Kemenkes: Vaksinasi Dosis Kedua untuk Dewasa Bisa Dilakukan Usai 28 Hari | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemenkes: Vaksinasi Dosis Kedua untuk Dewasa Bisa Dilakukan Usai 28 Hari


Menkes Budi Gunadi Sadikin (kanan) saat mendampingi Presiden Jokowi meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021) lalu. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

Kemenkes: Vaksinasi Dosis Kedua untuk Dewasa Bisa Dilakukan Usai 28 Hari


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan alternatif pilihan pelaksanaan vaksinasi untuk orang dewasa. Kini mereka bisa disuntik dosis kedua usai 28 hari, seperti halnya lansia. Aturan itu berubah dari sebelumnya di mana orang dewasa divaksinasi dosis kedua setelah 14 hari. Mengapa begitu?

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, interval penyuntikan vaksin Sinovac setelah 28 hari ini bukanlah perubahan waktu vaksinasi. Ini adalah penambahan alternatif pelaksanaan vaksinasi.

“Kalau kita baca surat Kemenkes kan penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua itu 28 hari untuk 18-59 tahun. Nah, alternatif ini artinya dapat dipilih untuk menyasar populasi dewasa dan lansia bersamaan,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/3).

“Jadi kan sekarang kita melaksanakan lansia dan pelayan publik. Yang pelayan publik kan ada di usia di bawah 60 tahun kan. Untuk memudahkan pelaksanaan itu bisa dilakukan sampai 28 hari,” imbuhnya.

Dia menegaskan, penambahan alternatif itu tak terkait dengan stok atau ketersediaan vaksin. “Nggak (Bukan karena stok, Red). Jadi untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.

Maka pelaksaan dosis kedua 28 hari sifatnya hanya sebagai alternatif untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan. Sehingga agar pelaksanaan vaksinasi bisa lebih efisien.

”Iya silakan para pelaksana untuk melaksanakan seperti apa. Jadi kalau misalnya sasaran dia memberi pelayan publik, ternyata yang lansia cuma satu, ya 14 hari aja. Tapi kalau misalnya 50 persen lansia, 50 persen usia di bawah 50 tahun ya berarti silakan kalau mau mengerjakan alternatif. Agar lebih efisien saja,” katanya.

Sebelumnya dalam edaran Kemenkes yang ditandatangani Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu disebutkan bahwa pelaksanaan vaksinasi Covid-19 telah dilakukan sejak 13 Januari 2021 dengan target sasaran 181,5 juta orang. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dan direncanakan dapat selesai dalam waktu 300 hari.

“Untuk itu perlu dilakukan pelaksanaan vaksinasi yang menggunakan vaksin sinovac baik single-dose maupun multi-dose dengan memperhatikan beberapa hal,” katanya.

Penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan.

Lalu vaksin Covid-19 harus digunakan secepatnya karena memiliki masa pakai yang pendek yaitu 6 bulan sejak tanggal produksi. Dibutuhkan monitoring ketat pemakaian vaksin dalam rangka mencegah pemborosan vaksin.

Optimalisasi indeks pemakaian vaksin dengan tetap menjaga mutu kualitas vaksin. Vaksin Covid-19 produksi PT. Biofarma dapat dioptimalkan penggunaannya sampai 11 dosis @0,5 ml, sesuai dengan surat Biofarma nomor SD-023.12/DIR/III/2012 tanggal 12 Maret 2021 perihal. Penjelasan volume vaksin. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top