Pemprov NTT Hibah Tanah untuk 475 KK Warga Eks Timtim, Duarte Soares: Terima Kasih Bapak Gubernur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemprov NTT Hibah Tanah untuk 475 KK Warga Eks Timtim, Duarte Soares: Terima Kasih Bapak Gubernur


HIBAH TANAH. Gubernur NTT, VBL menyerahkan dokumen hibah tanah kepada warga baru eks Timtim, bertempat di halaman Kapela St. Miguel Archanjo Haliwen, Rabu (24/3). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemprov NTT Hibah Tanah untuk 475 KK Warga Eks Timtim, Duarte Soares: Terima Kasih Bapak Gubernur


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 475 kepala keluarga (KK) warga baru eks Timor-Timur (Timtim) yang selama ini bermukim di depan area Bandara, Kampung Lesupu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, mendapat hibah tanah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT.

Hibah tanah itu diserahkan langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), bertempat di halaman depan Kapela St. Miguel Archanjo Haliwen, Rabu (24/3). Sebelum penyerahan, dilakukan penandatanganan berita acara hibah oleh Gubernur VBL bersama perwakilan Pemkab Belu, tokoh agama dan tiga orang tokoh masyarakat perwakilan dari 475 KK warga penerima hibah tanah dan disaksikan ratusan warga eks Timtim.

Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) NTT, Zeth Sonny Libing, dalam laporannya mengatakan, tanah yang dihibahkan ini milik Pemprov NTT seluas 46,3 hektar. Tanah ini diserahkan oleh Zakarias Maukura almarhum pada tahun 1980an kepada Pemprov NTT untuk pengembangan peternakan.

Menurut Sonny, tahun 1999, tanah ini kemudian dihuni oleh 474 KK penghuni baru eksodus Timtim. Atas kebijakan Gubernur NTT, maka Pemprov resmi menghibahkan lahan seluas 25 hektar kepada 475 KK. Perinciannya, setiap KK berhak tanah seluas 500m², Kapela Santo Miguel Archanjo Haliwen tanah seluas 2.500m², untuk Sekolah 7.500m², lahan untuk PAUD 500m², dan untuk pemakaman umum 2.000m² lebih.

“Kami memohon Bapak Gubernur (VBL, Red) untuk menandatangani berita acara serah terima hibah tanah kepada perwakilan masyarakat yang menerima, gereja dan juga kepada Pemkab Belu,” ujar Zeth Sonny Libing.

Sonny menambahkan, luas tanah yang lebih tetap menjadi milik Pemprov NTT. Direncanakan akan digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, baik itu pertanian maupun peternakan dengan melibatkan masyarakat sekitar.

“Tanah yang lebih itu menjadi milik Pemerintah Provinsi NTT, dan akan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sedangkan lahan yang sudah dihibahkan nanti staf saya akan memfasilitasi semuanya setelah memberikan hibah kepada masyarakat,” tandas Sonny.

Untuk diketahui, tanah yang dihibahkan itu merupakan janji Bupati Belu terpilih, Agus Taolin dan Alo Haleserens yang saat itu, dihadapan masyarakat berjanji bahwa jika terpilih akan menyerahkan lahan ini kepada warga baru.

Saat kampanye Pilkada Belu 2020 lalu, Agus Taolin dihadapan warga baru eks Timtim itu menyatakan ia telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT terkait rencana hibah itu. Ternyata sebelum Bupati-Wabup terpilih dilantik, tanah itu sudah dihibahkan Gubernur VBL. Pada lokasi tersebut terdapat sejumlah fasilitas publik seperti sekolah, gereja, PAUD, pemakaman umum, dan stadion olah raga.

Sementara itu, Duarte Soares Babo, Ketua RT 21A, Lingkungan Lesupu, Kelurahan Manumutin menuturkan, warga eks Timtim sejak 1999 mulai menempati kampung Lesupu ini.

Menurut Duarte, selama ini warga setempat belum bisa membangun rumah permanenn termasuk fasilitas lainnya karena tanah yang ditempati milik pemerintah. Tetapi saat ini semua warga lega dan senang serta bangga atas bantuan Pemprov NTT tersebut.

“Kami sudah 22 tahun tinggal di sini. Tetapi tidak bisa membangun. Syukur hari ini luar biasa kami senang dan bangga bisa mendapat hibah tanah. Terima kasih Bapak Gubernur dan Bapak Agus dan Bapak Alo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih yang sudah membantu kami warga baru,” ujar Duarte.

Duarte berharap semoga ke depan ada perhatian dari pemerintah pusat untuk membantu rumah layak huni kepada warga baru. Sebab selama ini alasan status tanah yang masih terikat sehingga belum bisa dibangun rumah permanen. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top