76 Tahun Tanpa Listrik, Bupati Sikka Bangun PLTS di Pulau Palue | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

76 Tahun Tanpa Listrik, Bupati Sikka Bangun PLTS di Pulau Palue


DOA. Pastor Paroki Lei memimpin doa Sabda sebelum acara peletakan batu pertama pembangunan PLTS di Pulau Palue, kemarin (29/3). Tampak Bupati Sikka, Robi Idong, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Sikka, Camat Palue, tokoh agama, tokoh masyarakat. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

76 Tahun Tanpa Listrik, Bupati Sikka Bangun PLTS di Pulau Palue


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTS di Pulau Palue. Jika sudah terwujud, kehidupan masyarakat setempat yang selama 76 tahun Indonesia merdeka hidup tanpa listrik, bisa terobati segera.

Kerinduan panjang masyarakat Palue untuk mendapatkan penerangan listrik segera terwujud, setelah Bupati yang akran disapa Robi ini mengunjungi pulau itu untuk meletakan batu pertama pembangunan PLTS. PLTS itu dibangun di atas tanah seluas 25.120 m2 milik Petrus Ware.

Camat Palue, Lorensius Lise menyebutkan, selama 76 tahun warganya hidup dalam kegelapan. Tak ada penerangan listrik. Kerinduan panjang itu akhirnya dijawab Bupati Robi dengan menghadirkan PLTS.

“Dari gelap terbitlah terang. Julukan ini lebih tepat disematkan kepada masyarakat Pulau Palue, karena selama 76 tahun masyarakat hidup dalam kegelapan. Namun kini kerinduan masyarakat akhirnya terwujud setelah bupati datang meletakan batu pertama pembangunan PLTS di Palue,” ungkap Lorensius saat menerima kunjungan Bupati Robi di Palue, Senin (29/3).

Lorensius menambahkan, Bupati Robi sudah berulang kali ke Pulau Palue dan menyaksikan sendiri masyarakat hidup tanpa penerangan listrik. Namun kali ini Bupati Robi kembali mengunjungi Palue, dan membawa sebuah harapan baru yakni peletakan batu pertama pembangunan PLTS.

Lima anggota DPRD Sikka asal Pulau Palue yang bersama Bupati Robi mengunjungi pulau itu kemarin memberikan dukungan atas pembangunan PLTS tersebut. Bahkan hadir pula 7 Laki Mosa (Bangsawan masyarakat Palue) untuk melakukan seremonial adat dalam pembangunan PLTS tersebut.

Lorensius juga menitipkan beberpa pesan kepada Bupati Sikka, diantaranya membuka ruas jalan poros tengah dari Desa Lidi menuju Kesokoja, dan jalan poros tengah kantor camat menuju Nitung.

“Kami mohon untuk membangun jalan poros tengah dari Desa Lidi menuju desa Kesokoja dan jalan poros tengah dari kantor camat menuju Nitung. Kami juga berharap agar Bapak Bupati membangun Puskesmas Tunggeo guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” pinta Lourensius.

Manager Perencanan PLN Flores Bagian Timur, I Wayan Adi yang juga hadir pada momen itu mengatakan, untuk mendapatkan listrik sudah banyak yang dikorbankan. Padamnya listrik, kata Wayan, cukup menentukan jalan hidup seseorang. Karena itu, Wayan menyatakan, PLN berkomitmen untuk membangun PLTS sampai menyala. “Apapun tantangannya, (PLN, Red) tidak akan mundur,” kata Wayan.

Wayan bahkan berjanji kepada masyarakat Palue, sebelum Hari Raya Natal 2021, listrik di pulau itu harus sudah menyala. Wayan menyatakan, saat ini listrik sudah menjadi sebuah kebutuhan utama.

Wayan menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pra konstruksi pembangunan PLTS itu. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembangunan pondasi dan pembangunan panel untuk pembangkit dan penyimpanan energi. Pembangunan PLTS ini, demikian Wayan, dilakukan oleh mitra PLN PT Indoelektrik dengan daya sebesar 760 KWP. Daya sebesar ini dapat memenuhi kebutuhan lima hingga enam tahun.

“Saya tidak akan mundur apapun tantangannya. Pembangunan akan jalan terus dan dipastikan sebelum hari raya Natal, listrik di Pulau Palue sudah dapat menyala. Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama untuk kebutuhan hidup manusia,“ terang Wayan.

Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karmiato Eri pada kesempatan itu menyampaikan bahwa keberpihakan Bupati Sikka terhadap orang Palue begitu tinggi. Karena itu lima anggota DPRD telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah guna membangun bersama rakyat. Karena itu Manto berharap masyarakat Palue harus mendukung pemerintah, bukan hanya pada saat peletakan batu pertama, tetapi dukungan harus terus berlanjut, dan bukan hanya pada saat momen politik.

Dengan hadirnya PLTS ini, Manto meyakini ekonomi masyarakat akan berkembang. Manto juga menitipkan masalah pelayanan Kapal Fery yang belum lancar terutama saat musim angin barat.

“Ini bukti bahwa keberpihakan Bupati Sikka terhadap masyarakat Palue sangat tinggi. Oleh karena itu, kita harus terus memberikan dukungan kepada pemerintah bukan hanya pada saat pelatakan batu pertama pembangunan PLTS atau momen politik, tetapi harus didukung untuk seterusnya,” jelas Manto.

Bupati Robi pada kesempatan itu mengatakan bahwa hadirnya anggota DPRD Sikka asal Palue dalam peletakan batu pertama pembangunan PLTS, sebagai bentuk kekuatan dan dukungan. Karena Bupati Robi berharap untuk tetap kompak. Palue, kata Robi, mempunyai cara politik yang luar biasa karena menghasilkan empat anggota DPRD. Karena itu jika ada konflik maka harus diselesaikan.

Robi menyebutkan, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dibangun ini memiliki daya cukup besar yaitu 760 KWP. Karena itu masyarakat dapat memanfaatkan sesuai kebutuhan, tidak perlu harus boros. “Sementara untuk Desa Lidi akan dibangun bersamaan dengan PLTS di Pulau Sukun,” ungkap Bupati Robi.

Bupati meminta camat dan para kepala desa di Pulue untuk mengkoordinir pemenuhan adminstrasi SR agar disiapkan dari saat ini sehingga dapat disinkronkan melalui DPMD saat asistensi anggaran desa. “Bagi warga yang menyediakan lahan untuk kepentingan umum, maka anggaran pembebasan lahan telah disiapkan dan tahun ini akan dibayar,” pungkas Robi ( Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top