Satu Warga Bakunase II Tewas Tertimpa Pohon Akibat Badai Seroja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Satu Warga Bakunase II Tewas Tertimpa Pohon Akibat Badai Seroja


EFEK BADAI SEROJA. Bagian dari gedung Gereja Batel Maulafa yang roboh akibat hantaman angin Badai Seroja di Kota Kupang, Senin (5/4) dinihari. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Satu Warga Bakunase II Tewas Tertimpa Pohon Akibat Badai Seroja


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jemmi Didok mengaku, akibat bencana siklon tropis atau Badai Seroja yang terjadi di Kota Kupang beberapa hari terakhir, mengakibatkan seorang warga di Kelurahan Bakunase II meninggal dunia. Kejadiannya pada Minggu (4/4).

Jemi menjelaskan, untuk kronologis kejadian, belum disampaikan secara jelas karena petugas lapangan masih sementara bertugas di lapangan, dan masih membersihkan sisa-sisa serpihan dan pohon tumbang yang menutup akses jalan.

“Kami juga belum mengetahui secara pasti usia korban, yang jelas orang dewasa berjenis kelamin laki-laki. Selengkapnya kami masih tunggu dari petugas lapangan. Dan memang BPBD belum bisa memberikan bantuan karena belum adanya penetapan status,” ujarnya.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (5/4), Jemi menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan, karena laporan dan aduan masyarakat masih terus diterima.

“Sampai saat ini, data yang sudah masuk ke BPBD sebanyak 1.062 KK, sesuai aturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah KK dikalikan dengan empat, jadi diperkirakan jumlah korban mencapai 4 ribu lebih jiwa,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkot Kupang Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana

Dikatakan, sesuai dengan rencana, Wali Kota Kupang akan melangsung memimpin rapat, untuk penetapan status siaga darurat pada Selasa (6/4).

“Kita sudah masukan semua laporan, cara untuk menetapkan status siaga darurat, harus ada data jumlah korban, bencana yang terjadi dan estimasi kerugian yang diakibatkan, dan Kota Kupang sudah memenuhi kriteria tersebut sehingga harus segera ditetapkan status siaga darurat,” kata Jemi.

Sampai saat ini, kata Jemi, pihaknya belum bisa memberikan bantuan logistik kepada masyarakat korban bencana, karena belum adanya anggaran, juga masih terus dilakukan pendataan.

Jemi katakan, ada beberapa tempat pengungsian yang kini ditempati warga korban bencana, misalnya di Kantor BPBD sendiri, Gereja Betel Oesapa, Betlehem Oesapa Barat, Masjid Al Fitrah, dan Masjid Al Hidayah Oesapa, sekretariat GMKI, GMIT Elim Lasiana, GMIT Ebenhezer Oeba, SD Oeba 2, dan SD Oeba 3.

“Jadi karena sifatnya emergency sehingga warga memilih tempat-tempat yang dirasa aman untuk berlindung, terutama warga yang rumahnya mengalami rusak berat, ” ujarnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top