Sikapi Bom Bunuh Diri di Makassar, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sikapi Bom Bunuh Diri di Makassar, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT


Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Meri Kolimon. (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Sikapi Bom Bunuh Diri di Makassar, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT


FKUB NTT Nyatakan Keprihatinan, Minta Kobarkan Semangat Persaudaraan

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pdt. Dr. Meri Kolimon mengimbau kepada seluruh warga GMIT di NTT untuk tetap tenang dan tidak boleh terprovokasi dengan adanya aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) pagi.

Pdt. Meri Kolimon meminta jemaat GMIT agar mempercayakan penyelesaian peristiwa ini kepada aparat keamanan yang berwenang, dan di NTT semuanya harus tetap tenang dan saling menjaga suasana kedamaian dalam masa menyambut Paskah.

“Kita tetap tenang, kita tetap berhikmat untuk menyambut Paskah, dan jangan terprovokasi. Percayakan dan doakan aparat keamanan di Makassar untuk melakukan tugas mereka menjaga keamanan,” pinta Pdt. Meri.

Pdt. Meri juga meminta agar jangan menyebarkan foto-foto dan video kejadian terutama foto dan video potongan tubuh manusia, karena memang itu dimaksudkan untuk menciptakan ketakutan dan kepanikan di masyarakat.

“Lebih baik kita penuhi media sosial kita dengan pesan-pesan yang positif, terutama bagi umat Kristiani, kita hari ini merayakan Minggu Palma, kita ingat tentang kisah Yusuf yang menunggangi keledai muda masuk ke Yerusalem. Kisah Injil ini menjadi pandu bagi kita dalam masa seperti ini (Masa menyambut Paskah, Red),” pesan Pdt. Meri.

“Kisah Injil ini juga menjadi panduan bagi kita semua agar tidak membalas kemarahan dengan kemarahan atau kebencian dengan kebencian, dan tetap berpegang pada kasih Kristus. Komitmen semua orang Kristen di Indonesia adalah untuk Indonesia yang damai,” tandas Pdt. Meri.

Masih menurut dia, Sinode GMIT juga akan berkoordinasi dengan pemerintah dan juga MUI, Keuskupan dan lembaga agama lainnya agar tetap menciptakan suasana aman dan damai di NTT.

FKUB Prihatin

Sementara itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTT menyatakan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar pada pagi hari ini yang terjadi sekira pukul 10.30 Wita.

“Kami menolak setiap bentuk kekerasan terhadap kemanusiaan dengan motif apapun, karena bertentangan dengan ajaran agama manapun. Tindakan tersebut sangat melukai rasa kemanusiaan seluruh bangsa Indonesia dan dunia,” ungkap Ketua FKUB NTT, Maria Theresia Geme melalui keterangannya Minggu (28/3).

FKUB NTT, kata Maria mendesak agar Kepolisian Negara RI segera mengungkapkan motif pelaku di balik peristiwa tersebut. “Kepada seluruh masyarakat NTT kami mengimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan rasa takut dengan meneruskan berita, video atau apapun dari sumber yang tidak jelas kapasitasnya. Mari kita beropini secara cerdas dan menyejukan hati. Kita terus kobarkan semangat doa agar lilin kasih persaudaraan tetap bernyala meski diterpa peristiwa-peristiwa yang memilukan hati,” harapnya. (mg25/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top