Cuaca Ekstrem Landa Rote Ndao, Ratusan Warga Mengungsi, 7 Perahu Nelayan Tenggelam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cuaca Ekstrem Landa Rote Ndao, Ratusan Warga Mengungsi, 7 Perahu Nelayan Tenggelam


GELOMBANG PASANG. Hempasan gelombang besar yang berulang, mengakibatkan ruas jalan di belakang pertokoan Ba'a hingga Metina tidak bisa dilalui kendaraan bermotor yang kemudian menjebol pagar pengaman pelabuhan, Sabtu (3/4). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Cuaca Ekstrem Landa Rote Ndao, Ratusan Warga Mengungsi, 7 Perahu Nelayan Tenggelam


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTT, khususnya Kabupaten Rote Ndao, membawa bencana di daerah itu. Selain merusak sarana umum, harta benda warga setempat juga ikut rusak. Bahkan, karena mengancam, terpaksa ada warga yang harus diungsikan.

Keadaan ini bermula pada Senin (29/3) pekan lalu. Angin kencang disertai gelombang pasang dan hujan deras mulai mengguyur secara merata di wilayah Rote Ndao, Akibatnya, selain menumbangkan pohon dan menimpa rumah, juga merusak lapak jualan warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Timor Express, pada Rabu (31/3) sebuah pohon besar tumbang dan nyaris memakan korban jiwa. Pohon mahoni yang diperkirakan berusia ratusan tahun, tumbang karena akarnya sudah rapuh.

“Tumbang pas (tepat) hampir siang (dini hari), pada Senin (29/3). Waktu itu ada hujan deras dan angin sangat kencang,” kata Yohana Ferderika Letek, seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nyaris tertimpa pohon tumbang, saat ditemui TIMEX, Rabu (31/3) di lapak jualannya, persis di dekat pohon yang tumbang itu.

Yohana mengaku beruntung saat itu dirinya masih terjaga, di dalam lapak tempatnya berjualan. Sehingga, disaat pohon tumbang, dia mengetahui dan berusaha untuk menghindar.

Terdapat beberapa bagian lapak yang rusak. Namun demikian, Yohana tetap bersyukur, karena dirinya tidak tertimpa pohon besar itu.

“Ada bagian lapak yang rusak karena tertimpa pohon, tapi tidak apa-apa, karena saat itu saya juga tidak bisa tidur dan tidak tertimpa pohon yang tumbang,” kata Yohana.

Selain Yohana, warga Desa Ndao Nuse, Kecamatan Ndao Nuse pun demikian. Perahu yang digunakan untuk mencari nafkah, rusak dihempas gelombang besar. Akibatnya, sebanyak 7 unit perahu nelayan tenggelam dan terdampar di bibir pantai.

“Kejadianya di malam hari, yang kemudian diketahui pada keesokan harinya, Selasa (30/3). Kebanyakan rusak, dan peralatan menangkap ikan seperti pukat dan peralatan lainnya hilang,” kata Kepala Desa Ndao Nuse, Amos Obaja Fattu, saat dikonfirmasi TIMEX, Minggu (4/4). Amos mengaku sudah melaporkan secara tertulis kepada Bupati Rote Ndao.

Sedangkan di Desa Nuse, yang rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan, tak pernah meninggalkan perahu mereka yang sedang dilabuhkan. Selama sepekan dilanda cuaca extrem, mereka tetap siaga di atas perahu di malam hari.

Tujuanya adalah untuk mengamankan perahu agar tidak tenggelam atau hanyut dihempas gelombang. Para pemilik perahu secara bergantian berjaga di atas perahu masing-masing.

“Katong (kami) masih terus jaga. Hari ini Minggu (4/4) hampir satu minggu. Kalau malam kami tidur di atas perahu,” kata Okto Pasole, salah satu nelayan yang adalah warga Desa Nuse, saat dikonfirmasi TIMEX, Minggu (4/4).

Menurutnya, dengan tetap siaga di atas perahu selain mengamankan, juga memastikan perahu mereka tidak tenggelam akibat masuknya air hujan atau air laut saat gelombang besar. Sehingga, selain mengeringkan air yang masuk, tindakan pengamanan yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah tali tambatan, ukuranya pun digunakan yang lebih besar.

Cuaca extrem berupa angin kencang yang memicu gelombang besar dan air pasang besar, terjadi pada Sabtu (3/4). Pantauan TIMEX, di seputaran pelabuhan Ba’a, gelombang besar yang terhempas berulang-ulang, menimbulkan suara gemuruh yang cukup mencekam.

Dari hempasan gelombang yang kuat dan berulang itu, akhirnya menjebol pagar pengaman pelabuhan Ba’a. Dimana, pagar yang sebelumnya berdiri kokoh itu, ambruk sepanjang 65 meter.

Akibatnya, air laut yang sedang pasang besar itu, masuk dan menggenangi area parkiran dan juga gudang penyimpanan semen. Areal genanganya cukup luas, dengan ketinggian air sekitar 30cm, dan ada pula yang mencapai lutut orang dewasa pada areal yang lebih rendah.

Diketahui, kejadian tersebut langsung ditinjau Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, dan Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, Sabtu (3/4). Sebelumnya, di hari yang sama, Bupati Paulina juga meninjau warga yang diungsikan akibat talud penahan gelombang jebol, yang menyebabkan air laut menggenangi permukiman warga satu dusun di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur.

Semua penduduk yang mendiami Dusun Tanjung, sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Warga ini diungsikan ke gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Papela pada Sabtu (3/4) malam.

“Semua warga Dusun Tanjung sudah diungsikan, jumlahnya sebanyak 672 orang. Sedangkan para pria dewasa, selain diungsikan, juga bersiaga di rumahnya masing-masing sebagai tindakan antisipasi,” kata Kepala Desa Papela, H. Suggiarto Azhari, kepada TIMEX, Minggu (4/4) yang mengaku usai mengunjungi warganya di tempat pengungsian. “Kondisinya baik, termasuk dua bayi yang berusia beberapa hari. Begitu juga dengan stok logistik pun masih aman,” kata Kades Sugiarto.

Menurutnya, 672 jiwa tersebut, terdiri dari 12 Kepala Keluarga (KK) dengan 47 jiwa yang terdampak bencana sebelumnya, pada Rabu (31/3). Sisanya 141 KK dengan total 625 jiwa, lanjut Kades Sugiarto, merupakan penduduk yang berkategori waspada bencana.

Sehingga melalui pertimbangan dari kondisi perkembangan cuaca yang belum membaik, akhirnya semua penduduk Dusun Tanjung dievakuasi ke tempat pengungsian. Tindakan evakuasi tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Camat Rote Timur, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Papela.

“Setelah berkoordinasi, dengan sejumlah pihak, barulah kami mengevakuasi seluruh warga ke gedung sekolah pada Sabtu (3/4) malam. Ini sebagai upaya antisipati terjadinya bencana akibat hujan disertai angin kencang dan gelombang pasang,” pungkas Kades Sugiarto. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top