Kopdit AMT Bukukan Aset Rp 36 Miliar, Bupati Agas: Anggota Jangan Selingkuh | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kopdit AMT Bukukan Aset Rp 36 Miliar, Bupati Agas: Anggota Jangan Selingkuh


SERAHKAN SERTIFIKAT. Bupati Matim, Agas Andreas menyerahkan Sertifikat AMT sebagai koperasi kategori sehat dari Menteri Koperasi (Menkop) RI kepada Ketua Pengurus KSP Kopdit AMT, Daus Victor usai acara pembukaan RALB di aula KSP Kopdit AMT, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Senin (22/3). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Kopdit AMT Bukukan Aset Rp 36 Miliar, Bupati Agas: Anggota Jangan Selingkuh


BORONG, TIMEXKUPANG.com-KSP Koperasi Kredit (Kopdit) Abdi Manggarai Timur (AMT), yang dibentuk sejak 2009 lalu, kini genap berusia 12 tahun. Selama perjalanan hingga 31 Desember 2020, Kopdit AMT mencatatkan asetnya sebesar Rp 36.051.194.979. Angka ini naik 11 persen dari tahun 2019, yakni sebesar Rp 32.458.217.890.

“Kenaikan aset ini dipengaruhi oleh kenaikan simpanan saham, yakni simpanan pokok, wajib, dan swakarsa mencapai Rp 1.845.005.989,” jelas Ketua Badan Pengurus KSP Kopdit AMT, Daus Victor, SE, dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KSP Kopdit AMT tahun buku 2020, di aula KSP Kopdit AMT, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Senin (22/3).

RALB ini dihadiri dan dibuka langsung Bupati Matim, Agas Andreas. Hadir Ketua Pusat koperasi Kredit (Puskopdit) Manggarai, Tarsisius Hurmali, pimpinan OPD, Manajer KSP Kopdit AMT, Fransiska Ade Irma, sejumlah angggota KSP Kopdit AMT, dan seluruh bandan pengurus.

Daus Victor menyebutkan, selain aset, untuk jumlah anggota hingga 31 Desember 2020 sebanyak 6.524 orang. Jumlah ini juga mengalami kenaikan, dimana pada 2019 lalu, jumlah anggota KSP Kopdit AMT sebanyak 5.627 orang. Rinciannya, anggota dari kalangan ASN berjumlah 1.834 orang (20 persen) dan non ASN sebanyak 4.690 orang. Anggota laki-laki berjumlah 4.433 orang, dan perempuan 2.091 orang. Dewan Panasehat sebanyak 3 orang, Badan Pengurus (5 orang), Badan Pengawas (3 orang), manajer (1 orang), dan karyawan berjumlah 32 orang.

“Situasi rapat hari ini tidak seperti biasanya yang dihadiri ratusan anggota secara langsung. Baik di kantor pusat maupun utusan dari TP kantor cabang. Ini terjadi semata-mata karena situasi pendemi Covid-19, yang kita patuh dan taati bersama dalam rangka pengendalian penyebaran covid-19,” ujar Victor.

Ketua Puskopdit Manggarai, Tarsisius Hurmali, dalam kesempatan itu mengatakan, Kopdit AMT tidak hanya menjadi kebanggaan anggotanya sendiri, tetapi juga kebanggaan bagi semua anggota Puskopdit secara organisasi dan anggota secara pribadi. Tentu karena AMT telah bertumbuh dan berkembang, bersama Kopdit Primer lainnya, dengan cara aktif di dalam jaringan, untuk tolong menolong.

Tarsisius mengatakan, sesuai laporan pengurus, memperlihatkan bahwa per akhir 2020, Kopdit AMT menyimpan dana di Puskopdit Manggarai dalam bentuk Simpanan dan Sibuhar, dengan totalnya sekitar Rp 510 juta.

“Sampai akhir periode yang sama, Kopdit AMT masih mengelola dana SPD sebesar Rp 1 miliar. Jadi, semboyan aku susah engkau bantu, engkau susah saya bantu, tidak saja terjadi antara satu anggota terhadap anggota lain di dalam satu Kopdit. Tetapi juga di tingkat Kopdit Primer,” ungkap Tarsisius.

Menurutnya, saat ini, Puskopdit Manggarai beranggotakan 30 Kopdit Primer, dengan total anggota per Desember 2020 sejumlah 75 ribu orang, atau 10 persen dari seluruh warga Manggarai Raya. Data memperlihatkan bahwa total aset 30 Kopdit tersebut adalah Rp 400 milliar. Dana yang tersebar diantara anggotanya mencapai Rp 316 milliar.

“AMT kini memiliki aset senilai Rp 36 miliar, dengan total uang beredar di tangan anggota sebesar Rp 29 miliar. Aset sebesar itu adalah kumpulan kasih sayang yang dikelola secara rasional, untuk saling tolong menolong di antara 13.506 anggotanya, di seluruh Manggarai Raya,” katanya.

Sementara Bupati Agas, dalam kesempatan itu mengatakan RAT bagi koperasi merupakan hal yang mutlak harus dilaksanakan. RAT merupakan ciri dan sendi utama dalam menggerakan koperasi. Khusus untuk KSP Kopdit AMT, Pemkab Matim melalui dinas Perdagangan, Koperasi, UKM telah memberikan bantuan berupa dana perkuatan modal.

Bupati Agas menyebutkan, modal dalam bentuk dana bergulir, yakni tahun 2009 sebesar Rp 50.400.000. Tahun 2015 sebesar Rp 500.000.000. Tahun 2018 sebesar Rp 600.000.000. Selain bantuan perkuatan modal Pemkab Matim juga memberikan pendidikan dan pelatihan berupa pelatihan manajemen dan akuntansi koperasi bagi pengurus dan pengawas. Pelatihan lainnya juga dilakukan untuk menciptakan tenaga terampil bagi yang bergerak di sektor rill. Pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi koperasi di setiap kecamatan yang ada di Matim.

Sampai pada Desember 2020, jumlah koperasi aktif yang ada di Kabupaten Matim sebanyak 68 koperasi. Dimana jumlah anggotanya 37.032 orang. Jumlah modal sendiri Rp 99.799.925.796, dan jumlah aset Rp 225.169.491.625.

Bupati Agas berharap, pengurus hendaknya transparan menyampaikan kepada anggota perkembangan, kemajuan sekaligus kegagalan dalam koperasi selama tahun yang sudah berjalan. Juga anggota dan pengurus juga harus saling percaya dan kerja sama. Kepercayaan anggota kepada kantor koperasi AMT, itu bukan dilihat dari banyak simpanan saham dan lainnya.

“Kepercayaan itu diukur dari simpanan non saham. Saya minta pengurus koperasi ajari anggota koperasi AMT, untuk jangan selingkuh. Istilah selingkuh disini, karena ada anggota pinjam di koperasi, lalu simpannya di bank. Selingkuh itu tertarik dengan lembaga orang lain, sementara dia melepas milik sendiri,” tandas Bupati Agas. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top