BTNK Pamer Komodo Kurus ke Wisatawan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BTNK Pamer Komodo Kurus ke Wisatawan


Anggota Forkoma Mabar foto bersama dua ekor komodo yang kurus-kurus dalam kawasan TNK di Loh Liang, Pulau Komodo, Sabtu (19/3). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

BTNK Pamer Komodo Kurus ke Wisatawan


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memamerkan tiga ekor komodo yang kurus kepada para wisatawan yang berkunjung ke Loh Liang, Pulau Komodo. Hal itu mengundang tanya soal kinerja BTNK sebagai pengelolah kawasan itu.

“Bagaimana kami menyaksikan dengan mata kepala sendiri komodo kurus dipamerkan kepada setiap wisatawan yang datang ke sana. Sedih sekali,” ungkap Dr. Bernardus Barat Daya, anggota Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Manggarai Barat (Mabar), kepada TIMEX di Labuan Bajo, Selasa (23/3).

Melihat fakta kondisi fisik komodo kurus dipamerkan kepada setiap wisatawan, menurut Bernardus, hal ini menjadi preseden buruk tentang kinerja pihak pengelola kawasan TNK.

Dikatakan, seharusnya pihak BTNK berbuat sesuatu mengarantina komodo-komodo seperti itu, atau dengan cara apalah yang bisa menyelamatkan komodo supaya kondisi fisik bisa lebih gemuk dan sehat.

Setiap tahun, kata Bernardus anggaran milaran rupiah masuk ke BTNK sebagai pengelola dengan dasar kinerja menjaga dan merawat, bukan saja komodo tetapi seluruh biota alam dan lingkungan dalam kawasan itu.
Sayangnya pihak BTNK malah mempertontonkan komodo yang kurus-kurus ke wisatawan. “Kalau pamer komodo dengan fisik kurus begini kinerjamu apa? Hanya mau pungut uang dari tamu saja tetapi tanggungjawabmu merawat komodo dan lingkungan sekitar itu apa?” tanya Bernardus dengan nada kesal.

Bernardus yang juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Cabang Ende itu menyatakan, dengan mempertontonkan fisik komodo yang kurus itu ke wisatawan, sebenarnya tamparan keras buat pihak pengelola, kesan setiap wisatawan akan buruk dan nilai jual komodo di mata wisatawan akan turun. Hal ini bakal membuat wisatawan memiliki kesan negatif terhadap BTNK sendiri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar.

“Kalau melihat kondisi fisik komodo kurus begitu wisatawan akan membawa pulang kesan dan cerita buruk tentang komodo ini,” katanya.

Senada ditegaskan Ketua Forkoma Mabar, Jimy Jehadun. Dijelaskan yang disaksikan anggota forkoma bahwa kondisi fisik komodo adalah kurus dan tidak sehat. Karena itu, lanjut dia pihaknya ingin meminta pertanggungjawaban BTNK sebagai pengelola kawasan itu. Tidak sekadar memungut retribusi dari tamu atau wisatawan yang datang ke tempat tetapi juga bertanggungjawab merawat komodo.

“Kita desak supaya BTNK karantina atau bagaimana caranya, apalah untuk memulihkan kondisi fisik komodo yang kurus supaya lebih sehat bukan membiarkan lalu mempertontonkan kepada setiap tamu yang datang,” ujarnya

Dia menambahkan kunjungan Forkoma Mabar kali ini ke lima obyek wisata utama yakni Pulau Padar, Pulau Komodo, Pantai Pink atau Pinck Beach, Pulau Sembilan atau Taka Makasar dan Manta Point.

Sementara itu, Kepala BTNK Labuan Bajo, Lukita Awang Nistyantara ketika hendak dikonfirmasi di kantornya, tak bisa ditemui. Melalui security BTNK, menyebutkan kalau Lukita masih sibuk rapat. Padahal wartawan media ini sudah mengisi buku tamu. “Beliau bilang lagi rapat lewat zoom sehingga tidak bisa diganggu,” kata sang security kepada media ini.(Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top