BPBD Kota Kupang Data 657 Rumah Rusak dengan Perkiraan 2.190 Korban Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPBD Kota Kupang Data 657 Rumah Rusak dengan Perkiraan 2.190 Korban Bencana


TERGENANG. Rumah warga di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang yang tergenang air akibat hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (3/4). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

BPBD Kota Kupang Data 657 Rumah Rusak dengan Perkiraan 2.190 Korban Bencana


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mencatat, seluruh kelurahan di enam kecamatan di wilayah Kota Kupang terdampak bencana, baik hujan, angin, longsor, pohon tumbang, dan gelombang pasang. Cuaca ekstrem yang melanda Kota Kupang dan sekitarnya selama tiga hari terakhir telah menyebabkan sejumlah kerugian material.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Jemy Deerens Didok, mengatakan, sejak Jumat (2/4) hingga Minggu (4/4), tercatat 657 rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya, di wilayah Kecamatan Maulafa 3 rumah rusak dengan perkiraan nilai kerugian atau kerusakan mencapai Rp 215.100.000. Selanjutnya di Kecamatan Alak dengan 18 rumah rusak, perkiraan nilai kerugian atau kerusakan mencapai Rp 886.000.000. Kemudian di Kecamatan Kota Raja terdapat 164 rumah rusak dengan perkiraan nilai kerugian atau kerusakan sebesar Rp 7.224.150.000.

Di Kecamatan Kelapa Lima, terdata 189 rumah warga mengalami kerusakan dengan perkiraan nilai kerugian sebesar Rp 5.159.575.000. Kecamatan Kota Lama terdapat 61 rumah, dengan perkiraan nilai kerugian atau kerusakan sebesar Rp 2.682.400.000. Lalu Kecamatan Oebobo, terdata 222 rumah dengan perkiraan nilai kerugian atau kerusakan sebesar Rp 7.731.400.000.

Secara total dari 657 rumah warga yang rusak karena terendam banjir, longsor, dan terpaan angin serta akibat gelombang pasang diperkirakan nilai kerugiannnya sebesar Rp 24.923.625.000.

Untuk kerusakan infrastruktur, kata Jemy, terdata ruas jalan Taebenu rusak akibat longsor sepanjang 100 meter. Perkiraan nilai kerugian atau kerusakan sebesar Rp 350.000.000.

Tembok penahan Pantai Oesapa Barat, di Kelurahan Oesapa Barat, terjadi kerusakan pada jalan inspeksi sepanjang 25 meter dengan perkiraan nilai kerugian atau kerusakan sebesar Rp 87.500.000. Jumlah keseluruhan untuk kerusakan infrastruktur mencapai Rp 437.500.000.

Jemy melanjutkan, jumlah penduduk yang terdampak bencana sebanyak 743 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa diperkirakan lebih kurang 2.190 orang.

Perinciannya, di Kecamatan Maulafa sebanyak 3 KK (12 jiwa), Kecamatan Alak (18 KK/54 jiwa), Kecamatan Kota Raja (164 KK/656 jiwa), Kecamatan Kelapa Lima (189 KK/756 Jiwa), Kecamatan Kota Lama (61 KK/244 jiwa), dan Kecamatan Oebobo (222 KK/888 jiwa).

“Rumah yang tertimpa pohon tumbang sebanyak 10 unit. Pohon tumbang menutup akses jalan kurang lebih 15 pohon besar,” katanya.

BACA JUGA: Kota Kupang Darurat Bencana, Pemkot Bangun 2 Dapur Umum

Jemy mengatakan, upaya penanganan yang dilakukan BPBD Kota Kupang, sejak Sabtu (3/4) sampai Minggu (4/4) adalah bersama Team Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lokasi kejadian sekaligus memberikan penanganan darurat dalam penanganan bencana akibat cuaca ekstrem.

“Untuk penanganan banjir belum ditindaklanjuti karena intensitas curah hujan sangat tinggi sehingga belum ditangani,” katanya.

Dikatakan, pada Minggu (4/4) sekira jam 18.30 Wita, TRC kembali ke Posko BPBD Kota Kupang dan langsung mengadakan rapat dipimpin Kalak BPBD Kota Kupang membahas situasi yang terjadi. “Malam ini rencananya jam 21.00 Wita, kami akan melaporkan kepada Bapak Wali Kota Kupang tentang bencana yang di alami masyarakat,” sebut Jemy.

Jemy menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada Wali Kota Kupang untuk menetapkan status tanggap darurat bencana, merujuk pada korban bencana yang terus bertambah hingga malam ini.

Jemy menyatakan, dana yang tersedia pada di DPA BPBD Kota Kupang tahun anggaran 2021 untuk penanganan darurat bencana tidak ada, sehigga pihaknya mengusulkan untuk pemakaian anggaran mendahului demi meringankan beban masyarakat yang mengalami bencana.

“Dengan keterbatasan anggaran pada DPA BPBD Kota Kupang, maka diusulkan untuk pemakaian anggaran mendahului atau mengunakan anggaran tidak terduga yang ada pada Sekretariat Kota Kupang,” ungkapnya.

Jemy meyebutkan, usulan ini untuk mempercepat penanganan terhadap warga terdampak bencana. Untuk pemberian bantuan logistik terhadap warga yang rumahnya rusak akan diambil dari bufferstock yang ada di BPBD Kota Kupang.

Sementara untuk untuk perbaikan dan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana, tambah Jemy, akan di usulkan atau diajukan proposal kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top