NTT Terkepung Bencana Hidrometereologi, Walhi Desak Gubernur NTT Tetapkan Status Darurat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

NTT Terkepung Bencana Hidrometereologi, Walhi Desak Gubernur NTT Tetapkan Status Darurat


Direktur Eksekutif WALHI NTT, Umbu Wulang T Paranggi. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

NTT Terkepung Bencana Hidrometereologi, Walhi Desak Gubernur NTT Tetapkan Status Darurat


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Hujan deras disertai angin kencang serta gelombang tinggi yang melanda NTT lima hari terakhir telah membawa bencana di sejumlah daerah.

Dalam temuan lapangan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT, bencana hidrometereologi akibat fenomena La Nina ini meluas di seluruh pulau di NTT. Dampaknya pun signifikan, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia, ribuan orang mengungsi, ribuan rumah terendam banjir, dan terkena longsor. Ditambahkan dengan fasilitas publik yang luluh lantak, seperti jembatan dan bendungan.

Direktur Eksekutif WALHI NTT, Umbu Wulang T. Paranggi kepada TIMEXKUPANG.com, Minggu (4/4) memperkirakan kerugian yang dialami akibat badai hingga saat ini mencapai triliunan rupiah.

Melihat eskalasi bencana meluas dan daya rusak yang ada, seperti cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan dan kemampuan sumber daya alam maupun buatan, WALHI NTT meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat (VBL) untuk segera menetapkan status darurat bencana daerah sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Hal ini, kata Umbu Wulang, penting karena menjadi landasan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempunyai kemudahan akses meliputi pengerahan sumber daya manusia, pengerahan peralatan, pengerahan logistik, imigrasi, beacukai, dan karantina.

Selain itu, katanya, BPBD juga lebih mudah mengakses ke perizinan, pengadaan barang/jasa, pengelolaan dan pertanggungjawaban uang dan/atau barang, penyelamatan serta komando untuk memerintahkan sektor/lembaga.

“Kalau penetapan status darurat bencana tidak dilakukan, sulit bagi BPBD untuk bekerja maksimal terutama dari segi kebijakan penanggulangan bencana. Status darurat bencana penting untuk mempermudah layanan cepat buat rakyat,” ujar Umbu Wulang.

Saat ini, menurut Umbu Wulang, yang harus diprioritaskan adalah pencarian dan penyelamatan korban, pertolongan darurat dan evakuasi korban ke tempat yang aman. Selain itu sebagaimana mandat UUU, pemenuhan kebutuhan dasar harus juga prioritas, seperti bantuan penyediaan kebutuhan air bersih dan sanitasi, pangan, sandang, pelayanan kesehatan, pelayanan psikososial, penampungan dan tempat hunian.

Menindaklanjuti peringatan dari BMKG bahwa fenomena La Nina akan berlangsung hingga akhir April bahkan hingga Mei, WALHI NTT meminta Pemprov segera melakukan konsolidasi bersama semua pemda kabupaten/kota di NTT untuk pengurangan dan penanggulangan risiko bencana akibat La Nina di NTT.

“Sebaiknya, lebih cepat lebih baik, mengingat laporan yang diterima WALHI NTT dari kampung-kampung masih banyak warga yang belum memperoleh pertolongan, baik itu evakuasi, penganan medis hingga kebingungan untuk mencari tempat mengungsi,” sebut Umbu Wulang. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top