Kadis PMD Optimis RPJMDesa Rampung Tepat Waktu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kadis PMD Optimis RPJMDesa Rampung Tepat Waktu


PEMAPARAN. Freand Teddy Neno, Kabag Advokasi UU Desa, Yayasan TLM GMIT Kupang (kanan) saat memaparkan materi tentang teknis penyusunan RPJMDesa, pada Bimtek hari kedua, di aula Kantor Camat Lobalain, Selasa (23/3). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Kadis PMD Optimis RPJMDesa Rampung Tepat Waktu


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD) Kabupaten Rote Ndao, Yames M. K. Therik optimistis, penyusunan dokumen Rencana Pembangungan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) diselesaikan tepat waktu oleh para kepala desa (Kades).

Rasa optimisme Yames itu karena dokumen yang akan dihasilkan melalui pendampingan secara berjenjang oleh tim Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) bersama pendamping desa.

Keyakinan lain, kata Yames, karena adanya Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap penyusunan dokumen RPJMDesa oleh Yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) GMIT Kupang, kepada para kepala desa yang baru dilantik di Kabupaten Rote Ndao. Bimtek itu sendiri telah dimulai sejak Senin (22/3), dan berakhir Jumat (26/3).

“Pasti, pasti kita capai. Targetnya, minimal tepat waktu untuk menyelesaikan dokumen RPJMDesa,” kata Yames kepada TIMEX, pada pelaksanaan Bimtek penyusunan Dokumen RPJMDesa wilayah pertama, yang dipusatkan di aula kantor Camat Lobalain, Senin (22/3).

Menurutnya, keyakinan itu timbul dari semangat yang ditunjukan oleh para Kades, saat berpartisipasi dalam pelaksanaan Bimtek. Ditargetkan dalam tempo 60 hari, Peraturan Desa (Perdes) tentang RPJMDesa, sudah rampung, dan dilakukan evaluasi.

Bahkan teknisnya, kata Kadis Yames, selain pendampingan oleh dinas yang dipimpinya, pihaknya juga akan memaksimalkan pendampingan oleh para tenaga ahli dan pendamping desa profesional untuk memfasilitasi Kades dan warganya. Ini agar dokumen RPJMDesa betul-betul dihasilkan secara partisipatif melalui forum-forum musyawarah yang dibangun di desa.

“Ini merupakan semangat dari teman-teman Kades yang begitu luar biasa dalam Bimtek ini. Sehingga kami (Dinas PMD) tentu terus mendorong tenam-teman pendamping, untuk optimal dalam memfasilitasi, hingga RPJMDesa ditetapkan,” kata Yames.

Yames juga mengingatkan para Kades untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada di desa, agar secara bersama-sama merumuskan arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama 6 tahun ke depan. Hal ini dimaksudkan untuk menggali setiap permasalahan yang belum terselesaikan.

Kadis PMD Rote Ndao, Yames M. K. Therik. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

Elemen masyarakat yang dimaksudkan, demikian Yames, mulai dari tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama. Dalam menjalankan fungsinya, elemen masyarakat yang berada di desa terus diberdayakan untuk ikut berperan menentukan rencana pembangunan desanya ke depan.

Sebagaimana disebutnya, keberhasilan tersebut terletak pada bagaimana pemerintah desa dapat membangun kebersamaan dengan semua elemen masyarakat. Sehingga proses pembangun desa, yang dimulai dari perencanaan, tidak terkesan menjadi tanggung jawab dan hanya dilakukan oleh pemerintah desa sendiri.

Terhadap pencapaian target penyelesaian dokumen RPJMDesa, Pendamping Desa Profesional (PDP) pada wilayah Kecamatan Lobalain, Thoby Buraen, mengatakan, 10 desa yang didampingi bersama seorang rekannya, telah berkomitmen untuk bersama-sama menyelesaikan dokumen tersebut. Thoby mengaku dibantu seorang Pendamping Lokal Desa (PLD).

