Rote Ndao Butuh 2.600 Pegawai Baru, Kepala BKN: Kompetensi Rendah, ASN Bisa Disekolahkan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rote Ndao Butuh 2.600 Pegawai Baru, Kepala BKN: Kompetensi Rendah, ASN Bisa Disekolahkan


BERI KETERANGAN. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (kiri) tampak mendampingi Kepala BKN RI, Bima Haria Wibisana, memberi keterangan terkait kunkernya di Rote Ndao, usai mencetak tapak kakinya di situs sejarah tapak kaki, Kamis (25/3). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Rote Ndao Butuh 2.600 Pegawai Baru, Kepala BKN: Kompetensi Rendah, ASN Bisa Disekolahkan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao saat ini kekurangan 2.600 Aparatur Sipil Negara (ASN). Kekurangan ini mencapai 83,87 persen dari total ASN yan dimiliki saat ini. Hal ini berdampak pada pelayanan publik yang belum maksimal.

Kekurangan ASN ini telah disampaikan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI), Bima Haria Wibisana, saat berkunjung ke pulau terselatan NKRI itu, Jumat (26/3).

Menurut Bupati Paulina, kekurangan pegawai di lingkup Pemkab Rote Ndao ini berpengaru terhadap perhitungan beban kerja yang ada. “Ada sejumlah kendala yang dihadapi saat ini. Diantaranya, kekurangan ASN sekitar 2.600 orang,” ungkap Bupati Paulina Haning-Bullu saat beraudiens dengan Kepala BKN RI, Bima Haria Wibisana, di ruang kerja Bupati Rote Ndao, Jumat (26/3).

Bupati Paulina berharap kendala ini menjadi perhatian pemerintah pusat melalui kuota penerimaan pegawai yang dibutuhkan di Rote Ndao.

Bupati Paulina menyebutkan, Pemkab Rote Ndao saat ini memiliki total ASN sebanyak 3.100 orang. Jumlah ini merupakan akumulasi dari berbagai jenjang pendidikan yang ditempuh para ASN. Rinciannya ASN bergelar sarjana hingga doktor (S1-S3) sebanyak 1.046 orang, dan sebanyak 2.054 orang berijazah Sekolah Menengah Atas/seserajat (SMA/SMK).

Khusus yang bergelear S1 hingga S3, Bupati Paulina merincikan lagi, dimana terdiri dari seorang ASN bergelar Doktor (S3), 45 orang bergelar magister (S2), dan sisanya 1.000 ASN bergear sarjana (S1) atau Diploma IV.

“Sebagian dari ASN yang berijasah SMA/sederajat, yang saat ini sementara mengikuti pendidikan tinggi dengan status izin belajar dan tugas belajar,” kata Bupati Paulina.

Menanggapi kekurangan ASN yang dibutuhkan Pemkab Rote Ndao, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana menyatakan belum memastikan jumlahnya. Pasalnya penentuan jumlah diumumkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB).

Namun demikian, kata Bima, keseluruhan kuota ASN yang dibutuhkan secara nasional sebanyak 1,3 juta orang. Sementara terhadap perubahan status honorer, disebutnya tergantung formasi dari permintaan atau diusulkan pemerintah daerah, dan disetujui Menpan dan RB.

“Kuotanya nanti diumumkan oleh Pak Menpan RB, tapi totalnya 1,3 juta. Dan untuk perubahan status honorer, tergantung permintaan daerah, dan harus mendapat persetujuan dari Menpan,” terang Bima.

Selanjutnya terkait kuota CPNS yang akan dibuka tahun ini, menurut Bima, terdapat pembatasan jumlah terhadap tenaga administrasi. Saat ini, khusus untuk kuota tenaga administrasi sudah terlalu banyak yang dimiliki di setiap daerah sehingga difokuskan untuk peningkatan kompetensi yang berdampak pada etos kerja yang memadai.

Bima mengatakan, beban kerja merupakan tanggung jawab setiap pegawai, tidak dibebankan kepada oran lain. Sehingga biaya yang dikeluarkan oleh negara sebanding dengan apa yang dihasilkannya.

“Untuk tenaga administrasi, mungkin dibatasi, karena jumlahnya sudah sangat banyak. Ke depan, pemerintah fokus terhadap peningkatan kompetensi ASN, melalui pendidikan dan latihan, karena para ASN dibayar menggunakan uang rakyat yang harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Bima.

Terhadap peningkatan kompetensi ASN, Bima mengaku, telah menyarankan Bupati Rote Ndao, saat melakukan audiens. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah dengan menyekolahkan ASN yang masih kurang dalam kompetensinya.

“Harus ada upaya serius oleh pemerintah untuk menjamin peningkatkan kompetensi ASN, salah satunya adalah menyekolahkan. Itulah poin yang kami diskusikan bersama Bupati Rote Ndao,” pungkas Bima. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top