DPRD TTS Minta Inspektorat Audit Pengadaan Internet Desa, Bupati: Saya Tidak Intervensi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

DPRD TTS Minta Inspektorat Audit Pengadaan Internet Desa, Bupati: Saya Tidak Intervensi


Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

DPRD TTS Minta Inspektorat Audit Pengadaan Internet Desa, Bupati: Saya Tidak Intervensi


SOE, TIMEXKUPANG.com-Belakangan mencuat kabar miring terkait pengadaan internet desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang diadakan oleh 77 desa dari 266 desa di TTS tahun anggaran 2020 lalu. Kabar itu cukup hangat menjadi perbincangan publik, lantaran beredar informasi bahwa proyek internet desa dengan kapasitas 10 GB, kecepatan 6 MBPS, dengan biaya Rp Rp 26.500.000, dikerjakan oleh Nita Tahun, yang tak lain adalah anak Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun.

Menyikapi hal ini, Komisi I DPRD TTS dipimpin Uksam Selan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama BPMPD dan Bagian Tata Pemerintahan (Tatapem) Setda TTS. Dalam RDP itu, Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan menduga adanya potensi pelanggaran hukum dalam pelaksanaan pengadaan internet desa tersebut.

Maka dari itu, kata Uksam, Komisi I DPRD meminta Inspektorat TTS melakukan audit internal terhadap proyek pengadaan internet desa itu. Jika terdapat kesalahan administrasi dan masih bisa direvisi, maka secepatnua lakukan revisi. Namun jika terdapat unsur pelanggaran hukum, maka perlu diproses secara hukum.

Pasalnya, demikian Uksam, dari testimoni sejumlah kepala desa yang mengagadakan internet desa itu, terindikasi adanya pelanggaran hukum. Saat ini, kata Uksam, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS telah melakukan penyelidikan terhadap persoalan itu, maka pihaknya mendukung agar pihak Kejari TTS dapat mengungkap kasus itu secara terang benderang. “Kami bukan mau intervensi pihak kejaksaan. Tapi kami mendukung dan mrmantau proses hukum kasus ini, supaya dapat dibuka kepada publik secara terang benderang,” ungkap Uksam.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

Bupati Tidak Intervensi

Terpisah, Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun ketika dikonfirmasi di SoE, Rabu (24/3) membenarkan bahwa Nita adalah anak kandungnya. Berkaitan dengan pengadaan internet desa, anaknya dijadikan sebagai juru tagih oleh pihak PT. Telkom pada program internet desa di TTS.

Egusem juga membantah informasi yang berkembang bahwa proses pengadaan internet desa dilakukan atas intervensi dirinya Bupati TTS.

Egusem menegaskan bahwa hal itu tidak pernah Ia lakukan. Karena saat sosialisasi dan kesepakatan kerja sama oleh para kepala desa dan juga pihak PT Telkom sebagai penyedia saja, dirinya tidak berada di tempat sosialisasi.

Tentu kesepakatan kerja sama terjadi, karena pihak desa merasa membutuhkan fasilitas itu dalam melancarkan pekerjaan mereka. “Kan ada juga desa yang tidak pengadaan, itu karena mereka merasa belum membutuhkan fasilitas itu. Jadi kalau bilang saya intervensi, pasti semua desa di TTS ini mengadakan internet desa,” tandas Egusem.

Selanjutnya, terkait kabar bahwa sejumlah desa di TTS yang mengadakan internet desa, masih bisa dijangkau dengan jaringan internet seperti indihome, menurut Egusem, pihak-pihak yang berkomentar demikian, sepertinya tidak melakukan verivikasi terlebih dahulu. Verifikasi untuk memastikan apakah desa-desa yang mengadakan internet desa itu, sudah dijangkau jaringan yang bisa menyalurkan jaringan internet ataukah belum.

“Banyak yang bilang harusnya desa tidak perlu internet desa, tapi bisa pakai indihome. Padahal untuk pakai jaringan indihome, kan harus ada jaringannya dulu baru bisa,” tandas Egusem. (yop)

 

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top