Selamatkan Demokrasi, Demokrat Kubu AHY Doa Bersama dan Konsolidasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Selamatkan Demokrasi, Demokrat Kubu AHY Doa Bersama dan Konsolidasi


KONSOLIDASI. Anggota Fraksi Demokrat DPR RI, Anita Jacoba Gah menyampaikan sambutannya pada acara doa bersama dan konsolidasi partai demokrat di Suba Suka Kupang, Jumat (26/3). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

POLITIK

Selamatkan Demokrasi, Demokrat Kubu AHY Doa Bersama dan Konsolidasi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Partai Demokrat tengah diperhadapkan dengan persoalan dualisme kepemimpinan ditingkat pusat. Kemelut tersebut juga mempengaruhi hingga kepengurusan tingkat ranting.

Kegelisahan akan kehancuran akan partai ini pun muncul dari para pendiri dan para anggota. Untuk memulihkan partai, anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, bersama pengurus kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tokoh masyarakat, tokoh agama menggelar doa bersama dan konsolidasi Partai Demokrat untuk menyelamatkan demokrasi bertempat di Suba Suka Kupang, Jumat (26/3).

Anita Jacoba Gah yang juga anggota Fraksi Demokrat DPR RI, dalam sambutannya mengatakan selain massa pandemi, keluarga besar Partai Demokrat tengah menghadapi tantangan yang luar biasa.

Anita mengaku, sebagai anggota partai dan juga sebagai anggota DPR RI selama 15 tahun ini, Ia sangat merasakan betul kondisi di internal partai.

Ia mengisahkan, sejak Demokrat hadir di NTT pada 2004, yang dibawa oleh Agustinus Gah, Bendera Partai Demokrat tertancap di NTT dan melalui kerja keras semua kepengurusan di tingkat provinsi hingga ke tingkat ranting-ranting.

Menginjakan kaki di tahun ke-16, kata Anita, tentu Ia sangat mengetahui persis perjalan partai ini. Dengan KLB di Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, sebagai anggota fraksi, Anita mengaku sangat terganggu.

Anita percaya dan memastikan bahwa setiap tantangan tentu ada soslusi terbaiknya dan yang menjadi pemenang adalah yang terbaik. “Kami juga menginginkan keadilan yang akan diperoleh dari sebuah kebenaran yang datang dari hikmat Tuhan,” katanya.

Anita menyebutkan, selama 17 tahun Partai Demokrat hadir di Indonesia, sebagai kader, dirinya menginginkan kesatuan dan ingin menyelamatkan demokrasi karena demokrasi harus dihargai, ditegakan, dan tidak boleh diinjak-injak. Demokrasi harus di junjung.

BACA JUGA: Moeldoko Jadi Ketum Partai Demokrat di KLB, SBY Minta Ampunan Tuhan

BACA JUGA: Datangi KPU dan Kesbangpol, DPC Demokrat Kota Kupang Serahkan AD/ART

“Dukungan doa dari semua masyarakat diharapkan bisa mendoakan bangsa ini agar demokrasi bisa ditegakan, jangan diperjualkan,” tegasnya.

Anita menandaskan bahwa demokrasi harus ditegakan di bumi Indonesia. Harus ditegakan secara adil-adilnya. Ini menjadi tanggung jawab semua warga negara. “Demokrasi harus di atas segala-galanya. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” tuturnya.

Yeheskial Adam, Ketua Klasis Kota Kupang pada kesempatan tersebut mengatakan, diera yang sangat maju ini, ketika ada kejadian di pusat sangat terganggu hingga ke daerah.

Kondisi Partai Demokrat ini mengakibatkan banyak perselesihan pendapat dan berdampak kepada pengurus dan anggota. Namun dari perspektif gereja, pihaknya ingin kebenar itulah yang ditegakan.

“Kebenaran dan keadilanlah yang kami inginkan jadi yang benar tetap benar yang salah tetap salah. Semoga Kemenkumham memutuskan sesuatu hikmat dan demokrasi,” katanya.

Tokoh masyarakat, Dominggus Hau mengatakan, pilihan demokrat NTT untuk menggelar doa bersama sangat tepat karena meminta kekuatan Tuhan itu harus diutamakan dan semua mengharapkan itu.

“Tekad dan doa bersama ini kami sangat mendukung agar persoalan ini segera berakhir dengan sebuah keadilan. Keadilan dan demokrasi mesti ditekan dalam keputusan yang diambil pemerintah melalui Kemenkumham,” katanya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top