Tasya Doek: Hati Selalu Bergetar Kala Menatap Mimbar Gereja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tasya Doek: Hati Selalu Bergetar Kala Menatap Mimbar Gereja


YUDISIUM. Mutiara Anastasya Doek usai mengkuti yudisium di Fakultas Teologi UKAW Kupang. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Tasya Doek: Hati Selalu Bergetar Kala Menatap Mimbar Gereja


Peraih IPK 3,93 Fakultas Teologia UKAW Kupang

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mutiara Anastasya Doek berhasil mencatatkan namanya sebagai lulusan terbaik Fakultas Teologia, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang periode Maret 2021. Gadis yang akrab disapa Tasya ini sukses menorehkan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,93.

Selain IPK tertinggi di fakultasnya, putri dari pasangan suami istri, Junus Doek dan Farida Haryati ini berhasil memempati posisi kedua perolehan IPK tertinggi kedua dari 565 lulusan serjana ke-61 periode Maret 2021 di UKAW.

Gadis kelahiran 23 Januari 1998 ini, sejak kecil sudah bercita-cita menjadi pendeta. Tasya mengaku hatinya selalu bergetar kala menatap mimbar gereja dengan sosok berjubah hitam di sana.

Pemilik skripsi berjudul “Spiritualitas Bela Rasa (Kajian Negatif Terhadap Teks Rut 2:1-9 dan Implementasinya Bagi Pemberdayaan Ekonomi Jemaat di Gereja Masehi Injili di Timor)” tersebut mengatakan, dengan rasa itu, Ia terus memotivasi diri untuk menempuh pendidikan dan mendalami ilmu teologis.

“Setiap saat saya selalu menggumuli untuk kuliah mengambil jurusan teologi,” katanya kepada media ini, Jumat (26/3).

Niatnya untuk menjadi pelayan Tuhan pun terjawab. Setelah menamatkan studinya di jenjang SMA, Tasya mulai berjuang menggapai impiannya dengan mendaftar ke perguruan tinggi.

Alumni SMAN 1 Kupang itu harus bekerja selama satu tahun, kemudian menjatuhkan pilihan ke Fakultas Teologi UKAW. “Pada waktu tamat SMA ketika teman-teman yang lain sedang mendaftarkan diri di universitas ternama di Kota Kupang bahkan di luar Kota Kupang, saya tidak mendaftar di mana pun karena saya tahu saya mau sekolah pendeta maka pilihan saya adalah UKAW,” ungkapnya.

Lewat perjuangannya, Tasya akhirnya dinyatakan diterima dan berproses di Fakultas Teologi UKAW melalui Rumah Pemuridan selama tiga tahun. Belajar untuk menimba ilmu dan juga membangun spiritualitas, belajar berelasi dan menjadi saudara bersama mereka yang tidak sedarah.

“Belajar bertanggung jawab untuk setiap hal yang dipercayakan dan yang paling membekas adalah belajar menghidupi motto hidup saya yakni Masterpiece of God,” katanya.

“Saya yakin, saya adalah karya Allah yang mulia. Itulah mengapa setiap proses yang dilalui adalah untuk membuat karya itu terus menjadi berharga layaknya mutiara. Belajar teologi adalah hal terindah karena saya diizinkan mengetahui isi hati Allah. Fokus pada satu langkah ke depan menjadi kunci untuk terus melangkah,” paparnya.

Tasya mengatakan, jangan dulu memikirkan kerikil atau lubang besar yang akan dilalui ketika melangkah. Satu-satunya cara untuk maju adalah dengan melangkah dan terus melangkah.

“Saya kira itu menjadi kunci mengapa saya bisa meraih predikat tersebut karena fokus untuk terus melangkah membuat saya tahu setiap tantangan dan proses akan membantu saya maju,” urainya.

Tasya Doek diketahui memiliki segudang prestasi membanggakan salama menjalani proses pendidikan di bangku kuliah. Diantaranya, pernah meraih juara pertama lomba baca Alkitab dalam Bahasa Kupang tingkat UKAW Tahun 2017.

Ia juga pernah meraih Juara II lomba Pidato Kerukunan FKUB NTT Mewakili UKAW Tahun 2018. Juara II lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat UKAW Tahun 2018. Juara I Lomba Menulis Jurnal Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal SYEMA Vol. 2 Fakultas Teologi UKAW Kupang Tahun 2019.

Selain itu Tasya juga Juara IV lomba Penulisan Bahan Bacaan Anak dalam rangka Gerakan Literasi Nasional Kantor Bahasa NTT Tahun 2020, dan masuk dalam 10 besar lomba Menulis Opini Nadi Informasi Tahun 2020 serta Juara I lomba Baca Alkitab dalam Bahasa Inggris.

Terhadap prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Universitasnya itu, Tasya Doek menjadi salah mahasiswa penerima beasiswa kerja sama UKAW dengan Uniting Church in Australia sejak tahun 2017 hingga 2019. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top