Presiden Beri Instruksi Khusus ke Menkes untuk Penanganan Bencana di NTT dan NTB | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Presiden Beri Instruksi Khusus ke Menkes untuk Penanganan Bencana di NTT dan NTB


Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Presiden Jokowi telah memerintahkan Menks untuk menyiapkan penanganan kesehatan di wilayah terdampak bencana di NTT dan NTB. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

Presiden Beri Instruksi Khusus ke Menkes untuk Penanganan Bencana di NTT dan NTB


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bencana alam ini terjadi akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan Meteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk membuka pelayanan kesehatan dan mempersiapkan rumah sakit di wilayah yang terdampak bencana alam tersebut. “Saya minta Menteri Kesehatan memperbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/4).

Jokowi menuturkan, selain mempersiapkan pelayanan kesehatan, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga perlu memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan bagi para korban bencana di NTT dan NTB. “Serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obat,” katanya.

Jokowi menambahkan, pelayanan kesehatan tersebut saat ini sangat dibutuhkan oleh para korban bencana di NTB dan NTT. Sehingga dia meminta hal ini menjadi prioritas Menkes Budi Gunadi Sadikin.

“Pastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis, Pak Menteri Kesehatan, tim bantuan perlu secepatnya tiba di lokasi,” katanya.

Diketahui, pada Selasa (6/4) sebanyak 8.424 warga NTT mengungsi akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja. Pengungsian terbesar teridentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa atau 1.803 KK.

Kemudian di Lembata 958 jiwa, Rote Ndao 672 jiwa atau 153 KK, Sumba Barat 284 jiwa atau 63 KK dan Flores Timur 256 jiwa. Selain pengungsi, BNPB juga menyebut sebanyak 72 orang hilang dampak siklon tropis Seroja di NTT. Dengan rincian, 28 orang hilang di Kabupaten Alor, 23 orang hilang di Flores Timur, dan 21 orang hilang di Lembata.

Sementara itu, 1.962 rumah terdampak, 119 rumah rusak berat (RB), 118 rumah rusak sedang (RS) dan 34 rumah rusak ringan (RR). Kerusakan ini belum terhitung dengan yang di wilayah Pulau Timor. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top