2.410 Gardu Listrik Rusak Akibat Badai Seroja di NTT, PLN Baru Berhasil Perbaki 359 Gardu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

2.410 Gardu Listrik Rusak Akibat Badai Seroja di NTT, PLN Baru Berhasil Perbaki 359 Gardu


TIANG LISTRIK MIRING. Tiang dan jaringan listrik merupakan infrstruktur yang terkena dampak Siklon Tropis Seroja melalui bencana banjir bandang yang melanda Adonara di Kabupaten Flores Timur, Minggu (4/4). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

2.410 Gardu Listrik Rusak Akibat Badai Seroja di NTT, PLN Baru Berhasil Perbaki 359 Gardu


Di Kota Kupang Baru Kolhua, Oebufu, dan Oebobo yang Menyala

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan 359 gardu listrik yang sebelumnya terdampak siklon tropis Seroja di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengatakan, terdapat lebih dari 47 ribu pelanggan yang sudah kembali tersambung dengan listrik.

“PLN sedang bekerja tanpa henti memperbaiki jaringan listrik yang terputus dan inventaris kerusakan guna percepat penyaluran kelistrikan ke rumah warga,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (6/4).

Sebelumnya, akibat badai siklon tropis Seroja, sebanyak 2.410 gardu yang tersebar di Kupang, dan Pulau Timor, Flores Bagian Barat, Flores Bagian Timur, dan Sumba padam. Kondisi wilayah yang porak poranda akibat terjangan badai menyebabkan kerusakan cukup berat pada infrastruktur kelistrikan. Kerusakan parah ini menyebabkan proses pengembalian daya listrik membutuhkan waktu.

“Saat ini penormalan dijalur utama dari pembangkit listrik menjadi prioritas kami. Tercatat yang sudah menyala yakni di daerah BTN Kolhua, Oebufu sebagian, Oepoi, Sebagian Cak Doko (Oebobo, Red), Telkom Kandaptrapton dan Telkom Public Service dan selebihnya akan bertahap menyala sesudah pembersihan pohon tumbang dan perbaikan,” tuturnya.

Ia memaparkan, melakukan pemulihan, pihaknya selalu mengutamakan keselamatan pelanggan. PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan telah dipastikan aman. Sementara untuk daerah yang masih terdapat genangan banjir, demi keselamatan warga, PLN belum dapat menyalakan aliran listrik. “Mudah-mudahan semua dapat segera kita normalkan,” imbuhnya.

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top