Anggaran Terkena Refocusing, Stadion Mini di NBD Belum Bisa Dibangun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anggaran Terkena Refocusing, Stadion Mini di NBD Belum Bisa Dibangun


Kadispora Kota Kupang, Filmon Lulupoy. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

SPORT

Anggaran Terkena Refocusing, Stadion Mini di NBD Belum Bisa Dibangun


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berencana membangun sebuah sarana olahraga, yakni Stadion Mini di Kelurahan Nunbaun Delha (NBD). Hanya saja, anggaran senilai Rp 3 miliar yang telah disetujui dalam pembahasan anggaran tahun ini terkena refocusing untuk penanganan pencegahan Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Kupang, Filmon Lulupoy, saat diwawancarai, Rabu (24/3).

Menurutnua, anggaran yang disetujui dalam pembahasan anggaran murni 2021 sebesar Rp 3 miliar. Dana ini dipending sesuai keputusan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kupang, yang telah diterima oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

“Karena kebutuhan anggaran untuk Covid-19 lebih urgen dan sifatnya untuk kemanusiaan, maka harus dilakukan refocusing, dan kami sebagai dinas teknis tentunya sangat setuju karena untuk kepentingan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Filmon.

Dikatakan, tahun anggaran berikutnya, baik di perubahan anggaran maupun anggaran murni tahun 2022 mendatang, Dispora akan kembali mengusulkan untuk kegiatan pembangunan stadion mini ini.

Masih menurut dia, kegiatan pembangunan stadion mini ini memang termasuk dalam kegiatan yang tidak urgen dibandingkan dengan penanganan dan pencegahan Covid-19, sehingga memang lebih penting untuk di-refocusing.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalde Taek, mengatakan, terkait refocusing memang menjadi kewenangan pemerintah, tetapi perlu diingat bahwa harus ada skala prioritas.

Dia menjelaskan, dibandingkan dengan pembangunan-pembangunan taman, maka lebih baik dipending pembangunan taman daripada dipending pembangunan stadion mini.

Menurut Walde, pembangunan stadion mini ini sebenarnya lebih bermanfaat bagi masyarakat untuk pengembangan bakat dan minat serta olahraga prestasi.

“Yang jelas harus dilihat asas manfaat terhadap masyarakat. Tetapi jika dibandingkan dengan pembangunan taman, maka lebih baik pembangunan taman yang dipending. Kenapa pembangunan stadion mini yang dipending,” tanya Ewalde.

Walde melihat bahwa pembangunan taman yang saat ini tengah gencar dilakukan Pemkot merupakan salah satu yang tak urgen. Karena itu, dalam proses refocusing anggaran yang menjadi kewenangan pemerintah itu, yang perlu dilihat adalah urgensinya dan melihat skala prioritasnya.

“Memang kegiatan pembangunan stadion mini ini merupakan kegiatan yang bisa di pending, dan jika dibandingkan kegiatan pembangunan stadion mini dengan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, maka tentu lebih penting alokasi anggaran untuk Covid-19. Tetapi perlu dilihat kembali, program dan kegiatan yang tidak urgen juga banyak, salah satunya pembangunan taman,” tegas legislator DPRD Kota Kupang dua periode ini. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya SPORT

To Top