“Air Bah” Luluhlantakkan Malaka, Ribuan Warga Mengungsi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

“Air Bah” Luluhlantakkan Malaka, Ribuan Warga Mengungsi


EVAKUASI. Personil TNI-Polri dan warga mengevakuasi seorang lansia dari ancaman banjir di Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (4/4). (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

“Air Bah” Luluhlantakkan Malaka, Ribuan Warga Mengungsi


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Siklon Tropis Seroja yang melanda sebagian besar wilayah NTT pada awal April 2021 telah membawa kepedihan bagi warga. Salah satunya di Kabupaten Malaka, salah satu wilayah terparah akibat luapan kali Benenai yang menggenangi sejumlah desa. Bahkan banjir ini meluluhlantakkan permukiman warga setempat. Tak cuma banjir yang merendam permukiman warga, namun banjir pesisir atau banjir rob akibat naiknya muka air laut juga merendam rumah-ruman penduduk di wilayah pesisir, terutama di wilayah Aintasi.

Musibah ini seperti air bah yang tengah melanda Malaka, warga seakan terjepit di tengah-tengah, antara mengantisipasi banjir luapan kali Benenai yang datang dari gunung, atau banjir rob yang datang dari Laut Timor.

Akibatnya ribuan warga harus mengungsi ke tempat aman. Warga terpaksa meninggalkan kampung untuk mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman demi menyelamatkan diri.

Aparat TNI-Polri dan masyarakat lainnya bahu membahu mengevakuasi warga korban bencana ke lokasi aman.

Pantauan Timor Express di Kecamatan Malaka Tengah, Senin (5/4), prajurit TNI-Polri mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya seperti tali dan traktor. Jembatan Benanai yang menjadi salah satu penyokong utama arus transportasi di wilayah itu, kini tak bisa dilalui lantaran miring akibat hantaman derasnya banjir.

Jafar Nahak, warga Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, kepada media ini mengaku bahwa banjir tahun ini lebih deras dari tahun-tahun sebelumnya. Bencana ini mengakibatkan semua harta benda masyarakat lenyap. Mereka hanya berjuang mengalamatkan diri ke tempat yang lebih aman, tidak berpikir lagi dengan harta benda mereka.

Jafar menyebutkan, ketinggian air yang menggenangi rumahnya dan warga lainnya bahkan mencapai plafon, dan arus airnya sangat deras sehingga menyeret semua harta benda. Bahkan sebagian rumah penduduk hanyut terbawa air.

Danramil 1605-04/Betun, Mayor Inf. Achmad Hartono saat dikonfirmasi Timor Ekspres, Selasa (6/4) mengatakan, pihaknya membantu evakuasi masyarakat sejak hari pertama hingga saat ini. Meski upaya penyelamatan itu hanya dengan peralatan seadanya, bagi Achmad, prioritas utama adalah menyelamatkan masyarakat.

“Sejak hari pertama untuk evakuasi, kami terkendala fasilitas. Kami menggunakan traktor dan tali untuk menyebrang,” ungkapnya seraya menyebutkan, mereka berhasil menyelamatkan banyak warga, dan diprioritaskan pada anak-anak, ibu hamil atau yang melahirkan dan orang tua.

Achmad juga menyebutkan bahwa banjir itu telah mengakibatkan korban nyawa, dimana empat orang terbawa arus, tiga orang ditemukan dalam keadaan meninggal, dan satunya masih dalam pencarian. Empat orang yang terseret arus itu, masing-masing di Desa Fahiluka, Kereana, Naikekusa, dan di Desa Builaran. “Satu warga Desa Builaran ini yang belum ditentukan sampai saat ini,” kata Achmad.

Gubernur Kunjungi Malaka

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyempatkan diri mengunjungi korban bencana di Malaka.

Dalam kesempatan itu, Gubernur VBL mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk membantu korban bencana sehinga masyarakat bisa aktivitas seperti semula.

Menurut VBL, kehadirannya di Malaka juga untuk memastikan bahwa penanganan terhadap korban badai Siklon Tropis Seroja ini tertangani dengan baik oleh pemerintah bersama unsur terkait seperti TNI-Polri, dan pemangku kepentingan lainnya seperti lembaga gereja, MUI, dan elemen masyarakat lainnya.

“Saya hanya memastikan kondisi korban bencana, saya lihat dan kita juga lihat semua infrastruktur rusak akibat bencana, bagaimana kita berkolaborasi untuk memulihkan kondisi ini sehinga masyarakat bisa kembali ke rumah dan melakukan aktivitas seperti biasa,” kata VBL.

Gubernur VBL juga menyatakan bahwa rumah-rumah penduduk yang rusak akibat bencana, pemerintah akan membantu sehingga bisa diperbaiki agar masyarakat dapat kembali aktivitas seperti semula.

Untuk diketahui, saat ini koban bencana banjir di Malaka yang dievakuasi sementara diamankan di Kota Betun, dan disebar ke sejumlah titik pengungsian, baik di sekolah maupun gedung gereja. Untuk kebutuhan konsumsi bagi pengungsi pemerintah menyediakan dapar umum dan dibantu berbagai relawan masyarakat maupun komunitas. (Mg30)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top