai pada penyerahan ke DPRD. Mari kita akhiri perbedaan politik. Kiranya Tuhan memberkati kita semua,” tandas Mikhael.

Mikhael juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua masyarakat Belu sehingga Pilkada berjalan sukses dan aman juga lancar hingga pleno penetapan. Teristimewa kepada petugas keamanan, yakni polisi, TNI dan dukungan Pemkab Belu, pelaksanaan Pilkada tidak ada satu pun korban yang jatuh akibat proses demokrasi ini.

“Pilkada sudah selesai, terima kasih untuk semua dukungan dan partisipasi kelancaran pelaksanaan Pilkda. Satu kebanggaan untuk kita di Belu karena Pilkada tidak ada korban jiwa, juga tidak ada kluster Covid-19 di Pilkada,” ungkapnya.

Untuk diketahui, paslon Agustinus Taolin-Aloysius Haleserens (Sehati) ditetapkan sebagai Bupati-Wabup Belu terpilih berdasarkan berita acara penetapan paslon Nomor 16/PL.02-7/5304/KPU-KAP/III/2021. Isinya tentang penetapan paslon Bupati-Wabup Belu Terpilih, Pilkada Belu tahun 2020.

Rapat pleno terbuka penetapan itu dihadiri lima anggota KPU Belu, Ketua dan anggota Bawaslu, Plh. Bupati Belu, Pimpinan DPRD Belu, Kapolres Belu, Danyonif 742/ SWY, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Kadis Kominfo, Kepala Kesbangpol, Kasat Pol PP, Kadis Kesehatan, Kadis Dukcapil, paslon Sehati. Sedangkan rivalnya paslon Wilibrodus Lay-J. T. Ose Luan, tidak hadir dalam rapat pleno ini. (*)

PENULIS: JOHNI SIKI

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top