150 Prajurit TNI di Perbatasan RI-RDTL Terima Suntikan Vaksin AstraZeneca | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

150 Prajurit TNI di Perbatasan RI-RDTL Terima Suntikan Vaksin AstraZeneca


SUNTIK VAKSIN. Seorang vaksinator menyuntikkan vaksi AstraZeneca kepada salah satu prajurit Kodim 1618/TTU dalam kegiatan vaksinasi di aula Makodim 1618/TTU, Sabtu (27/3). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

150 Prajurit TNI di Perbatasan RI-RDTL Terima Suntikan Vaksin AstraZeneca


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 150 prajurit TNI dari Kodim 1618/TTU dan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di aula Makodim 1618/TTU, Sabtu (27/3).

Para prajurit ini menerima vaksinasi yang digunakan untuk prajurit TNI di daerah perbatasan, yakni vaksin AstraZeneca.

Kegiatan vaksinasi terhadap prajurit tersebut dihadiri langsung Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, Kapolres TTU AKBP Nelson Filepe Diaz Quintas, Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka, dan Wadan Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad, Kapten Arm Yoan Apreza.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi Kepada Timor Express, Sabtu (27/3) mengatakan, kuota vaksin yang diperoleh sebanyak 23 vial, dan diperuntukkan bagi 230 prajurit. Rinciannya 130 vial diterima prajurit Kodim 1618/TTU, dan 100 vial untuk prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad.

Dari jumlah yang telah ditargetkan tersebut, tidak semua prajurit TNI baik itu dari Kodim 1618/TTU maupun Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad langsung menerima suntikan vaksin karena sementara menjalankan tugas kedinasan.

Dari laporan diperoleh data sebanyak 26 prajurit Kodim 1618/TTU sementara melaksanakan kegiatan TMMD 110 di Desa Motadik, Kecamatan Biboki Anleu, dan prajurit TNI dari Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad sementara bertugas menjaga garis perbatasan.

“Jumlah Prajurit TNI yang mendapatkan vaksin AstraZeneca tersebut dari Kodim 1618/TTU sebanyak 104 orang, kemudian dari Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad sebanyak 46 orang. Jadi total sebanyak 150 orang. Untuk Prajurit TNI yang belum mendapatkan vaksin akan menyusul sesuai jadwal,” kata Dandim Roni.

Dandim Roni menambahkan, produk vaksin AstraZeneca yang diberikan kepada prajurit TNI tersebut telah diuji klinis dan melalui pemeriksaan serta mendapat izin penggunaan dari BPOM RI.

Adapun manfaat pemberian vaksin Covid-19 Astra Zeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan bahkan interval waktu tahap pertama dan kedua mencapai dua bulan. Sehingga, vaksin Covid-19 Astra Zeneca dapat mulai digunakan di kalangan TNI-Polri.

“Vaksin ini memang baru namun sudah teruji secara klinis sehingga mulai digunakan untuk kalangan TNI dan vaksin ini lebih bagus dari jenis vaksin sebelumnya,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka, mengatakan jenis vaksin yang digunakan hari ini adalah vaksin Astra Zeneca. Jenis vaksin tersebut serentak digunakan di kalangan TNI-Polri. Program tersebut merupakan hasil koordinasi lintas Kementerian Kesehatan, Mabes TNI dan Polri.

” Kalau untuk Sinovac setelah divaksin tahap pertama jeda waktu menuju vaksin tahap kedua 14 hari untuk umur produktif. Dan 28 hari untuk umur 60 tahun ke atas baru vaksin tahap dua. Perbedaan dengan Astra Zeneca, setelah dilakukan vaksin tahap pertama maka vaksin tahap kedua dilakukan setelah dua bulan kemudian,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top