Sungai Kawangu Meluap, Belasan Rumah Terendam Hingga Atap | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sungai Kawangu Meluap, Belasan Rumah Terendam Hingga Atap


SAMPAI ATAP. Rumah warga yang bermukim di wilayah Kelurahan Mau Hau, Sumba Timur terendam banjir hingga hanya tersisa atap akibat meluapnya Sungai Kawangu, Minggu (4/4). (FOTO: SEPRITUS/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Sungai Kawangu Meluap, Belasan Rumah Terendam Hingga Atap


WAINGAPU, TIMEXKUPANG.com-Hujan dengan intensitas tinggi yang tak kunjung berhenti mengguyur wilayah Sumba Timur dan sekitarnya dalam beberapa hari ini menyebabkan bencana banjir di beberapa titik. Bahkan Sungai Kawangu meluap hingga mengakibatkan rumah-rumah penduduk di sepanjang sungai itu terendam banjir. Beberapa rumah bahkan terendam hingga tinggal menyisakan atap saja.

Sebanyak 15 rumah di wilayah RT 01/ RW 1, Kelurahan Mau Hau diterjang banjir yang bermula dari banjir ringan pada Minggu (4/4) dinihari. Dari belasan rumah yang terdampak banjir ini, ada satu buah rumah warga yang hanyut terbawa banjir bersama seluruh isinya yang kebetulan merupakan kios yang menjual sembako dan barang kebutuhan lainnya.

Pantauan Timor Express, Minggu (4/4), banjir yang menggenangi permukiman warga karena luapan Sungai Kawangu ini berlangsung lebih kurang tiga jam. Sebagian masyarakat sekitar sempat menjadikan banjir ini sebagai tontonan sehingga menyebabkan kemacetan karena jalan utama Waingapu-Melolo juga tergenang banjir.

Hingga berita ini ditulis, banjir juga masih mengintai wilayah Kambaniru, Mauhau, Lambanapu dan beberapa wilayah di Sumba Timur.

Ferdinan Hina Makera, salah satu warga yang menyaksikan banjir ini mengatakan bahwa dirinya mengkuatirkan adanya gelombang pasang sehingga akan memperburuk keadaan yang terjadi.

” Ini bantaran sungai tapi juga dekat dengan pesisir sehingga yang dikuatirkan itu jika terjadi banjir rob akan sangat berdampak bagi masyarakat” katanya.

Musa Gi’a, salah satu korban banjir yang ditemui di rumahnya pasca banjir menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa menyelamatkan barang apapun di rumahnya selain menyelamatkan diri dan hanya tersisa pakaian yang melekat ditubuhnya.

“Semua pakaian hanyut hanya tersisa pakaian di badan. Ternak-ternak peliharaannya juga turut terbawa arus banjir,” ungkapnya.

Musa berharap pemerintah bisa memberi bantuan tanggap darurat bagi mereka yang terdampak banjir karena tidak ada bahan makanan yang disisakan oleh banjir sehingga dirinya dan keluargapun kebingungan untuk mencari bahan makanan. Begitupun dengan air bersih juga tidak tersedia. (Mg31)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top