“Kami ada 2 orang PDP dan satu orang PLD. Untuk tahun ini (2021) bersama para Kades, sudah ada komitmen untuk berusaha selesaikan RPJMDesa,” kata Thoby Buraen.

Menurutnya, dari 10 Kades yang harus menyelesaikan RPJMDesa di wilayah kerjanya, beberapa diantaranya sudah mulai melakukan tahapan penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan. Tahapan tersebut, kata Thoby, merupakan tahap yang dilakukan oleh tim penyusun RPJMdesa setelah terbentuk.

BACA JUGA: Gelar Bimtek Penyusunan RPJMDesa, TLM Datangkan Narasumber dari Kebumen

“Ada dua desa yang mulai melangkah pada tahapan selanjutnya, yakni desa Sanggaoen dan Kolobolon. Timnya sudah terbentuk dan saat ini mulai melakukan tugasnya,” sebut Thoby.

Thoby, kemudian merinci delapan desa lainnya, yang akan menyusul dengan membentuk tim penyusun RPJMDesa. Kedelapan desa tersebut adalah, Holoama, Oeleka, Oelunggu, Lekunik, Bebalain, Kuli, Kuli Aisele, dan Bebalain.

Thoby memastikan bahwa, untuk 10 desa di wilayah Kecamatan Lobalain, dokumen RPJMDesa ditetapkan paling lambat akhir Mei mendatang. Selanjutnya dimulai dengan menuyusun dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) tahun 2022 pada Juni 2021.

“Di akhir Mei paling lambat. Setelah itu pemerintah desa sudah bisa susun RKPDesa, untuk tahun depan (2022) dengan mengacu pada dokumen RPJMdesa yang sudah dibuat,” terangnya.

Kepala Desa Kolobolon, Esaf Mbuik, melalui Sekretaris Bena Adu, mengakui hal tersebut. Menurutnya, dokumen RPJMDesa, selain merupakan kewajiban, juga sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan tahunan, selama 6 tahun berturut-turut.

“Kami sudah siap untuk selesaikan dokumen RPJMDesa. Tahap demi tahap kami tempuh, untuk berusaha menghasilkan dokumen yang berkualitas,” kata Bena Adu.

Sementara itu, Yusuf Murtiono, Direktur Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dihadirkan oleh Yayasan TLM GMIT Kupang, sebagai narasumber dalam Bimtek, juga menyampaikan tahapan penyusunan RPJMDesa.

Yusuf menyebutkan, tahapan itu dimulai dengan membentuk tim, penyelarasan arah kebijakan, pengkajian keadaan desa dan musyawarah yang dilakukan pada tingkat paling bawah di dalam desa.

Penyusunan RPJMDesa, kata Yusuf, dilakukan melalui forum musyawarah desa. Setelah semua tahapan dilakukan, baru diikuti dengan penetapan.

“Sebelum menyusun (RPMJDesa, Red), terlebih dahulu kepala desa membentuk tim. Tim itulah yang akan melaksanakan sesuai tahapan yang diamanatkan. Intinya harus melalui forum musyawarah,” jelas Yusuf saat memaparkan materi pada Bimtek sesi pertama di aula Kantor Camat Lobalain, Senin (22/3).

Dinas PMD telah menjadwal pelaksanaan Bimtek pada empat wilayah yang dipilah. Selasa (23/3) kemarin, Bimtek diselenggarakan Yayasan TLM GMIT Kupang, diikuti oleh para Kades yang baru dilantik di dua wilayah kecamatan, yakni Rote Barat Laut dan Loaholu.

“Selain Bimtek yang dipusatkan di Kecamatan Rote Barat Laut, di Lobalain, masih dilanjutkan dengan teknis penyusunan RPJMDesa, yang kolaboratif disampaikan oleh dinas teknis (PMD), TLM dan juga Forum Komunikasi Desa (Forkomdes) tingkat Kabupaten Rote Ndao,” kata Kepala Devisi (Kadiv) Transformasi, Yayasan TLM GMIT Kupang, Ferdy Frans, kepada Timor Express, di Kantor Camat Lobalain, Selasa (23/3). (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top