BKP Kupang Musnahkan Buah Kering Asal Tiongkok dan Benih dari Singapura | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BKP Kupang Musnahkan Buah Kering Asal Tiongkok dan Benih dari Singapura


PEMUSNAHAN. Kepala BKP Kelas 1 Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar bersama jajaran dan sejumlah pejabat dari unsur terkait seperti Bea Cukai, Polsek Alak, dan BKIPM melakukan pemusnahan terhadap komoditas tanpa sertifikat kesehatan asal Tiongkok dan Singapura bertempat di kantor BKP Kupang, Senin (29/3). (FOTO: BKP Kupang for TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

BKP Kupang Musnahkan Buah Kering Asal Tiongkok dan Benih dari Singapura


Tergolong Benih Kategori Risiko Tinggi Penyebar Virus atau Bakteri

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Kupang kembali melakukan pemusnahan terhadap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah negara Republik Indonesia melalui Kantor Pos Indonesia Kupang beberapa waktu lalu.

Pemusnahan yang dilakukan di kantor BKP Kelas 1 Kupang pada Senin (29/3) itu karena komoditas pertanian itu tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan (Phytosanitary Certificate) dari negara asal, yakni Tiongkok dan Singapura. Sebelumnya, lembaga ini juga memusnahkan sejumlah media pembawa virus asal ngara Timor Leste.

“Dokumen kesehatan dari negara asal sebagai jaminan kesehatan bagi komoditas pertanian yang diimpor ini penting guna melindungi sumber pangan kita,” ungkap Khaeruddin, SP., M.Si., Subkoordinator Bidang Pengawasan dan Penindakan, BKPertanian Kelas 1 Kupang melalui keterangan tertulisnya kepada TIMEX, Senin (29/3).

Khaeruddin menyebutkan, sebelum dilakukan pemusnahan, BKP Kupang telah memberi kesempatan kepada pemilik untuk melengkapi dokumen komoditas tersebut, tetapi sesuai jangka waktu yang diberikan selama tiga hari sebagaimana ketentuan dalam pasal 45 ayat 4 sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019, yang bersangkutan tak bisa memenuhi.

Khaeruddin menyebutkan, komoditas pertanian yang dimusnahkan itu berupa benih biji hyacinthus sebanyak dua bungkus dari barang serah terima Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Kupang dengan nomor: BAST-10/WBC.13/KPP.MP.0502/2020 tanggal 26 Oktober 2020. Benih tersebut merupakan barang yang dikirim dari negara Singapura, dimana pemilik barang adalah Findo Sadipun yang beralamat di Maumere, Kabupaten Sikka.

Selain itu, lanjut Khaeruddin, kiriman berupa irisan buah apel, nanas, jeruk, dan buah naga yang dikeringkan sebanyak 200 lembar, dengam berat 4kg. Kiriman ini berasal dari Tiongkok, dan diserah terima Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Kupang dengan nomor: BAST-01/WBC.13/KPP.MP.0502/2021 tanggal 29 Januari 2021. Barang kiriman ini dikirim tanggal 19 Januari 2021, berasal dari Dongguan Guandong, Tiongkok. Pemilik barang adalah Kichi Jacob yang beralamat di Kelurahan Nunbun Delha, Kota Kupang, NTT.

BACA JUGA: Karantina Pertanian Musnahkan Media Virus dari Timor Leste 

Benih ini, jelas Khaeruddin, tergolong dalam kategori risiko tinggi (high risk), yang dapat memiliki risiko penyebaran virus atau bakteri.

“Potensi penyebaran penyakit bagi produk benih sangat berbahaya karena bersifat laten, yaitu gejala penyakit dapat muncul/terlihat ketika benih tersebut sudah tumbuh di pertanaman. Sehingga dapat menyebabkan potensi kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Oleh karena itu Karantina Pertanian memiliki peran untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dari negara luar tersebut dengan melakukan pemeriksaan setiap komoditas yang dibawa ditempat pemasukan maupun pengeluaran seperti bandara, pelabuhan, kantor pos, maupun pos lintas batas negara,” urai Heru, sapaan akrab Khaeruddin.

Heru menyebutkan, sesuai amanat UU Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dalam pasal 33 disebutkan bahwa tindakan karantina pemusnahan terhadap media pembawa penyakit tumbuhan ini dilakukan dengan cara dibakar.

“Hal ini sesuai dengan tata cara pemusnahan yang ditetapkan Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 pasal 47 ayat 1 yang menyatakan bila pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, menghancurkan, mengubur, dan/atau pemusnahan lain yang sesuai, sehingga media pembawa tidak mungkin lagi menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit serta tidak menganggu kesehatan manusia dan tidak menimbulkan kerusakan sumber daya alam hayati,” papar Heru.

Kepala BKP Kelas 1 Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar menegaskan, kegiatan pemusnahan ini juga sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya sertifikat kesehatan tumbuhan maupun Hewan menyertai komoditas pertanian yang dilalulintaskan dan dimasukan ke wilayah Indonesia.

Tindakan pemusnahan yang berlangsung di kantor BKP Kelas 1 Kupang ini dihadiri utusan dari sejumlah instansi terkait, yaitu Bea Cukai, Kepolisian Sektor (Polsek) Alak, dan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top