Sungai Talau Meluap, Polsek Raihat Selamatkan 8 Warga | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sungai Talau Meluap, Polsek Raihat Selamatkan 8 Warga


PENUH PERJUANGAN. Kapolsek Raihat, IPTU Warsito bersama anggotanya saat mengevakuasi warga Dusun Kotafoun B, Desa Tohe, dari banjir Sungai Talau, pada Minggu (4/4) pagi. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Sungai Talau Meluap, Polsek Raihat Selamatkan 8 Warga


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak delapan warga Dusun Kotafoun B, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu terjebak banjir akibat luapan banjir sungai Talau.

Sejumlah warga yang terjebak akhirnya berhasil dievakusai setelah anggota Polsek Raihat tiba di lokasi melakukan evakuasi dibantu warga setempat pada Minggu (4/4) sekitar pukul 10.00 Wita. Evakuasi berlangsung dramatis karena aparat kepolisian harus berjibaku dengan hujan di tengah derasnya arus banjir. Proses evakuasi memakan waktu hingga tiga jam lebih.

Delapan warga Dusun Kotafoun B, Desa Tohe yang berhasil dievakuasi itu, yakni Fernando da Cruz, 60, Terejina Soares, 45, Yustina Noronha, 50, Lurdis Noronha, 27, Yohanes Soares, 18, dan Januario Govela, 12. Dua orang lainnya yang masih balita yakni, Sikito Soares, 2, dan Juven Govela, 1.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, melalui Kapolsek Raihat, IPTU Warsito saat dikonfirmasi Senin (5/4) menjelaskan, pihaknya mendapat informasi bahwa ada warga yang terjebak banjir sejak Sabtu (3/4). Delapan warga ini terjebak banjir karena saat itu mereka masih berada di area persawahan dan belum kembali ke rumah. Saat akan kembali banjir telah membesar sehingga mereka tidak bisa menyeberang, disamping itu Sungai Talau pun sudah meluap.

Atas informasi warga itu, Kapolsek beserta anggota langsung bergegas menuju lokasi dan melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir itu. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena jarak evakuasi kurang lebih 300 meter dari jalan umum. Selain itu arus banjir sangat deras dengan kedalaman setinggi pinggang orang dewasa sehingga butuh kehati-hatian.

“Kita cuma membawa peralatan seadanya, tali dan ban dalam. Karena hujan tidak juga reda sehingga kita paksa masuk dan selamatkan warga yang terjebak luapan sungai Talau. Alhamdulillah delapan korban semuanya selamat. Dua diantaranya balita,” bebernya.

Menurut Warsito, masyarakat ini biasanya menginap di rumah sawah dan keesokan harinya baru pulang ke rumah. Tetapi beberapa hari hujan deras dan banjir sehingga warga tidak kembali dan terjebak di tengah sawah. “Saat luapan banjir warga sampai naik ke loteng pondok sawah karena banjir cukup deras,” tuturnya.

Warsito menyebutkan, akibat luapan banjir itu, tak cuma areal pertanian yang tergenang, namun meluas hingga ke permukiman warga. Karena itu, Ia mengimbau warga untuk waspada saat ini curah hujan tinggi karena berpotensi banjir dan longsor.

“Curah hujan saat ini meningkat dan angin kencang. Sehingga kita semua waspada jangan sampai jadi korban,” tandasnya seraya meminta warga yang rumahnya berada disekitar area sungai agar jika hujan sebaiknya segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman. (Mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top