Mudahkan Pelayanan Keuangan, Pemkab Matim-Bank NTT Teken Kesepakatan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mudahkan Pelayanan Keuangan, Pemkab Matim-Bank NTT Teken Kesepakatan


NOTA KESEPAKATAN. Bupati Matim, Agas Andreas (kanan) bersama Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (tengah) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama penerapan layanan perbankan untuk kas daerah berbasis digital atau online, bertempat di ruang rapat Bupati Matim, di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kamis (25/3). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Mudahkan Pelayanan Keuangan, Pemkab Matim-Bank NTT Teken Kesepakatan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) dan Bank NTT melakukan penandatanganan nota kesepakatan dalam rangka memudahkan segala aktifitas pelayanan keuangan daerah itu.

Poin-poin dalam nota kesepakatan itu tentang penerapan layanan perbankan untuk kas daerah melalui cash management System (CMS), SP2D online dan pembayaran pajak serta retribusi daerah secara online.

Penandatanganan nota kesepakatan ini dilakukan Bupati Matim, Agas Andreas dan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, bertempat di ruang rapat bupati, kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kamis (25/3). Acara ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup), Stef Jaghur, Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu, dan Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Steven Mesak.

Hadir juga Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa, Wakil Pemimpin Cabang Bank NTT Borong, Jhoni M. Taduhungu, Sekda Matim Boni Hasudungan, pimpinan OPD, Staf Ahli Bupati, para Asisten, sejumlah ASN di lingkup Pemkab Matim, dan karyawan Bank NTT Cabang Borong.

Sebelum acara penandatanganan itu, Dirut Alex Riwu Kaho bersama jajaran direksi diterima secara adat Manggarai.

“Dalam kerja sama ini kita dimudahkan dalam pelayanan keuangan. Tentu untuk meningkatkan pelayanan publik dalam hal penerimaan pembayaran pajak serta retribusi daerah berbasis online dan pengelolaan kas daerah menggunakan aplikasi secara efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Bupati Agas usai penandatanganan.

Bupati Agas mengatakan, dalam kerja sama itu akan ada integrasi sistem pemerintah daerah dengan sistem perbankan dalam hal penerapan SP2D secara online. Menurutnya, CMS merupakan aplikasi online yang tepat sebagai upaya memudahkan pelayanan pembayaran PBB secara online dan aktivitas pelayanan keuangan lainnya.

Pemkab Matim, kata Bupati Agas, sesungguhnya telah diberi keleluasaan dan kewenangan untuk menggali potensi pajak dan retribusi yang ada di daerah, demi meningkatkan PAD. Karena itu sangat diperlukan kreatifitas dan kemampuan mengeksplorasi semua potensi yang ada di daerah untuk menjadi sumber PAD.

“Untuk mencapai tujuan peningkatan PAD, salah satu hal utama yang perlu dilakukan adalah peningkatan kualitas pelayanan. OPD pengelola PAD diharuskan dan dituntut untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Sehingga pembayaran pajak secara online menjadi sangat penting,” ujar Bupati Agas.

Bupati Agas menambahkan, sebagai upaya peningkatan pelayanan penerimaan PAD, Pemkab Matim akan bersinergi dengan Bank NTT dalam membangun daerah. Untuk itu inovasi dalam menciptakan program-program sebagai upaya membangun daerah sangatlah diperlukan. “Salah satunya dengan hadirnya program aplikasi CMS ini,” tandasnya.

Aplikasi CMS, demikian Bupati Agas, menjadi payung berbagai transaksi pengeluaran daerah dengan berbagai manfaat diantaranya, transparansi, akuntability, percepatan, kemudahan, efisiensi, dan menjamin keamanan semua pihak, termasuk dalam pengurusan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

“Penandatanganan hari ini merupakan komitmen bersama sekaligus menindaklanjuti instruksi Presiden, Permendagri, dan berbagai regulasi dalam semangat tata kelola pemerintahan yang baik dan peningkatan transaksi non tunai serta optimalisasi pelayanan penerimaan daerah,” tegas Bupati Agas.

Sementara Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengatakan, pihaknya datang ke Matim karena ditugaskan oleh Bupati dan segenap unsur perangkat daerah di Matim. Hal mana sebagai salah satu pemilik dari Bank NTT, Matim telah memberikan deviden lebih kurang sekira Rp 84 miliar.

Dalam kurun waktu 10 tahun, kata Alex Riwu Kaho, deviden yang Bank NTT bayar untuk Pemkab Matim baru mencapai Rp 64 miliar lebih. Alex berharap tahun-tahun mendatang bisa mencapai sekira Rp 12 miliar dari laba yang diperoleh Bank NTT sebagai deviden bagi Pemkab Matim. Sehingga deviden yang ada bisa naik menjadi Rp 75 miliar.

“Dalam kaitan dengan kerja sama ini, memang sudah menjadi tugas Bank NTT untuk berkontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Matim. Karena selain mendukung tata kelola keuangan yang ada di Pemda Matim, Bank NTT juga siap ditugaskan oleh Bupati untuk menerjemahkan atau berpartisipasi dalam program kerja untuk meningkatkan PAD,” terang Alex Riwu Kaho.

Lanjut dia, tentu salah satunya melalui kantor-kantor atau jaringan layanan Bank NTT yang ada di Matim, dimana saat ini ada 168 agen Bank NTT yang tersebar di seluruh Matim. Agen ini, kata Alex, bisa dimanfaatkan sebagai kolektor untuk PBB. Mekanismenya nanti pihak Bank NT akan coba usul supaya di bawah pengawasan Dinas Pendapatan.

“Agen-agen ini nanti terikat kontrak dan kewajiban setoran minimum dari target yang tetapkan tabungan, untuk bisa menjadi jaminan bagi setoran PBB. Mereka bisa mempercepat atau mendekatkan layanan Pemerintah Kabupaten Matim dengan segenap masyarakat yang ada,” jelasnya.

Program Kredit Merdeka

Terkait upaya menunjang penguatan ekonomi rumah tangga atau masyarakat kecil serta usaha kecil, Alex menyebutkan, Bank NTT punya program kredit merdeka. Artinya merdeka dari bunga, merdeka dari jaminan, dan merdeka dari rentenir. Tapi platfonnya masih kecil dengan maksimum 5 juta.

Dalam kredit merdeka itu, demikian Alex, pendekatanya bukan angsuran kredit, tapi angsuran untuk menabung. Selain itu, sebagai rasa terima kasih kepada ASN di NTT, Bank NTT juga telah menurunkan bunga pinjaman bagi ASN sebesar 4 persen.

Terkait dengan PAD untuk 9 pajak daerah, tambah Alex, Bank NTT juga siap ditugaskan untuk memfasilitasi aplikasi.

“Mungkin dalam keterbatasan, perangkatnya disiapkan terlebih dahulu. Seperti nanti untuk pajak restoran atau retribusi galian C, dengan pasang portal. Dari sisi pariwisata, Bank NTT juga siapkan digitalisasinya. Tentu yang pasti kami siap untuk berpartisapasi dalam seluruh program pembangunan di Matim,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top