Perahu Terbalik di Ende, 1 Balita Meninggal, Garuda Tujuan Kupang Inapkan Penumpang di Makassar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perahu Terbalik di Ende, 1 Balita Meninggal, Garuda Tujuan Kupang Inapkan Penumpang di Makassar


BANJIR ROB. Gelombang tinggi di perairan Kelurahan Oesapa mengakibatkan banjir rob dan menggenangi permukiman dan lapak-lapak jualan para pedagang di Pasar Oesapa. Gambar diabadikan Sabtu (3/4). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Perahu Terbalik di Ende, 1 Balita Meninggal, Garuda Tujuan Kupang Inapkan Penumpang di Makassar


DPRD NTT Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan, Perkuat Koordinasi Hadapi Cuaca Extrem

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Di tengah perayaan Jumat Agung dan Hari Raya Paskah, masyarakat NTT dikejutkan dengan cuaca yang tidak menentu. Sebagaimana rilis BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia termasuk NTT. Bahkan BMKG memberi sinyal dalam periode hingga tiga hari ke depan dengan kategori siaga.

Akibat hujan dengan intensitas sangat lebat hingga sedang ini berbagai bencana hidrometeorologi dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, dan pohon tumbang.

Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa dalam keterangan tertulis yang diterima TIMEXKUPANG.com, Sabtu (30/4) malam menyebutkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, hari ini (3/4) terdapat delapan kabupaten terdampak langsung kondisi bencana ini.

Kedelapan kabupaten tersebut yakni, Malaka, Kabupaten Kupang, Lembata, Ende, Sikka, Manggari Timur, Sabu Raijua, dan Kota Kupang. Selain itu, hasil media monitoring, akibat cuaca yang tak bersahabat di Kota Kupang, sejumlah penerbangan dari dan ke Kota Kupang terganggu. Beberapa penerbangan ke Bandara El Tari Kupang terpaksa dialihkan ke Bandara Sultan Hasanudin, di Makassar.

Meski otoritas bandara tidak menutup penerbangan namun berakibat sejumlah penerbangan tertunda.

Jener Alison, warga Jakarta yang hendak ke Kupang menumpang penerbangan Garuda Indonesia tak bisa mendarat di Bandara El Tari, dan penerbangan dialihkan ke Bandara Sultan Hasanuddin. “Kita ini malam tidur di Makassar, mudah-mudahan cuaca baik sehingga besok bisa ke Kupang,” ungkap Jener dalam percakapan telepon dengan TIMEX, Sabtu (3/4). “Tadi pilot berusaha untuk mendarat, tapi tiba-tiba pesawat kembali naik dan taunya kita mendarat di Makassar. Infonya cuaca di Kupang tidak bagus sehingga tidak bisa mendarat,” jelas Jener.

Dari Ende dilaporkan akibat angin kencang, satu perahu tenggelam mengakibatkan seorang balita meninggal dunia.

Hujan berkepanjangan terdampak di Kabupaten Malaka, derasnya arus air yang mengakibatkan banjir bandang di sekitar Sungai Benenain, wilayah Kecamatan Malaka Barat. Bencana alam banjir juga melanda Desa Motaulun, Desa Naas dan Umatoos akibat luapan air sungai Benenain dan jebolnya tanggul.

Demikian halnya Kota Kupang tak luput dari ancaman bencana. Selain beberapa video kiriman netizen, terdampak paling parah dari meluapnya air ke badan jalan adalah RS Bhayangkara Polda NTT. Rumah Sakit ini terendam air dari badan jalan yang berada tepat di depan pintu gerbang masuk rumah sakit hingga ke ruang perawatan pasien.

Menyikapi cuaca ekstrem ini, Yunus meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui BPBD NTT agar meningkatkan kewaspadaan.

Politikus PDI Perjuangan asal Sumba Timur ini mengharapkan agar Pemprov NTT segera memperkuat koordinasi, dengan mengaktifkan serta membentuk posko bencana di setiap daerah sehingga bisa cepat menangani bencana yang dialami masyarakat.

“Kerahkan semua kekuatan, termasuk bantuan kepada wilayah terdampak, seperti evakuasi dan penyaluran bantuan logistik,” katanya.

Yunus juga menegaskan agar petugas BPBD segera melakukan patroli dan memantau kejadian di wilayah masing-masing, dan apabila menemukan persoalan atau kasus segera kirimkan bantuan tanggap darurat karena rakyat terdampak bencana pasti sangat membutuhkan.

“Pantau dan bantu masyarakat di bibir pantai, akibat dampak banjir rob, daerah aliran sungai (DAS) maupun permukiman warga yang kini tengah menerima dampak serius,” pinta Yunus.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Famdale-Sayuna, mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang.

Dikatakan pemerintah segera melakukan koordinasi secara berjenjang baik dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota terkait ancaman bencana yang terjadi di wilayah NTT dan mengambil langkah antisipasi yang perlu dilakukan.

“Butuh kerja bersama antara berbagai pihak baik BPBD NTT, TNI, Polisi, Dinas PUPR, PLN, Dinas Sosial, para relawan, aparatur kecamatan, kesa dan kelurahan untuk mengantisipasi munculnya bencana. Dengan koordinasi yang baik dapat menangani pascabencana dengan cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material cukup besar,” katanya.

Politikus Partai Golkar itu juga meminta pemerintah daerah agar dapat menggunakan dana tanggap darurat yang ada di pos APBD masing-masing, serta bila perlu dilakukan sharing pembiayaan untuk membantu masyarakat pasca bencana serta perbaikan terhadap sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana.

“Perlu sosialisasi yang masif kepada seluruh masyarakat tentang ancaman badai yang terjadi di NTT sehingga masyarakat paham dan lebih waspada,” tutupnya. (Mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top