Perahu Nelayan Terseret Ombak Hantam Rumah Warga Kelapa Lima, Pemilik Rumah Mengungsi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perahu Nelayan Terseret Ombak Hantam Rumah Warga Kelapa Lima, Pemilik Rumah Mengungsi


RUMAH RUSAK. Rumah milik Amiludin Kaimba, warga RT 01/RW I, Kelurahan Kelapa Lima yang rusak parah akibat dihantam perahu nelayan yang diempaskan gelombang pasang pada Sabtu (3/4). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Perahu Nelayan Terseret Ombak Hantam Rumah Warga Kelapa Lima, Pemilik Rumah Mengungsi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gelombang besar yang terjadi di sepanjang pesisir utara Kota Kupang membuat warga di sepanjang pantai harus waspadai. Di Pantai Kelurahan Kelapa Lima misalnya, gelombang tinggi mengempaskan satu perahu nelayan hingga menghantam rumah penduduk pada Sabtu (3/4) sekira pukul 13.30 Wita.

Rumah tersebut milik Amiludin Kaimba, warga RT 01/RW I, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima. Kejadian tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian materi.

“Ada lima orang di dalam rumah, dan semuanya telah mengungsi untuk sementara waktu. Sekarang mereka tinggal di rumah keluarga,” jelas Angki La Ane, Ketua RT 01, Kelurahan Kelapa Lima, ketika dikonfirmasi TIMEX, Sabtu (3/4).

Angki mengaku telah mengimbau warganya yang bermukim di pesisir pantai utara Kota Kupang, khususnya di wilayah RT 01, Kelurahan Kelapa Lima agar meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya kondisi cuaca ekstrem ini bisa datang sewaktu-waktu tanpa disadari.

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Agung Sudiono Abadi, dalam keterangan pers yang diterima media ini menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa La Nina masih berlangsung paling tidak hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral.

Agung mengatakan, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan awan hujan.

BMKG, kata Agung, mendeteksi adanya bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur, dan diperkirakan akan cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Secara tidak langsung, demikian Agung, keberadaan bibit siklon 99S di Laut Sawu tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah NTT dalam periode beberapa hari ke depan.

Terutama di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sabu, Rote Ndao, Nagekeo, Ngada, Ende, sebagian Flores Timur, Lembata, Alor, dan Sumba Timur.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak, untuk potensi banjir bandang dalam periode hingga tiga hari ke depan dengan kategori siaga berpotensi terjadi di wilayah NTT, yakni di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, dan TTS.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem, yakni hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, dan gelombang tinggi, serta dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang,” pungkasnya. (Mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top