Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B Mangkir dari Panggilan, Jaksa Lakukan Upaya Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B Mangkir dari Panggilan, Jaksa Lakukan Upaya Ini


Kasi Pidum Kejari TTU, Santi Efraim, SH. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B Mangkir dari Panggilan, Jaksa Lakukan Upaya Ini


Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan Dana Desa Naekake B

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) akhirnya melayangkan surat panggilan kedua (SP2) kepada Sekretaris Desa (Sekdes) dan Bendahara Desa Naekake B untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di wilayah itu yang berlangsung selama lima tahun anggaran.

Penyidik melayangkan panggilan kedua lantaran dalam panggilan pertama, Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B mangkir tanpa alasan yang jelas. Dalam SP2 itu, penyidik Kejari TTU meminta keduanya untuk menghadap pada 7 April 2021.

Kasi Pidum Kejari TTU, Santi Efraim kepada Timor Express, Rabu (31/3) menuturkan, proses penyidikan terhadap kasus dugaan Tipikor pengelolaan dana desa di Desa Naekake B sejak tahun anggaran 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020 sementara dalam proyek penyelidikan.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para pihak, namun Sekdes dan Bendahara mangkir sehingga penyidik melakukan pemanggilan kedua terhadap kedua pejabat Desa Naekake B.

“Kepala desa sudah datang kasih keterangan namun Sekertaris Desa dan Bendahara belum memenuhi panggilan penyidik sehingga dilakukan panggilan kedua untuk pekan depan,” ungkap Santi.

BACA JUGA: Usut Dugaan Korupsi Pengelolaan DD, Penyidik Kejari TTU Periksa Kades Naekake B

Santi menegaskan, apabila dalam panggilan kedua, Sekdes dan Bendahara tidak menghadap penyidik, maka akan dilakukan upaya paksa.

Santi menyebutkan, penyidik membutuhkan keterangan dari Sekdes dan Bendahara Desa Naekake B karena kedua pejabat desa itu disebut sebagai saksi kunci yang memiliki peran penting dalam pengelolaan dana desa selama lima tahun anggaran berturut-turut.

“Kalau panggilan kedua tidak diindahkan maka kami akan jemput paksa. Apalagi Sekdes dan Bendahara memiliki peran penting dalam kasus ini,” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejari TTU memeriksa Kepala Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Herminigildus Tob, Selasa (30/3).

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat atas dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Naekake B selama enam tahun berturut-turut, yakni tahun anggaran 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top