Teroris Beraksi di Mabes, Herman Herry: Sinyal Darurat Bagi Polri, BNPT, dan BIN | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Teroris Beraksi di Mabes, Herman Herry: Sinyal Darurat Bagi Polri, BNPT, dan BIN


Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry saat memimpin sidang komisi. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Teroris Beraksi di Mabes, Herman Herry: Sinyal Darurat Bagi Polri, BNPT, dan BIN


Ketua Komisi III DPR Minta Polri dan BNPT Perkuat Fungsi Intelejen

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Aparat kepolisian beberapa waktu terakhir gencar menangkap para terduga teroris di sejumlah daerah. Di tengah upaya pencegahan terorisme itu, Minggu (28/3) sebuah bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Di tengah upaya mengusut aksi terorisme di Makassar, selang tiga hari kemudian, pada Rabu (31/3) petang seorang perempuan pelaku teror berhasil masuk ke area Markas Besar (Mabes) Polri di Jln. Trunojoyo, Jakarta Selatan dan menodong aparat dengan senjata api.

Aparat pun sigap dengan berhasil melumpuhkan terduga pelaku teror itu dengan tembakan dan jatuh tersungkur di kompleks Mabes Polri.

Menyikapi aksi terorisme ini, Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry menyatakan mengecam dan mengutuk aksi teror yang belakangan terjadi di tanah air.

“Sebagai Ketua Komisi III DPR tentu saya mengecam dan mengutuk aksi terorisme yang belakangan terjadi di tanah air. Tindakan tersebut sungguh sangat melukai rasa kemanusiaan yang tidak dibenarkan oleh seluruh umat beragama. Oleh sebab itu, saya mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan terorisme di Indonesia,” pinta politikus PDI Perjuangan asal NTT saat dimintai komentarnya terkait aksi teror di Mabes Polri, Rabu (31/3).

Herman Herry juga memberi apresiasi terhadap kesigapan aparat keamanan di Mabes Polri yang langsung mengambil tindakan dengan melumpuhkan terduga pelaku teror itu.

Dikatakan, dari video yang beredar luas di publik, pelaku telah melakukan ancaman kepada petugas dengan menodongkan pistol, sehingga petugas pengamanan telah melakukan tindakan yang terukur untuk mencegah eskalasi aksi teror tersebut.

Politikus yang akrab disapa HH itu mengatakan, meski langkah terukur berhasil dilakukan aparat kepolisian, aksi terorisme ini juga menjadi sinyal darurat bagi Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Badan Intelejen Negara (BIN). Pasalnya dua aksi teror telah terjadi secara beruntun dalam seminggu terakhir.

Penangkapan yang dilakukan aparat keamanan terhadap terduga teroris beberapa waktu belakangan ini, kata HH, ternyata belum bisa efektif dalam membenam potensi aksi teror.

“Saya sebagai Ketua Komisi III meminta kepada Polri dan BNPT sebagai mitra kami untuk memperkuat fungsi intelejen dalam mendeteksi kejadian serupa dikemudian hari. Kejar dan tangkap pelaku teror ini dan usut hingga ke akarnya,” tegas HH yang sudah empat periode mewakili rakyat NTT sebagai legislator di Senayan itu.

Selain permintaan untuk memperkuat fungsi intelejen, HH juga mendorong Polri untuk memperkuat fungsi pengamanan di tengah masyarakat, khususnya kesiapan masyarakat menyambut perayaan Paskah dan bulan suci Ramadan. “Saya mendorong Polri untuk memperkuat fungsi pengamanan di tengah masyarakat, apalagi warga akan mempersiapkan diri menghadapi hari raya Paskah dan bulan puasa di bulan ini,” pungkas HH.

Ancam Pertahanan Negara

Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto juga mengutuk keras pelaku teror yang masuk ke Mabes Polri. Dia berpendapat bahwa teroris sudah berkeliaran.

“Saya mengutuk keras tindakan teror di Mabes Polri dan dimana pun. Tindakan teror dalam bentuk apa pun harus diberantas. Tindakan brutal, tidak berperikemanusiaan, dan sangat keji ini adalah musuh bagi kemanusiaan dan tidak layak mendapatkan tempat di mana pun,” ujar Didik kepada JawaPos.com, Rabu (31/3).

Menurut Didik, teror di Mabes Polri ini bukan hanya mengancam rasa aman masyarakat, tapi juga pertahanan negara. Untuk itu, Polri untuk bisa lebih waspada lagi.

“Untuk itu aparat keamanan dan aparat negara harus melawan segala bentuk kekuatan teror ini. Dengan kekuatan, sinergi yang utuh dan langkah-langkah cepat, tepat dan terukur tidak akan mungkin negara kalah dengan teroris,” katanya.

Dia mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas dan memutus mata rantai jaringan terorisme. “Dengan partisipasi yang utuh dari masyarakat maka akan memudahkan aparat kepolisian dalam mencegah, memberantas terorisme,” ungkapnya.

Diberitakan sebelum, polisi menembak orang tidak dikenal (OTK) yang diduga teroris. OTK itu memaksa masuk ke dalam salah satu gedung di Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasar video amatir, OTK berpakaian serba hitam telah terkapar di tanah. Sejumlah polisi bersenjata lengkap terlihat pula mendekati OTK itu.

Kemudian terdengar suara tembakan dari dalam gedung Mabes Polri. Saat ini Gedung Mabes Polri dijaga ketat. Terdengar suara tembakan sebanyak 6-7 kali di dekat gedung Bareskrim Polri Jakarta. (aln/jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top