Kemenag: Bom Makassar Cederai Kerukunan Bangsa, Masyarakat Agar Tenang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemenag: Bom Makassar Cederai Kerukunan Bangsa, Masyarakat Agar Tenang


Petugas Gegana Brimob Polda Sulsel membawa kantong mayat berisi serpihan tubuh untuk diperiksa terkait bom bunuh diri di gerbang masuk Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3). (FOTO: TAWAKKAL/FAJAR)

PERISTIWA/CRIME

Kemenag: Bom Makassar Cederai Kerukunan Bangsa, Masyarakat Agar Tenang


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Bom bunuh diri yang terjadi di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi) sangat mencederai kerukunan umat beragama. Kementerian Agama (kemenag) meminta masyarakat agar tetap tetang.

Direktur Jenderal Bina Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen Kemenag, Thomas Pentury mengimbau umat Kristiani tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Saya turut berduka atas kejadian bom Minggu (28/3) pagi di kompleks Gereja Katedral Makassar,” kata Thomas Pentury dalam keterangannya, Senin (29/3).

Thomas Pentury menyarankan umat Kristiani untuk tidak tersulut emosi. “Jangan sampai umat terpancing dan tambah menyulut pikiran-pikiran yang memperkeruh suasana. Kita akan ada ibadah Jumat Agung dan Paskah bersama-sama. Mari tetap tenang,” sambungnya.

Thomas Pentury mengajak umat Kristiani banyak berdoa dan memohon kepada Tuhan agar para pemimpin bangsa dan aparat mampu menjalankan tugasnya. Mereka mampu menjaga kerukunan sehingga warga bangsa bisa beribadah dengan tenang dan aman.

“Mari kita serahkan dan percayakan kepada pihak keamanan, kepolisian, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan tenang,” pesan Thomas.

BACA JUGA: Sikapi Bom Bunuh Diri di Makassar, Ini Permintaan Ketua Sinode GMIT

Diberitakan sebelumnya, bom bunuh diri Makassar yang terjadi pada Minggu (28/3) pagi, pukul 10.26 Wita mengakibatkan 20 orang luka-luka dan dua orang yang ditengarai sebagai pelaku tewas di tempat kejadian.

Sementara itu, Dirjen Bimas Katolik Kemenag Yohanes Bayu Samodro menilai peristiwa tersebut sangat mencederai kerukunan bangsa. “Ini adalah cedera bangsa. Bahwa bangsa ini tercederai dengan tindakan intoleransi yang berupa terorisme yang terjadi di Tanah Air kita,” jelas dia, Senin (29/3).

Yohanes Bayu Samodro sangat prihatin dan khawatir atas insiden tersebut. “Kami mengucapkan turut prihatin atas terjadinya peristiwa ini,” sambungnya.

Yohanes pun mengajak umat Katolik Indonesia untuk tetap menegakkan nilai-nilai moderasi beragama dan kerukunan antar umat beragama.

“Tetap tenang dalam menyikapi ini, tidak bersikap berlebihan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan dan penegak hukum untuk menuntaskan masalah ini,” pesannya.

Dia pun berharap kejadian ini tidak terjadi lagi. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di atas bumi kita ini,” pungkas dia. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top