Yohanes dan Aloysius Divonis 2 Tahun Penjara, Stefanus 1 Tahun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Yohanes dan Aloysius Divonis 2 Tahun Penjara, Stefanus 1 Tahun


Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Foeh, SH. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Yohanes dan Aloysius Divonis 2 Tahun Penjara, Stefanus 1 Tahun


Kasus Korupsi Pengelolaan Dana Desa Tautpah, Kabupaten TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang telah menjatuhkan vonis bersalah kepada tiga terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum lama ini.

Dalam amar putusan tertanggal 4 Maret 2021 tersebut, Majelis Hakim Tipikor Kupang menjatuhkan vonis berbeda kepada ketiga terdakwa. Untuk Kepala Desa Aloysius Neno Usboko, hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun serta wajib membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara dan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 150 juta subsider 1 tahun penjara.

Selanjutnya, kontraktor pelaksana pengerjaan jalan dusun, Yohanes Badj dijatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun, serta wajib membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara dan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 181 juta subsider 10 bulan penjara.

Sedangkan untuk kontraktor pelaksana pembangunan embung, Stefanus Bolaer divonis penjara selama 1 tahun dan uang senilai Rp 47 juta yang dititipkan oleh terdakwa kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dianggap sebagai uang pengganti kerugian negara, sehingga dirampas untuk negara.

“Vonis yang dijatuhkan untuk terdakwa Aloysius Neno dan terdakwa Yohanes Badj saat ini sudah berkekuatan tetap atau inkrah. Terdakwa maupun JPU sudah menyatakan menerima vonis tersebut. Sementara untuk terdakwa Stefanus Bolaer, saat ini JPU telah menyatakan sikap untuk banding terhadap putusan majelis hakim,” ungkap Kasi Intel Kejari TTU, Benfrid C. Foeh Kepada Timor Express, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/3).

Benfrid menjelaskan, sikap untuk banding diambil oleh JPU tersebut lantaran dalam vonisnya tidak membebankan terdakwa Stefanus untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Karena itu, jelas Benfrid, JPU berpendapat, denda Rp 50 juta harus dijatuhkan kepada terdakwa dalam kasus korupsi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk pernyataan banding dan memori sudah kita ajukan per tanggal 12 Maret 2021 lalu. jadi tinggal menunggu putusan dari Pengadilan Tinggi Kupang,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top