Eksekusi Lahan Berbuntut Konfik, Puluhan Rumah di Nekamese Dibakar dan Dirusaki, Kades dan Sekdes Ikut Pimpin Aksi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Eksekusi Lahan Berbuntut Konfik, Puluhan Rumah di Nekamese Dibakar dan Dirusaki, Kades dan Sekdes Ikut Pimpin Aksi


BUNTUT EKSEKUSI LAHAN. Rumah salah satu warga di Dusun II, Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang yang terbakar akibat kisruh dua kelompok massa lantaran persoalan eksekusi lahan akhir pekan lalu. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Eksekusi Lahan Berbuntut Konfik, Puluhan Rumah di Nekamese Dibakar dan Dirusaki, Kades dan Sekdes Ikut Pimpin Aksi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Eksekusi lahan sengketa seluas 5 hektare di Dusun II, Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang oleh Pengadilan Negeri Oelamasi terkait perkara perdata Nomor: 24/PdtG/2018/PN Oelamasi antara Paulus Teba selaku penggugat/terbanding/termohon kasasi/pemohon eksekusi dengan Nahor Bana dkk selaku tergugat/pembanding/pemohon kasasi/termohon eksekusi pada Jumat (26/3) akhir pekan lalu berbuntut panjang.

Eksekusi ini memicu aksi saling serang antara kedua belah pihak dan menyebabkan kurang lebih 15 unit rumah dibakar dan 5 rumah lainnya dirusaki. Rumah yang menjadi sasaran amukan massa itu milik kedua belah pihak. Aksi penyerangan dan pembakaran rumah milik warga ini merupakan aksi balasan dari pendukung penggugat, Paulus Teba, Minggu (27/3).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, menegaskan 20 unit rumah yang dibakar dan dirusaki itu merupakan buntut dari serangan pendukung pihak tergugat.

Pihak penggugat mendapat informasi bahwa para tergugat masih mendiami lokasi eksekusi tersebut dengan membangun tenda untuk tinggal sementara. Karena merasa tidak aman maka massa penggugat langsung ke lokasi yang dieksekusi dan mengusir agar para tergugat keluar dari lahan tersebut. Namun saat pengusiran tersebut terjadi pertengkaran dan perlawanan dari pendukung pihak tergugat.

“Tergugat membangun tenda dan penggugat mendatangi lokasi lalu mengusir para tergugat, maka timbul keributan,” jelasnya.

Akibat dari keributan itu, kata Rishian, kelompok pihak tergugat lalu membakar satu unit rumah milik mama kecil dari pengugat dan sejumlah unit motor. Kejadian ini memicu serangan balik dari kelompok pihak penggugat hingga nekad membakar 15 unit rumah warga.

“Serangan dan pembakaran rumah dipimpin Kepala Desa dan Sekdes Taloetan yang juga menjadi tergugat. Sedangkan penggugat usai mendapat serangan memobilisasi masa dari Kupang untuk menambah kekuatan,” jelasnya.

Saat kejadian ini, demikian Rishian, aparat kepolisian dipimpin Kapolsek Kupang Barat, Iptu Sadikin, S.Sos melakukan pendekatan dan mediasi. Polisi mengamankan sebanyak 44 orang dari kedua belah pihak yang bertikai.

“Mereka difasilitasi untuk menyelesaikan persoalan ini dan telah dilakukan pernyataan tidak akan melakukan perbuatan melawan hukum. Pernyataan ini disaksikan penggugat yang diwakili Paulus Teba dan perwakilan massa juga membuat surat pernyataan bermaterai,” ujarnya.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung mengaku terus melakukan pengamanan di lokasi mengantisipasi terjadinya serangan susulan. Ia juga berharap kedua belah pihak berbesar hati, jika ada pihak yang tidak merasa puas disarankan menempuh proses hukum lanjutan.

“Setiap masalah kalau tidak ada jalan keluar, bukan dielesaikan dengan kekersan. Tadi sudah kita tunjukan dari kedua belah pihak dengan kebesaran hati yang ada. Dan mereka bisa menerima. Ke depan tidak ada kesepakatan atau masih ada yang tidak puas melaporkan. Jadi kalau mereka melaporkan satu sama lain ya kita tunggu,” jelas Kapolres Aldinan.

Aldinan mengatakan, aparat Polisi berhasil mengamankan lokasi, dan kedua belah pihak sepakat membuat surat pernyataan tidak mengulangi kejadian yang sama.

Sebelumnya, diketahui polisi terpaksa mengamankan tiga orang warga yang melakukan perlawanan masing-masing Arwadi Mnir, 23, James Jabi, 27, dan Yunus Jabi, 20. Ketiganya merupakan warga RT 07/RW 04, Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top