Bupati Paulina Imbau Warga Bijak Bermedsos, Jangan Terprovokasi Aksi Bom Jelang Paskah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Paulina Imbau Warga Bijak Bermedsos, Jangan Terprovokasi Aksi Bom Jelang Paskah


SAPA WARGA. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu saat menyapa warga dalam kegiatan kunjungan kerjanya (Kunker) belum lama ini. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Paulina Imbau Warga Bijak Bermedsos, Jangan Terprovokasi Aksi Bom Jelang Paskah


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, angkat suara terkait aksi teror bom di Gereja Katedral Makasar, Sulewesi Selatan, pada Minggu (28/3) pagi. Selain menyatakan keprihatinan terhadap tindakan tersebut, Bupati Paulina mengimbau warganya agar bijak menggunakan media sosial (Bermedsos), sehingga tidak ikut terprovokasi dalam persiapan meyambut hari raya paskah.

Imbaun tersebut disampaikan Bupati Paulina sebagai langkah antisipatif mencegah terjadinya keretakan terhadap toleransi umat beragama, dimana menurutnya sudah sangat lama terbingkai indah dalam semangat ‘Ita Esa’ di ujung selatan Indonesia itu.

“Marilah kita bijak bermedia sosial dengan tidak ikut menyebar informasi yang belum pasti kebenaranya. Sehingga kita semua bisa tetap berada pada suasana sukacita menyambut perayaan Paskah bagi umat kristiani,” kata Bupati Paulina sebelum mengakhiri sambutanya dalam pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Desa, di Resto Mama Hoko, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Senin (29/3).

Menurut Bupati Paulina, aksi teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makasar, tidak mewakili salah satu agama, karena itu Bupati mengharapkan tidak terjadi di Kabupaten Rote Ndao, sebagai akibat dari pengaruh tidak bijak bermedsos.

Menyikapi aksi nekad pelaku bom bunuh diri, Bupati Paulina, mengatakan, tindakan tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang tidak menginginkan adanya kerukunan antar sesama umat beragama.

“Kami, pemerintah tidak menginginkan hal itu (Perpecahan, Red) terjadi di sini. Karena itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah-belah kerukunan kita yang sudah lama berdampingan sebagai umat beragama,” kata Bupati Paulina, yang kembali berharap agar seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao tetap tenang dalam menyosong Paskah.

“Kami terus berharap agar seluruh masyarakat dapat tenang untuk mempersiapkan diri menyongsong perayaan Paskah. Sekali lagi jangan terprovokasi dengan adanya informasi yang beredar di media sosial,” harap Bupati Paulina.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rote Ndao, H. Ahmad Kosso, pun senada dengan Bupati Paulina. Menurut Ahmad, aksi tersebut selain tidak berperi kemanusiaan juga tidak pernah diajarkan untuk dilakukan oleh agama apapun.

“Itu tindakan keji, tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan. Kami menyatakan tidak menerima, karena tidak pernah diajarkan untuk dilakukan oleh salah satu agama kita,” kata H. Ahmad Kosso saat dimintai tanggapanya oleh TIMEX, Senin (29/3), terkait aksi teror bom di Gereja Katedral Makasar.

Ahmad Koso juga meminta masyarakat agar tidak mengaitkan tindakan yang telah terjadi dengan agama tertentu. “Mohon tidak dikait-dikaitkan dengan agama tertentu, karena tindakan tersebut dilakukan oleh individu atau oknum,” harap Ahmad. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top