Pdt. Fajar: Menyesali Dosa dan Memohon Pengampunan Yesus, Pasti Ada Keselamatan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pdt. Fajar: Menyesali Dosa dan Memohon Pengampunan Yesus, Pasti Ada Keselamatan


PERJAMUAN KUDUS JUMAT AGUNG. Seorang pelayanan JBK-BB, Lebinus Lelis (kanan0 menyodorkan anggur kepada salah seorang jemaat dalam kebaktian Perjamuan Kudus Jumat Agung, pada Jumat (2/4) petang. (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pdt. Fajar: Menyesali Dosa dan Memohon Pengampunan Yesus, Pasti Ada Keselamatan


Ratusan Jemaat JBK-BB Khusuk Jalani Perjamuan Kudus Jumat Agung

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Ratusan Jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat (JBK-BB), melakukan kebaktian Jumat Agung dengan khidmat pada Jumat (2/4) pagi. Kebaktian Jumat Agung yang berlangsung hanya sekali itu, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jarak duduk antarumat diatur berjarak sehingga ada sebagian yang beribadah dari tenda yang dipasang di luar gedung utama. Sebelum memasuki tempat kebaktian, umat diberi hand sanitizer dan wajib memakai masker.

Ketua Majelis JBK-BB, Pdt. Fajar Agung Lisnahan memimpin langsung kebaktian Jumat Agung pagi tadi. Mendasari khotbahnya, Pdt. Fajar mengambil bacaan Firman Tuhan dari Injil Lukas 23:33-49.

Dalam khotbah bertema “Kematian Kristus untuk Penyembuhan dan Pemulihan” itu Pdt. Fajar menyampaikan kisah kesengsaraan Yesus Kristus yang dihina, diolok-olok, disalibkan, mati dan bangkit pada yang ketiga yang dikenal dengan Paskah.

Pdt. Fajar menyebutkan bahwa apa yang dialami Yesus Kristus merupakan bentuk penggenapan Firman Tuhan. Karena itu, kata Pdt. Fajar, walau Yesus dihina, diolok, disalibkan dan mati, Yesus tetap memohon pengampunan atas apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang telah menyalibkan Yesus.

Kebaktian Perjamuan Kudus Jumat Agung di Jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (2/4). (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

“Yesus mati sebagai ganti atas dosa manusia. Inilah makna salib yang diimani salah seorang penyamun bahwa ia dan temannya pantas menerima penyaliban itu, bukan Yesus yang tidak bersalah. Disini jelas bahwa tidak ada kata terlambat untuk sebuah pertobatan dan pemulihan hidup,” tutur Pdt. Fajar.

Pdt. Fajar menekankan bahwa salib harus dipandang sebagai simbol yang menyembuhkan dan memulihkan. “Berbuat dosa itu mungkin hal biasa bagi kita, tapi sadarlah kita untuk bertobat. Siapa yang menyesali dosa dan memohon pengampunan Yesus, pasti ada keselamatan. Selagi ada waktu untuk bertobat, bertobatlah kita karena dalam Yesus ada kesembuhan dan pemulihan,” tandas Pdt. Fajar.

Sementara itu, lebih kurang 400an jemaat GMIT Bukit Kasih kembali menjalani kebaktian perjamuan kudus Jumat Agung pada Jumat (2/4) petang. Kebaktian yang dimulai sekira pukul 18.00 Wita berlangsung khusuk. Semua proses peribadatan dalam Perjamuan Kudus sebagai wujud peringatan akan peristiwa kesengsaraan dan kematian Yesus Kristus itu berlangsung aman dan lancar. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top