Masa Penahanan Berakhir, 4 Pelaku Pencurian Gading Bebas Demi Hukum | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masa Penahanan Berakhir, 4 Pelaku Pencurian Gading Bebas Demi Hukum


DILEPAS DEMI HUKUM. Empat terdakwa pelaku pencurian gading di Sikka dilepas dari tahanan karena habis masa penahanan. Keempat orang ini sedang mengajukan upaya kasasi atas kasus yang mereka hadapi ke Mahkamah Agung. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Masa Penahanan Berakhir, 4 Pelaku Pencurian Gading Bebas Demi Hukum


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Empat pelaku pencurian gading yang divonis hakim berupa hukuman 9 tahun penjara, kini boleh menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman 9 bulan 3 minggu.

Empat pelaku ini dibebaskan lantaran telah berakhirnya masa penahanan atas upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MK) setelah banding yang dilakukan para pelaku ke Pengadilan Tinggi Kupang justru menguatkan putusan tingkat pertama. Karena menempuh upaya hukum kasasi, masa penahanan terhadap empat orang ini bearakhir. Tepat pada Sabtu 20 Maret 2021 lalu.

Salah seorang keluarga dari keempat pelaku, yakni Marsel Isak kepada media ini di Maumere Minggu (21/3) menjelaskan, bahwa ia dan keluarganya mendatangi Rutan Kelas II-B Maumere untuk menanyakan surat perpanjangan penahanan terhadap empat orang anggota keluarganya yang berada dalam tahanan karena kasus pencurian gading. Keempat pelaku itu yakni, Wilibordus Rusteni alias Son, Yohanes Vendy Labo alias Moalaro, Laurensius Blebu alias Blebu, dan Yohanes Nong Frans alias Nong Kris.

“Saya dan keluarga datang hanya untuk menanyakan surat perpanjangan penahanan atas empat pelaku pencurian gading ke Kepala Rutan Maumere. Jawaban Karutan bahwa masih koordinasi dengan pihak Sekretaris PN Maumere,” jelas Marsel.

Hingga pukul 12.00 wita, Sabtu (20/3), kata Marsel, pihak Rutan Kelas II-B Maumere akhirnya mengeluarkan empat pelaku pencurian gading tersebut dari tahanan. Berita acara pembebasan empat tahanan itu ditandatangani Kepala Rutan Kelas II-B Maumere, Antonius Semuki, A.Md. IP., SH. Para tahanan itu dibebaskan demi hukum lantaran tidak adanya dasar hukum yang melindungi penahanannya lebih lanjut atas ke empat pelaku tersebut.

BACA JUGA: Tim Sapurata Polres Sikka Tangkap 7 Pelaku Pencurian Gading Pusaka

“Keempat orang ini dikeluarkan karena tidak memiliki dasar hukum yang melindungi penahanan lebih lanjut. Surat perpanjangan penahanan kepada keempatnya harus dikeluarkan oleh Mahkamah Agung,” jelas Marsel.

Marsel menyebutkan, keempat pelaku ini divonis PN Maumere dengan hukuman 9 tahun sementara dakwaan jaksa 6 tahun penjara. Atas tuntutan itu keempat pelaku kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang. Putusan Pengadilan Tinggi Kupang justru menguatkan putusan Pengadilan Negeri Maumere Nomor: 58/Pid.B/2020/PN Maumere tanggal 3 September 2020.

Atas putusan itu pelaku kemudian melakukan kasasi ke MA, dan hingga kini belum ada putusan MA tersebut. Menurut Marsel, siapapun WNI yang ditahan harus dilandasi dengan bukti penahanan dari yang berwewenang.

“Jadi kami bukan datang menjemput mereka karena kami keluarga merasa bahwa mereka itu belum final di proses hukum, sehingga kami menanyakan kelanjutan surat penahanan,” terang Marsel.

Salah seorang pelaku, Yohanes Vendy Labo kepada media ini menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sikka atas perbuatannya dan teman-temannya. Vendy mengaku dikeluarkan karena masa penahanan sudah berakhir tanggal 20 Maret 2021, bukan karena dibebaskan, namun masih menunggu proses lanjutannya. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top