Jelang Tri Hari Suci, PLN UIW NTT Gelar Simulasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jelang Tri Hari Suci, PLN UIW NTT Gelar Simulasi


PEMAPARAN MATERI. Suasana pemaparan materi dasar tentang antisipasi ancaman teror kepada staf PLN UIW NTT, Rabu (31/3). (IST)

Advetorial

Jelang Tri Hari Suci, PLN UIW NTT Gelar Simulasi


Gandeng Satbrimobda NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com- PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT sigap terhadap bentuk tindak kriminal yang bakal terjadi jelang tri hari suci. Karena itu maka PLN UIW NTT menggelar simulasi tanggap darurat ancaman teror. Simulasi ini melibatkan Detasemen Gegana Satbrimobda NTT, Rabu (31/3) bertempat di halaman Kantor PLN UIW NTT.

Sesuai rilis yang diterima Kamis (31/3), General Manager (GM) PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko mengatakan bahwa simulasi ancaman kriminal yang dilakukan oleh PLN UIW NTT dengan melibatkan Satbrimobda NTT sebagai bentuk antisipasi jelang perayaan Paskah. Sebagai badan usaha negara yang wajib mengamankan aset negara, maka simulasi tersebut wajib dilakukan.

Dijelaskan Agustinus Jatmiko bahwa sesuai arahan dari Direktur Utama (Dirut) PLN bahwa PLN harus bisa memastikan aset-aset PLN aman dan dalam menyambut hari raya Paskah serta memasuki Bulan Ramadhan. Dan simulasi yang digelar kemarin sangat penting dan harus terus ditingkatkan sebagai ajang pelatihan untuk menguji, mengevaluasi, mengetahui dan memahami kondisi darurat dan gangguan.

“Beberapa simulasi yang dilaksanakan berupa latihan tanggap darurat kriminal, terorisme dan ancaman bom yang melibatkan 27 personel Satbrimobda NTT dengan karyawan dan satuan pengaman PLN. Mereka tergabung dalam latihan bersama dalam penanganan aksi teror sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 77 tahun 2019 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme dan Pelindungan terhadap Penyidik, Penuntut Umum, Hakim dan Petugas Pemasyarakatan,” kata GM PLN UIW NTT.

Selain simulasi, juga dilakukan pemaparan tentang materi-materi dasar Jibom (menjinakan bom), KBR (kimia, biologi dan radio aktif) dan Wanteror (lawan terror) kepada staf dan sekuriti PT PLN dan karyawan. Pemberian materi ini dilakukan sebelum melakukan praktik. Ini adalah teknik awal yang perlu diketahui apabila ditemukan adanya teror bom atau teroris baik di dalam kantor milik PLN atau di luar kantor dan seluruh aset-aset milik PT PLN.

Selanjutnya juga dilakukan peragaan yang berawal dari ancaman teror melalui telepon kemudian petugas satuan pengamanan sigap menginformasikan semua pegawai untuk evakuasi dan memberikan informasi kepada Biro K3L di kantor PLN UIW NTT sebagai laporan ancaman di kantor PLN. Selanjutnya, lalu PLN memberi tahu polisi terdekat sehingga Tim Gegana diturunkan dan melakukan evakuasi benda yang dicurigai sebagai bom tersebut.

”Harapannya bahwa semoga dengan adanya simulasi ini maka akan menguji, mengevaluasi dan mengetahui serta memahami kondisi darurat dan gangguan sehingga PLN mampu melakukan pengamanan bila kondisi terburuk terjadi sewaktu-waktu dalam menanggapi aksi teror, terimakasih juga kepada Brimob atas sinerginya hari ini (kemarin, Red),” tutup Agustinus Jatmiko. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

To Top