Pemkot Kupang Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkot Kupang Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana


Sekda Kota Kupang, Fahrensi Funay. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pemkot Kupang Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akhirnya resmi menetapkan status darurat bencana selama 14 hari ke depan akibat diterpa badai siklon Seroja pada Jumat (2/4) hingga Senin (5/4).

Penetapan status ini setelah Pemkot menggelar rapat bersama pimpinan perangkat daerah (OPD) terkait, dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensi Funay, di Balaikota Kupang, Selasa (6/4). Hadir dalam rapat itu Asisten III Setda Kota, Yanuar Dally, Kepala Pelaksana BPBD, Jemmi Didok, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, Kepala Dinas Sosial, Lodowik Djungu Lape, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest Ludji, Kabag Hukum, Kabag SDA, dan jajaran terkait lainnya.

Fahrensi Funay menjelaskan, Pemkot Kupang resmi menetapkan status siaga darurat, untuk bisa menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di APBD Kota.

Menurut Fahrensi, anggaran BTT ini digunakan untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana, berupa logistik , terpal, dan lainnya. Sementara untuk bantuan bahan bangunan, dan material bangunan seperti seng, semen, dan lainnya, Pemkot Kupang akan mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BACA JUGA: Kota Kupang Darurat Bencana, Pemkot Bangun 2 Dapur Umum

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Kupang, Jemmi Didok mengatakan, jumlah masyarakat korban bencana di Kota Kupang yang terdata saat ini sebanyak 6.320 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.264 KK.

“Sementara keluarga yang sementara mengungsi di beberapa titik sebanyak 803 orang. Dan yang meninggal satu orang di Kelurahan Bakunase II, dan 7 orang luka berat,” jelasnya.

Jemmi menyebutkan jumlah rumah yang rusak akibat bencana sebanyak 1.264 rumah. Perkiraan estimasi kerugian yang dialami sebanyak Rp 47 miliar lebih.

Dia menjelaskan, dalam rapat yang dipimpin langsung Sekda Kota Kupang juga secara resmi menetapkan status darurat bencana di Kota kupang. Dengan status ini maka ada kemudahan untuk menggunakan anggaran BTT sebesar Rp 5 miliar.

“Jadi anggaran BTT ini akan digunakan untuk penanganan pengungsi, penanganan angin kencang, longsor dan lainnya. Prinsipnya digunakan untuk membantu manusia atau kebutuhan dasar logistik, selimut, tikar, dan lainnya,” katanya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top