Pupuk Toleransi, Pemuda Muslim Baksos di Kapela St. Agustinus Bello | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pupuk Toleransi, Pemuda Muslim Baksos di Kapela St. Agustinus Bello


KOMPAK. Tampak sejumlah pemuda lintas agama sementara melaksanakan aksi bersih-bersih di Kapela St Agustinus Bello, Rabu (31/3). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pupuk Toleransi, Pemuda Muslim Baksos di Kapela St. Agustinus Bello


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah pemuda muslim melaksanakan bakti sosial (Baksos) melalui aksi bersih-bersih di Kapela St. Agustinus, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (31/3).

Pelaksanaan aksi bersih-bersih ini dalam rangka menyambut hari raya Paskah. Aksi tersebut juga dihadiri Pemuda GMIT Efata Bello, dan LBH Surya NTT serta anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bello.

Ketua Panitia Paskah 2021, Stef Mite, ketika ditemui Timor Express, di lokasi kegiatan, Rabu (31/3) mengaku sangat bersyukur karena rasa persaudaraan dan nilai-nilai toleransi serta kerukunan antar umat beragama sangat kental di NTT, khususnya Kota Kupang. Kehadiran saudara-saudara muslim bersama-sama umat untuk melakukan pembersihan kapela ini adalah wujud kebhinekaan yang kokoh.

“Kami merasa bersyukur dan berterimakasih. Inilah toleransi yang terus digaungkan agar toleransi ini tetap terjaga sampai kapanpun,” ungkapnya.

Aksi ini, lanjut Stef, menjadi cerminan bahwa kebhinekaan dan kerukunan menjadi contoh untuk provinsi lainnya. ” Kita berbeda-beda tapi tetap satu,” tandasnya.

Sementara Ketua KUB St. Elisabeth, Wawo Walter mengatakan bahwa partisipasi saudara muslim dalam aksi bersih-bersih di Kapela St. Agustinus Bello sangat luar biasa. “Mari kita terus pupuk rasa persaudaraan antar sesama tanpa membedakan suku, ras, dan agama,” harapnya.

Fathur Dopong, salah satu pemuda muslim yang hadir dalam aksi bersih-bersih di Kapela St Agustinus Bello, mengajak untuk bersama-sama terus merawat nilai toleransi antarumat beragama.

“Hari ini kita hadir di Kapela St. Agustinus Bello untuk bersama-sama melaksanakan aksi bersih-bersih dalam rangka menyambut hari raya Paskah. Kami sebagai warga NTT sangat cinta akan toleransi dan kebhinekaan. Bagi kami perbedaan itu sangat indah dan keindahan itu akan kami pupuk sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.

Ketua RW 3, Kelurahan Bello, Goris Takene yang hadir dalam aksi bersih-bersih tersebut menyebutkan bahwa kegiatan yang melibatkan pemuda lintas agama merupakan budaya orang NTT.

“Di mana saat hari besar keagamaan kami bahu-membahu berbaur menyiapkan kebersihan rumah ibadah umat Nasrani di Bello,” jelas Goris.

Goris menambahkan bahwa aksi ini sebenarnya salah satu cara pemuda untuk menceritakan kepada Indonesia bahwa kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar bukan dari komunitas keagamaan tertentu, tetapi merupakan oknum yang mengatasnamakan pribadi.

“Karena itu terkait kasus Makassar kita mesti melihatnya secara cerdas sehingga kerukunan dan kedamaian di NTT tetap terpelihara,” katanya. (Mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top